BeritaSiaran pers

Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

Palembang, (22/5) – Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) menunjuk PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai mitra pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk melakukan melakukan kegiatan field visit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran langsung atas implementasi program di tingkat tapak sekaligus memastikan efektivitas intervensi dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Pokja Bidang Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Koko Wijanarka menegaskan bahwa ProKlim tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan livelihood masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan program pasca implementasi.

“Hal ini diharapkan dapat mendorong integrasi ProKlim ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, sehingga upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Project Manager UNOPS, Kannikar Wanthana menyampaikan bahwa program ini telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata di masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Fokus kami tidak hanya pada perlindungan lingkungan, tetapi juga memastikan adanya peningkatan pendapatan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan, Aries Safrizal mengapresiasi pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi implementasi ProKlim. Menurutnya, program ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju Zero Net Emission.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta partisipasi masyarakat terhadap isu perubahan iklim global, sekaligus memperkuat langkah Sumatera Selatan menuju pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan,” tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Barat PT SUCOFINDO (PERSERO), Urip Utama Putra menyampaikan bahwa kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program yang telah menjangkau 100 desa di 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam program ini telah mendorong peningkatan kapasitas masyarakat secara signifikan mencapai lebih dari 43 persen. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Urip Utama Putra menjelaskan bahwa program difokuskan pada penguatan literasi iklim, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis digital, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang praktis, inklusif, dan berkelanjutan. Implementasi program dilakukan melalui pengembangan pertanian adaptif dan agroforestry, pengelolaan sampah, penggunaan solar panel, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, hingga peningkatan kolaborasi multipihak.

Hingga triwulan pertama 2026, program menunjukkan progress positif dalam penguatan kapasitas masyarakat. Pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, diversifikasi produk, serta pengembangan bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) dan digital marketing telah dilakukan di berbagai desa sasaran.

Pada kategori penguatan literasi iklim, program telah menjangkau 2.036 peserta dengan keterlibatan perempuan sebesar 54,32 persen. Sementara itu, pada kategori penguatan literasi digital dan pengembangan UMKM, program menjangkau 215 peserta dengan keterlibatan perempuan mencapai 59,07 persen. Selain itu, sebanyak 70 rumah tangga sasaran di 10 desa prioritas juga menerima pendampingan teknis dan workshop pengembangan usaha, dengan 71,4 persen di antaranya merupakan usaha milik perempuan.

Selama kegiatan field visit, para stakeholder dari KLH/BPLH, UNOPS, perwakilan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dan Sekretaris Dinas LPH Provinsi Sumatera Selatan meninjau berbagai aksi nyata di lapangan, mulai dari penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengembangan UMKM yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal.

“Kami mengunjungi beberapa lokasi intervensi, mulai dari lokasi penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, demonstrasi sistem pengelolaan sampah, melihat inovasi produk UMKM seperti opak, keripik, kopi, bawang goreng, jamur krispi, hingga produk non-pangan seperti kompos, maggot, eco-print, dan eco enzyme,” tutur Urip Utama Putra. 

Kegiatan field visit juga diisi dengan demonstrasi kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Megang Sakti IV yang menunjukkan praktik pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli, sosialisasi, serta teknik pembuatan sekat bakar.

“Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan aksi iklim, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi multipihak, ProKlim di Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa tangguh iklim yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lainnya,” tutup Urip Utama Putra.

 

Tentang SUCOFINDO 

PT SUCOFINDO (PERSERO) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. PT SUCOFINDO (PERSERO) saat ini tergabung menjadi bagian holding BUMN Jasa Survei atau PT IDSurvey (PERSERO) bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (PERSERO), serta PT Surveyor Indonesia (PERSERO).

Bisnis PT SUCOFINDO (PERSERO)  bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Seiring waktu PT SUCOFINDO (PERSERO)  melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, sertifikasi, assessment, konsultansi, pelatihan, dan berbagai kegiatan penunjang terkait, di antaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan  terbarukan, dan teknologi informasi. PT SUCOFINDO (PERSERO)  memiliki 92 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. jaringan 68 laboratorium yang tersebar luas menghadirkan solusi yang cepat, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan di seluruh penjuru tanah air.

—–

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

PT SUCOFINDO (PERSERO)

Divisi Sekretaris Perusahaan 

Telepon : +62 21 798 3666

Faksimili : +62 21 798 3888

Email : humas@sucofindo.co.id

Informasi ini tersedia di www.SUCOFINDO.co.id

Artikel Lainnya

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini:

Berita Terkait