Artikel

Pengertian, Tujuan, dan Indikator Penerapan GMP yang Baik

GMP Penting dalam Industri Makanan dan Minuman?

Penerapan GMP atau Good Manufacturing Practices perlu diterapkan oleh para pelaku industri makanan dan minuman untuk menjamin kualitas produk mereka. Oleh sebab itu, setiap perusahaan perlu memahami GMP secara menyeluruh. Untuk mengetahui dan memahami Good Manufacturing Practices ini lebih jauh, berikut penjelasan, tujuan, dan indikator Good Manufacturing Practices

Apa itu Good Manufacturing Practices?

Good manufacturing practice adalah salah satu tata cara manajemen yang disesuaikan dengan standar negara dalam bentuk prosedur dengan tujuan untuk menghasilkan produk makanan atau minuman berkualitas.

Setiap perusahaan yang memproduksi bahan konsumsi wajib melakukan penerapan GMP. Selain itu, terdapat beberapa jenis GMP di Indonesia, sepeti: 

  • CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik): Standar GMP yang berfokus pada tata cara produksi obat-obatan dan cara pembuatan obat yang baik dan benar.
  • CPMB (Cara Pembuatan Makanan yang Baik): Standar GMP yang berfokus pada tata cara produksi makanan.
  • CPKN (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik): Standar GMP yang berfokus pada tata cara membuat produksi kosmetik.
  • CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik): Standar GMP yang berfokus pada tata cara produksi obat-obatan jenis tradisional dan obat herbal.

Secara keseluruhan, Good Manufacturing Practice menyediakan cara dan berbagai rangkaian syarat pengelolaan umum yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan. Proses pengelolaan dimulai dari proses bahan mentah hingga menjadi barang siap konsumsi. 

Tujuan Penerapan GMP

Melaksanakan standar Good Manufacturing Practice tak hanya ditujukan untuk keuntungan konsumen. Penerapan GMP juga mencakup area produsen, konsumen, hingga pemerintah. Untuk mengetahui apa saja manfaat dari penerapan standar GMP ini, berikut adalah penjelasannya. 

1. Menjaga Keselamatan Konsumen

Hasil produksi makanan dan minuman yang telah mempertimbangkan CPMB yang baik dan benar tentu akan memberikan kualitas yang baik pula kepada konsumen. Dengan begitu, keselamatan konsumen pun dapat tetap terjaga. 

2. Pengetahuan Produk Bagi Konsumen

Para konsumen memiliki hak untuk mengetahui setiap rincian makanan ataupun minuman yang akan mereka konsumsi. Detail yang dimaksud dapat berupa komposisi makanan, tanggal kedaluwarsa hingga efek sampingnya. 

3. Melindungi Pasar

Dari sisi produsen, penerapan GMP bertujuan untuk memasarkan produk secara positif kepada masyarakat. Dengan begitu, perusahaan dapat mengembangkan citra yang baik di mata para konsumen. 

Di era yang mengandalkan sosial media seperti saat ini, konsumen dapat dengan mudah menyebarluaskan opini atas sebuah produk dari berbagai perusahaan. Menerapkan GMP yang baik dan benar tentu dapat meningkatkan kredibilitas merek bagi konsumen ketika menggunakan produk dan membantu calon konsumen lain untuk merasa lebih aman ketika memilih produk. 

4. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen

Perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan dari segi kepercayaan jika menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan prosedur GMP. Kualitas yang baik dan konsisten juga akan membantu perusahaan mempertahankan dan meningkatkan jumlah konsumen.

5. Mencapai Tujuan Perusahaan

Kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan perusahaan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis. Dengan demikian, perusahaan dapat memiliki performa yang efektif dan efisien.

6. Menekan Biaya Operasional

Pelaksanaan GMP yang baik dan benar juga dapat membantu perusahaan dalam menekan anggaran dan biaya operasional. 

Good Manufacturing Practices yang diterapkan dengan baik juga membuat perusahaan berkontribusi terhadap keuntungan pemerintah dengan cara sebagai berikut. 

  • Pemerintah mampu melindungi konsumen dari kerugian produk konsumsi yang tidak berkualitas. Dengan demikian, konsumen pun merasa lebih terjamin atas produk yang mereka beli.
  • Pemerintah dapat memberi jaminan kepada masyarakat bahwa produk yang dipasarkan layak untuk dikonsumsi. Dengan demikian, konsumen dapat mengkonsumsi produk dengan lebih nyaman dan membantu meningkatkan pemasukan negara. 
  • Pemerintah menjadi jembatan kepada konsumen untuk mengkomunikasikan informasi mengenai produk konsumsi. Konsumen pun bisa mendapatkan pengetahuan mulai dari bahan yang digunakan, proses pengemasan, hingga kandungan yang ditampilkan pada kemasan produk. 

Indikator Good Manufacturing Practice yang Baik

Berikut adalah beberapa indikator penerapan GMP yang perlu diperhatikan oleh para pelaku industri.

1. Komitmen yang Sama dari Seluruh Pihak

Proses produksi yang baik akan membuahkan hasil produksi yang berkualitas. Pada proses produksi ini kerja sama setiap pihak diperlukan. Visi, misi, dan komitmen yang selaras akan mendukung terwujudnya proses produksi yang diharapkan.

Komitmen tidak hanya berasal dari atasan perusahaan, tetapi juga seluruh pihak yang ada di dalam seluruh rangkaian proses produksi. Mulai dari staf, karyawan, manajer, hingga tenaga kerja lainnya memiliki peran besar dalam memenuhi indikator Good Manufacturing Practice. 

2. Tim yang Saling Mendukung

Selain kesamaan komitmen, setiap pihak di dalam perusahaan juga perlu memiliki saling mendukung satu sama lainnya. Untuk bisa mencapai indikator ini, maka setiap pihak perlu memahami tanggung jawab yang dimilikinya secara menyeluruh. Dengan demikian, proses pencapaian tujuan perusahaan pun bisa terwujud selaras dengan komitmen dan tanggung jawab setiap pihak. 

3. Standar Mutu dan Kualitas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, GMP merujuk pada standar dan kualitas yang wajib dicapai sebuah proses produksi. 

Pada dasarnya, standar mutu dan kualitas produksi tidak hanya fokus pada barang yang akan diproduksi. Lebih dari itu, standar ini juga telah mengacu pada faktor eksternal lainnya. Sebagai contoh, proses produksi makanan yang berkualitas membutuhkan fasilitas dan lingkungan produksi yang mendukung. 

Pada proses bisnis makanan sendiri, pelaku usaha juga perlu fokus bahan-bahan yang akan digunakan dan pada tingkat kebersihan dan sterilitas lingkungan. Lingkungan produksi yang tidak sesuai standar dapat menurunkan mutu suatu produk. 

Kehadiran standar mutu dan kualitas lingkungan ini dapat menjadi tolak ukur standar pemenuhan kualitas produk. Hal ini juga perlu dilakukan sebagai bahan evaluasi atas praktik manufaktur di dalam perusahaan. 

4. Kepatuhan dalam Standard Good Manufacturing Practices

Penerapan Good Manufacturing Practice merupakan sebuah konsep jangka panjang yang memerlukan konsistensi. Komitmen antar berbagai pihak di dalam perusahaan perlu dijalankan secara terus-menerus untuk tetap mencapai indikator GMP yang dibutuhkan. 

Oleh karena itu, setiap pihak di dalam perusahaan perlu mematuhi standar GMP demi mewujudkan target perusahaan. 

Penerapan GMP menjadi tolak ukur sekaligus bahan evaluasi saat auditor melakukan pengecekan produk. Umumnya, audit akan dilakukan oleh lembaga eksternal profesional. 

Untuk memastikan perusahaan telah memenuhi segala indikator GMP dengan tepat, Anda dapat menggunakan jasa lembaga Sertifikasi GMP yang tepercaya dan berkualitas seperti Sucofindo. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan ini, Anda dapat mengunjungi laman situs Sucofindo

Artikel Lainnya

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini:

Berita Terkait