Artikel

Penyebab dan Peranan Lembaga Verifikasi Gas Rumah Kaca

Sudah bukan permasalahan baru, isu gas rumah kaca atau greenhouse gases sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Gas rumah kaca turut mempengaruhi perubahan iklim. Isu ini menjadi masalah lingkungan yang masih terus diupayakan penanggulangannya hingga kini. Untuk mengenal dan memahami lebih jauh tentang isu lingkungan satu ini, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Gas Rumah Kaca dan Bagaimana Proses Terbentuknya? 

Atmosfer bumi memiliki gas secara alami. Selain itu, terdapat pula gas yang dihasilkan dari makhluk hidup, contohnya adalah karbondioksida serta uap air. Untuk karbondioksida, kemunculannya bisa dari pernapasan manusia dan hewan, pembakaran, hingga letusan gunung api.

Jumlah karbondioksida yang wajar tidak bermasalah sebab tumbuhan dapat menyerapnya untuk melakukan fotosintesis. Tetapi, kini jumlah karbondioksida sudah terlalu banyak sehingga menyebabkan terperangkapnya sinar matahari di bawah atmosfer.

Karbondioksida yang terperangkap tersebut disebut sebagai gas rumah kaca, sebab cara kerjanya yang menyerupai rumah kaca. Lebih jelasnya, ketika sinar matahari menembus atap rumah kaca maka sinar tersebut tidak bisa keluar lagi. 

Sinar yang terperangkap akan membuat suhu di dalam rumah kaca bertambah panas. Bagi tanaman, kondisi tersebut ideal untuk tumbuh. Namun, kondisi tersebut tidak ideal untuk bumi dan bersifat merusak hingga membuat efek pemanasan global.

Adapun jenis greenhouse gases bermacam-macam dengan proses pembentukan yang berbeda-beda, berikut empat contohnya:

1. Karbondioksida

Gas CO2 yang dilepas ke atmosfer sebagian besar merupakan hasil dari aktivitas pembakaran menggunakan bahan bakar fosil selama 30 tahun ke belakang. Selain itu, karbondioksida juga berasal dari aktivitas sehari-hari yakni penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan gas. Kemudian, segala aktivitas kelistrikan serta yang melibatkan penggunaan mesin di dalam nya pun menjadi penyumbang karbondioksida. 

2. Metana

Berikutnya, ada metana atau CH4 yang muncul dari penggunaan batu bara, gas alam, hingga aktivitas pertanian dan peternakan. Sebagai contoh, metana muncul dari sapi yang mencerna rumput lalu menghasilkan kotoran.

Limbah kotoran sapi tersebut jika menumpuk dan tidak dikelola dengan baik akan berubah menjadi gas metana yang berbahaya. Kemunculan metana yang semakin tinggi disebabkan oleh praktik pertanian maupun peternakan yang terindustrialisasi dan tidak menerapkan prinsip keberlanjutan.

Sehingga, pengelolaan limbah dan kotoran yang tidak teratur kemudian menjadi penyumbang peningkatan gas metana di bumi. Metana pun menjadi penyebab fenomena pemanasan globa kedua terbesar setelah karbondioksida.

3. Uap Air

Gas rumah kaca yang satu ini merupakan air dalam wujud gas. Asal uap air atau H20 ini adalah dari laut serta air di darat yang menguap ketika terkena matahari. Kemudian, uap air akan naik menjadi awan dan turun kembali sebagai hujan.

4. Chlorofluorocarbons (CFC)

Bagi Anda yang menggunakan air conditioner (AC) di rumah, Anda berarti telah menyumbang paling tidak sedikit dari jenis gas yang satu ini. CFC berasal dari freon AC yang di dalamnya terdapat gabungan unsur karbon, klorin, hidrogen, dan fluor untuk menciptakan freon sebagai senyawa kimia pendingin.

Penyebab Terjadinya Gas Rumah Kaca

Kemunculan greenhouse gases di bumi disebabkan oleh sejumlah faktor. Berikut adalah masing-masing poin dan penjelasannya:

1. Perilaku Konsumtif

Kehidupan manusia yang cenderung bersifat konsumtif menyumbang 60% peningkatan suhu di bumi. Manusia membutuhkan jumlah energi yang tidak sedikit, sehingga pemakaian energi seperti listrik dan batubara pun otomatis meningkat.

Salah satu perilaku konsumtif adalah jumlah pembelian pakaian yang selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Tingginya permintaan terhadap pakaian pun membuat aktivitas industri pabrik pakaian tidak berhenti, yang membuat penggunaan batubara dan listrik dalam pengoperasian pabrik semakin tinggi.  

2. Penebangan Hutan

Hutan sebagai paru-paru dunia kini semakin terancam keberadaannya dengan penebangan hutan yang tidak terkontrol. Penyerapan karbondioksida menjadi kurang efektif sebab jumlah pohon semakin berkurang.

Itulah yang kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat dan jumlah oksigen semakin menurun. Dalam taraf yang parah, penebangan hutan akan menyebabkan deforestasi karena berkurangnya air tanah.

3. Penumpukan Sampah

Pengelolaan sampah yang buruk menjadi penyebab gas di bumi meningkat sebab terjadi penggabungan sampah organik dan anorganik. Selain itu, sampah yang terus menumpuk pun akan menurunkan kualitas lingkungan di sekitarnya.

4. Pemakaian Bahan Bakar Fosil

Penggunaan bahan bakar dari fosil seperti bensin dan solar juga menjadi penyebab peningkatan gas di bumi. Hal tersebut dikarenakan tingkat pemakaiannya yang berskala besar, sehingga konsentrasi tinggi gas karbondioksida dan sejenisnya membuat pemanasan di bumi.

Pemanasan tersebut tidak hanya membuat panas dari matahari terperangkap, namun juga membuat lapisan ozon rusak dan menipis. Semakin hari, lapisan tersebut akhirnya tidak bisa melindungi bumi dari radiasi matahari karena lubangnya yang terlalu besar.

Sucofindo sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi Gas Rumah Kaca 

SUCOFINDO menjamin pengkomunikasian statement greenhouse gases ke pihak eksternal bersama dengan informasi lingkungan seperti pengelolaan sampah dan air. Dengan memiliki laporan validasi dan verifikasi lingkungan mengenai pengurangan emisi gas rumah kaca, perusahaan Anda akan mendapatkan kepercayaan publik yang lebih tinggi. 

Anda dapat secara berkala menyertakan laporan ini dalam sustainability report, mematuhi peraturan pemerintah, dan memenuhi harapan investor. Proses dimulai dengan mengajukan permohonan untuk verifikasi dan validasi, diikuti oleh evaluasi, engagement kesepakatan, dan pengumpulan data perusahaan Anda. 

Tahap terakhir melibatkan verifikasi dan validasi onsite untuk mengumpulkan bukti sesuai rencana, lalu penyusunan laporan, peninjauan mandiri, dan penetapan keputusan. Dengan demikian, Anda dapat dengan mudah mempercayakan statement greenhouse gases perusahaan Anda kepada kami, memberikan kontribusi pada pengurangan emisi karbon, dan menunjukkan kualitas serta komitmen perusahaan kepada publik.

Hubungi kami di sini agar dapat terhubung langsung dan berkonsultasi tentang validasi dan verifikasi gas rumah kaca. Anda juga bisa mengakses informasi Sucofindo lebih lanjut mengenai validasi dan verifikasi greenhouse gases melalui halaman ini!

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: