Batu Bara

Ketahui Berbagai Parameter Uji Kualitas Batubara

Kenali Jenis Batubara yang Baik dengan Uji Kualitas Batubara

Untuk mengetahui baik atau buruknya material batubara, maka dibutuhkan uji kualitas batubara. Sebab kualitas dari barang tambang tersebut akan memengaruhi penggunaan dan harga jualnya.

Dalam pengujian ini ada beberapa parameter yang menjadi tolak ukur, yaitu total moisture, analisis proximate, analisis ultimate, total sulphur, calorific value, dan Hardgrove Grindability Index (HGI). Berikut penjelasannya.

Proses Uji Kualitas Batubara Melalui 6 Parameter

Pengujian dilakukan untuk mengetahui kandungan dan kualitasnya sehingga dapat ditentukan keperluan penggunaannya. Dalam hal ini parameter untuk pengujian tersebut adalah sebagai berikut:

1. Total Moisture

Total moisture dalam batubara akan sangat tergantung dari:

  •     Peringkatnya, semakin tinggi peringkat maka porositas material tersebut akan semakin kecil sehingga makin padat.
  •   Distribusi Pengukuran, yaitu pengukuran ukuran partikel, apabila partikelnya makin kecil maka makin besar luas permukaannya. Nilai dari pengukuran akan berpengaruh langsung dengan tingkat surface moisturenya.
  •     Kondisi saat sampling termasuk size sampling yang diambil terlalu besar atau kecil.

2. Analisis Proximate

Parameter uji kualitas batubara berikutnya adalah menentukan jumlah air dried moisture, ash content, dan volatile matter.

  •       Moisture atau kadar kelembapan, yaitu analisis yang terbagi atas free moisture dan inherent moisture. Keduanya dijumlahkan kemudian menjadi total moisture yang dipengaruhi jumlah pemakaian udara primernya.
  •       Ash content atau kadar abu, yaitu mengukur kandungan abu di dalam material yang berasal dari luar karena batubara tidak mengandung abu di dalamnya.
  •       Volatile matter atau zat terbang, yaitu pengujian dengan memanaskan material pada suhu tertentu dan melihat pada temperatur berapa penguapan terjadi.

3. Analisis Ultimate

Yaitu pengujian yang dilakukan untuk menentukan jumlah karbon, hydrogen, oksigen, dan belerang dalam bongkahan. Biasanya digunakan untuk mempermudah penentuan reaksi dan penghitungan heat balance.

4. Total Sulfur

Yaitu uji kualitas batubara yang dilakukan untuk mengetahui kandungan sulfur di dalamnya. Sulfur thermal maupun metalurgi akan memengaruhi sifat-sifat pembakaran serta kualitas produk dari besi baja.

Selain itu, kandungan sulfur juga akan mempengaruhi lingkungan sebab adanya emisi sulphur penyebab hujan asam. Tingkat sulfur juga akan memengaruhi kualitas terkait nilai komersialnya. Sulfur menjadi nilai batasan garansi kualitas dan harga.

Akan tetapi, tidak selamanya kadar sulfur tinggi membuat harga jual rendah. Sebab dalam beberapa kondisi keberadaan sulfur sangat membantu performance dari utilisasi batubara sehingga tidak menurunkan harga komersialnya.

5. Calorific Value

Yaitu nilai energi yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Nilai ini dinyatakan dalam MJ/Kg, Kcal/kg, dan BTU/Ib yakni nilai dalam gross serta net. Nilai kalori ini akan tergantung dari peringkat batubara, semakin tinggi kalori tinggi pula peringkatnya.

Nilai kalori ini juga dipengaruhi oleh moisture dan abu. Apabila keduanya tinggi, maka makin kecil pula nilai kalorinya.

6. Pengujian Nilai HGI

Yaitu uji kualitas batubara pada sifat fisiknya yang dinyatakan dengan ukuran 200 mesh atau 75 micro. Nilai HGI atau Hardgrove Grindability Index ini ditentukan dari organik pembentuk seperti jenis maseral.

Secara umum apabila peringkat batubara tinggi, maka nilai HGI-nya semakin rendah. Kecuali pada bituminous dengan sifat cooking di dalamnya (nilai HGI-nya sangat tinggi mencapai 100).

Nilai HGI juga dipengaruhi oleh dilusi abu dari penambangan yang akan meningkatkannya. Selain itu kandungan moisture juga memiliki pengaruh cukup besar.

Setiap batubara memiliki peringkat dan nilainya masing-masing. Nilai inilah yang akan memengaruhi nilai ekonomisnya. Sebelum dijual biasanya akan dilakukan pengujian untuk mengetahui nilai serta kandungannya sehingga diketahui berapa nilai ekonomisnya.

Sangat penting untuk melakukan pengujian ini dan harus dilakukan oleh profesional. Sucofindo bisa membantu Anda melakukan pengujian batubara untuk mengetahui kandungan dan nilainya sehingga dapat menjual dengan harga sesuai. Sucofindo merupakan perusahaan profesional yang menawarkan jasa uji kualitas batubara.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Sektor Pertambangan Batu Bara, Anda  bisa membaca artikel kami di sini. Jika Anda dan perusahaan Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kami, hubungi dan konsultasikan hal tersebut di sini.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: