Pengujian dan Analisis

Bagaimana Tahapan dan Manfaat Pengolahan Air Bersih?

Ketahui pentingnya pengolahan air bersih

Proses pengolahan air bersih merupakan sebuah proses yang dilakukan dengan tujuan untuk memusnahkan zat dan partikel entah itu yang bersifat kimia, fisika, maupun biologis yang dinilai bisa membahayakan air yang digunakan oleh masyarakat. 

Hasil dari pengolahan air tersebut nantinya menghasilkan air yang bersih dalam artian jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan juga aman untuk digunakan. Selain memperhatikan kualitasnya, pengolahan air juga perlu memperhatikan sifat dari air tersebut agar hasilnya tidak bersifat korosif yang bisa merusak pipa.

Artikel ini akan mencoba membahas mengenai tahapan-tahapan yang biasanya dilewati hingga apa saja manfaat yang akan didapatkan dari melakukan pengolahan dan pemantauan terhadap air bersih. Pembahasan lengkapnya mengenai topik-topik tersebut akan dijelaskan pada poin-poin di bawah ini.

Tahapan Pengolahan Air Bersih

Air bersih selain bisa didapatkan secara alami juga bisa didapatkan dari proses pengolahan terlebih dahulu. Perusahaan atau pihak yang melakukan pengolahan air ini akan berusaha untuk menghasilkan air bersih yang sesuai dengan standar kelayakan.

Dari sumber air mentah alias yang belum diolah itu ada kemungkinan terkandung bakteri, virus, bahan kimia, polutan, dan partikel berbahaya lainnya yang bisa menyebabkan penyakit. Maka dari itu proses pengolahan air ini penting untuk dilakukan.

Pada poin ini akan dibahas mengenai tahapan-tahapan standar yang biasanya dilakukan dalam proses pengolahan air bersih. Apa saja tahapan yang dimaksud? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Proses Penambahan Tawas (Koagulasi)

Tahapan pertama dari proses pengolahan air umumnya dimulai dengan proses koagulasi. Proses ini dilakukan dengan cara menambahkan tawas atau aluminium sulfat cair ke dalam air yang masih mentah alias belum dilakukan pengolahan.

Ketika sudah ditambahkan, nantinya campuran yang dihasilkan akan membuat kotoran-kotoran yang terkandung di dalam air mengalami penggumpalan. 

Berikutnya kotoran yang saling menyatu itu akan membentuk gumpalan besar yang disebut dengan flok. Ukuran flok yang cenderung besar tersebut kemudian akan dihilangkan melalui proses filtrasi.

2. Proses Pengendapan 

Setelah proses koagulasi, berikutnya ada proses pengendapan. Jadi usai ditambahkan tawas yang kemudian menghasilkan flok, air kemudian dialirkan ke bak atau penampungan sedimentasi. Dalam proses ini, flok yang ukurannya besar akan tertinggal di bagian bawah dan kemudian mengendap.

3. Proses Penyaringan

Proses pengolahan air bersih berikutnya dilanjutkan dengan tahapan penyaringan. Pada tahapan ini, air akan melewati penyaring yang berfungsi untuk menghilangkan partikel-partikel yang sebelumnya menyatu dengan air.

Penyaring atau filter yang umumnya digunakan yaitu terbuat dari kumpulan kerikil, antrasit, hingga pasir. Dengan bahan-bahan tersebut, proses penyaringan ini mampu mengangkat kotoran yang mengambang.

Biasanya, filter atau alat penyaring ini mengalami pembersihan secara teratur dengan metode backwashing. Dengan dibersihkan secara rutin, proses penyaringan jadi bisa tetap efektif.

4. Proses Pemberian Disinfektan

Selesai disaring, hasil air yang sudah tidak lagi memiliki partikel tersebut kemudian akan diberi desinfektan. Proses desinfeksi ini umumnya dilakukan sebelum air memasuki sistem distribusi.

Pemberian desinfektan ini memiliki tujuan untuk memusnahkan bakteri, virus, dan juga parasit di dalam air yang bisa menyebabkan penyakit. Selain menggunakan desinfektan, proses ini juga bisa digantikan dengan menggunakan klorin dengan fungsi yang juga sama untuk membasmi kuman.

5. Proses Pengeringan Lumpur

Kemudian ada juga proses pengeringan lumpur. Sesuai namanya, proses ini terjadi ketika padatan yang sebelumnya dihilangkan dari air pada proses pengendapan dan penyaringan dialihkan ke danau pengeringan.

6. Proses Fluoridasi

Berikutnya, ada proses fluoridasi air yang dilakukan dengan cara memberikan fluorida secara terkontrol ke tempat persediaan air untuk masyarakat. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kerusakan pada gigi. 

7. Proses Pengoreksian pH

Sebelum air didistribusikan ke masyarakat melalui saluran pipa, perlu dilakukan pengoreksian pH terlebih dahulu. Proses mengoreksi pH ini dilakukan dengan tujuan untuk menstabilkan air agar efek korosi bisa diminimalisir.

Umumnya, pengoreksian atau penyesuaian pH ini dilakukan dengan cara mencampurkan senyawa kapur ke dalam air yang disaring.

Tujuh proses di atas merupakan tahapan dasar yang umumnya dilakukan untuk mengolah air menjadi bersih. Perlu diketahui juga bahwa proses-proses di atas mungkin saja berbeda di setiap tempat.

Perbedaan tahapan tersebut biasanya dipengaruhi oleh fasilitas dan juga teknologi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Tidak hanya itu, perbedaan proses pengolahan air menjadi bersih juga mungkin saja berbeda bergantung kepada jenis air yang akan diolah tersebut.

Mengapa Monitoring Air Bersih Perlu Dilakukan?

Setelah mengetahui proses dari pengolahan air bersih, berikutnya akan dibahas mengenai alasan di balik pertanyaan mengapa monitoring alias pemantauan terhadap air bersih itu perlu dilakukan?

Jadi, melakukan pemantauan terhadap air itu perlu dilakukan agar bisa mengetahui seberapa jauh aktivitas yang dilakukan oleh manusia dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas ekosistem air. Hal tersebut perlu dilakukan karena pada akhirnya ekosistem air akan dimanfaatkan juga untuk mendukung kehidupan manusia.

Selain itu, pemantauan terhadap air juga bisa dilakukan untuk meningkatkan atau paling tidak menjaga mutu dari air agar statusnya tidak berubah menjadi air yang tercemar. Maka dari itu selain perlu melakukan pemantauan terhadap air bersih, penting juga untuk mengupayakan pencegahan terhadap pencemaran air.

Manfaat Melakukan Monitoring Kualitas Air Bersih

Kualitas air perlu dipantau dan juga dijaga agar hasilnya bisa sesuai dengan standar kelasnya. Berikut ini akan dibahas mengenai apa saja manfaat yang bisa didapat dari melakukan pemantauan terhadap kualitas dari air bersih.

1. Memperoleh Informasi untuk Masyarakat

Salah satu manfaat dari dilakukannya monitoring terhadap kualitas air bersih, yaitu jadi bisa memperoleh berbagai informasi terkait lingkungan untuk disampaikan kepada masyarakat.

2. Mengetahui Status Mutu Air

Dengan melakukan monitoring terhadap kualitas air bersih, hal ini juga bermanfaat karena jadi bisa mengetahui status mutu air untuk nantinya ditetapkan dan disampaikan kepada masyarakat.

3. Mengetahui Kemampuan dalam Pengendalian Pencemaran Air

Melakukan monitoring terhadap kualitas air juga bermanfaat untuk mengetahui seperti apa kinerja yang dilakukan demi melakukan pengendalian terhadap pencemaran air.

4. Membuat Kebijakan Terkait Pengendalian Pencemaran Air

Tidak hanya itu, manfaat lainnya yang juga bisa didapat dari melakukan pemantauan kualitas dan pengolahan air bersih, yaitu jadi bisa membuat kebijakan terkait pengendalian pencemaran air.

Usai melakukan pemantauan, data-data yang didapatkan kemudian akan dianalisis untuk nantinya dijadikan sebagai dasar dalam penetapan kebijakan terhadap cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan pencemaran air.

Monitoring kualitas air perlu dilakukan secara periodik sehingga hasil yang didapatkan bisa digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya. PT SUCOFINDO menawarkan jasa mulai dari pengujian sampel, analisis, dan juga pemantauan kualitas air permukaan, air konsumsi, air limbah, hingga air laut.

PT SUCOFINDO menyertakan ruang lingkup layanan yang akan melakukan pemantauan periodik untuk pengolahan dan pengamanan limbah serta penanganan lingkungan kerja.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: