Hot Topik

16-06-2010

Tahun ini SUCOFINDO Merating 500 BPR

SUCOFINDO berkomitmen membantu pengembangan keuangan mikro di Indonesia dengan memberikan layanan sertifikasi dan pemeringkatan lembaga keuangan mikro (LKM), seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP).

Menurut Direktur Utama SUCOFINDO, Arief Safari, adanya pemeringkatan ini akan mempermudah upaya peningkatan dan percepatan penyaluran kredit bagi usaha mikro.

“Pemeringkatan ini sebagai jembatan access linkage kepada pembiayaan,” papar Arief, Kamis (28/4).Saat ini di seluruh Indonesia beroperasi sebanyak 1.719 BPR serta sekitar 71.000 unit KSP dan USP.

“Agar pihak yang akan menyalurkan dana bisa percaya, maka LKM LKM itu butuh pemeringkatan,” jelas Arief.Sejatinya, sejak awal tahun lalu SUCOFINDO sudah mulai memeringkat 10 LKM.

Rinciannya, enam BPR, dua KSP dan dua USP. Kesepuluh lembaga tersebut berlokasi di Jabodetabek, Padang, Malang dan Pasuruan.

Tahun ini SUCOFINDO hanya menargetkan menyertifikasi dan merating 500 BPR.Menurut pengamat ekonomi Aviliani, pemeringkatan ala SUCOFINDO ini penting.

“Ketika peringkat suatu LKM bagus, maka dia akan menurunkan suku bunga. Jadi ada korelasinya dengan premium risk,” paparnya.

Sertifikasi ini juga akan mengurangi biaya perbankan untuk melakukan penilaian sebelum mengucurkan dananya ke LKM. Sementara LKM bisa mendapatkan pendanaan lebih mudah dari perbankan pasca sertifikasi. “Juga diharapkan LKM bisa meningkatkan pelayanan.

Nantinya LKM Indonesia punya kualitas,” terang Aviliani.Menurut dia, SUCOFINDO seharusnya berperan lebih dari sekedar memberikan pemeringkat atau sertifikasi.

Tapi harus ada kontrol dari SUCOFINDO agar LKM LKM tetap menjaga rating yang diperoleh. “Jangan sampai karena sudah mendapat rating bagus, mereka jadi berlaku seenaknya dan akhirnya ratingnya jatuh,” ucapnya