ArtikelBatu BaraPengujian dan Analisis

Memahami Definisi dan Tujuan Stockpile Batu Bara

Untuk berbagai industri yang memanfaatkan batu bara, maka tentunya ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dengan baik, termasuk tentang penyimpanannya. Maka dari itu, penting untuk memahami tentang stockpile batu bara dan manajemennya.

Istilah tersebut mungkin sudah tidak lagi asing bagi sebagian orang, terlebih yang berkecimpung di dunia industri baru bara. Namun, bagi sebagian yang lain, mungkin baru pertama kali mengetahui istilah itu. Untuk dapat memahaminya lebih lanjut, simak penjelasannya melalui artikel ini!

Mengenal Apa Itu Stockpile Batu Bara

Stockpile bisa diartikan sebagai tempat penyimpanan, dalam hal ini khususnya untuk menyimpan batu bara. Setelah mengalami berbagai proses pengangkutan, baik dari area pertambangan ataupun dari pihak distributor, maka dibutuhkan tempat untuk menyimpan produk tambang tersebut.

Dengan adanya tempat penyimpanan dan manajemen yang baik, maka kualitas baru bara tersebut dapat lebih terjaga. Namun, selain tempat penyimpanan, tentunya dibutuhkan manajemen yang baik supaya batu bara tetap terjaga. Inilah yang perlu diperhatikan bagi setiap industri yang berkaitan dengan batu bara.

Tujuan Manajemen Stockpile Batu Bara

Selain stockpile atau tempat penyimpanan yang memadai, batu bara juga membutuhkan manajemen yang baik ketika disimpan dalam jangka waktu tertentu. Maka dari itu, dibutuhkan manajemen stockpile. Berikut berbagai tujuan penting dari adanya manajemen tersebut.

1. Menjaga Kualitas Batu Bara

Setiap produk batu bara bisa jadi memiliki kualitas yang berbeda-beda, sehingga dalam pengelolaan dan penyimpanannya perlu memperhatikan hal ini. Nantinya, hal ini juga dapat berpengaruh terhadap biaya pengelolaan dari produk batu bara tersebut.

Adanya manajemen stockpile yang baik dapat membantu dalam menjaga kualitas dan karakteristik produk. Dengan begitu, batu bara yang nantinya dipakai pun tetap berada pada kualitas yang terbaik, sehingga pemanfaatannya pun dapat berlangsung secara optimal.

Jika batu bara tersebut nantinya akan dijual kepada pihak lain, maka kualitas ini juga penting untuk diperhatikan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan para konsumen, sehingga industri dapat berjalan dengan semakin baik.

2. Mencegah Swabakar

Swabakar merupakan proses atau fenomena ketika produk batu bara dapat terbakar dengan sendirinya. Swabakar dapat terjadi di stockpile ketika sekumpulan batu bara telah disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Terjadinya proses oksidasi di stockpile dapat terjadi karena munculnya reaksi oksidasi dan suhu di sekitarnya pun menjadi semakin tinggi. Dengan adanya manajemen yang baik, maka hal ini dapat dicegah, sehingga berbagai risiko keamanan dan keselamatan pun dapat diminimalisir.

3. Menyesuaikan dengan Permintaan Pasar

Dengan sistem dan manajemen penyimpanan yang bagus, maka Anda juga dapat lebih mudah untuk memasukkan dan mengeluarkan batu bara sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

4. Langkah dalam Menjaga Lingkungan Sekitarnya

Menerapkan manajemen yang baik memiliki berbagai manfaat, tidak hanya untuk perusahaan, melainkan juga untuk lingkungan sekitarnya.

Adanya tempat penyimpanan terata dengan yang manajemen baik, dapat mencegah lingkungan sekitar lokasi tersebut terkena polutan. Perlu diketahui bahwa batu bara dapat menimbulkan polutan dan dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan ekosistem sekitarnya.

Hal ini juga berlaku untuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut, karena polutan dari batu bara dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, sangat penting untuk memperhatikan manajemen stockpile, sehingga tidak menyebabkan kerugian untuk banyak pihak.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Stockpile Batu Bara

Selanjutnya, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam stockpile, supaya batu bara dapat disimpan secara aman dan kualitasnya tetap terjaga.

1. Monitoring Quantity (Inventory)

Selama tersimpan di stockpile, maka perlu dilakukan monitoring secara berkala terhadap kuantitas atau jumlahnya. Pastikan sudah sesuai dengan jumlah yang seharusnya, sehingga proses pemanfaatan atau distribusi selanjutnya tidak terganggu!

2. FIFO (First In First Out)

Hal penting kedua adalah menerapkan sistem FIFO (First In First Out) dalam manajemen stockpile batu bara. Ini berarti batu bara yang pertama dimasukkan ke lokasi penimbunan juga harus menjadi yang pertama diambil. Sistem ini membantu mengurangi risiko oksidasi, self heating, dan pembakaran spontan, yang dapat terjadi karena interaksi batu bara dengan udara seiring berjalannya waktu. Namun, penerapan sistem ini bisa sulit jika batu bara yang disimpan sudah mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, menjaga kualitas produk batu bara yang disimpan tetap baik sangat penting.

3. Monitoring Efektivitas Dozing Stockpile Batu Bara

Selanjutnya, penting juga untuk melakukan monitoring terhadap efektivitas dozing stockpile. Proses pengawasan ini perlu dilakukan secara berkala sehingga semua tetap terjaga dengan baik.

4. Monitoring Quality Batu Bara

Kualitas dari batu bara tentu saja perlu menjadi perhatian penting, sehingga monitoring pun perlu dilakukan secara berkala untuk tetap memastikan kualitasnya.

5. Housekeeping dan Inspeksi Kontaminasi

Untuk berbagai produk tambang dan mineral, kontaminasi merupakan hal yang perlu diantisipasi, karena dapat menimbulkan penurunan kualitas terhadap produk batu bara yang disimpan.

Maka dari itu, sejak proses distribusi hingga masuknya batu bara ke stockpile, perlu diawasi dengan baik. Selanjutnya, ketika disimpan pun jangan lupa untuk melakukan pengawasan secara tepat.

6. Penanganan Faktor Lingkungan

Selanjutnya, berbagai faktor lingkungan juga perlu diperhatikan dengan baik, karena sehingga berbagai ekosistem di sekitar tempat penyimpanan tetap terjaga.

Selama ditimbun, batu bara tersebut dapat menghasilkan limbah cair yang dapat mengalami suspensi jika terkena dengan air hujan. Dampaknya, dapat menyebabkan timbunan air asam dan dapat berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya.

Maka dari itu, kontrol terhadap lingkungan juga perlu diterapkan ketika Anda menyimpan batu bara.

Stockpile Batu Bara dalam Inspeksi Batu Bara

Inspeksi serta analisis terhadap produk tambang perlu dilakukan untuk dapat menjamin kualitasnya, termasuk untuk hasil tambang batu bara. Inspeksi ini pada umumnya berarti kegiatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sampel batu bara, lalu melakukan pengujian dan analisis lebih lanjut.

Kegiatan ini terbilang cukup umum dilakukan oleh para pedagang atau pembeli batu bara, supaya dapat memastikan kualitas dari produk tersebut. Tanpa adanya pengujian dan analisis secara khusus, maka umumnya mereka akan merasa kesulitan untuk menilai.

Untuk dapat tetap menjaga kualitas batu bara, maka diperlukan manajemen stockpile yang baik, serta memperhatikan berbagai hal terkait penyimpanan tersebut. Kembali pada penjelasan awal, tempat dan manajemen penyimpanan baru bara adalah hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Untuk dapat mendukung berbagai kegiatan industri yang berkaitan dengan batu bara, termasuk tentang stockpile batu bara, maka jasa layanan sektor pertambangan batu bara dari Sucofindo dapat menjadi solusi tepat. Anda bisa terhubung langsung dengan mengakses kontak Sucofindo untuk informasi layanan yang lebih lengkap.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: