Jakarta, (30/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) melalui gelaran Environmental & Social Innovation Awards (ENSIA) 2025 dengan tema “Innovation for Socio-Economic and Ecological Harmony” tidak hanya menjadi wadah apresiasi bagi para innovator lingkungan, tetapi juga forum kolaborasi lintas sektor untuk mengangkat berbagai inovasi yang berfokus pada keberlanjutan, termasuk pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah dinilai sebagai solusi strategis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengubah sampah menjadi sumber daya alternatif mulai dari energi terbarukan, bahan baku daur ulang, hingga peluang usaha baru.
Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa industri manufaktur memiliki peran penting sebagai off-taker sampah terpilah untuk diolah menjadi energi alternatif. “Integrasi transisi energi dengan pengelolaan sampah merupakan kunci menuju zero waste, zero emission pada 2060,” jelasnya.
Sementara itu, Founder Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, menekankan bahwa isu sampah tidak hanya menjadi permasalahan perkotaan, melainkan bagian penting dari agenda iklim nasional.
“Ekonomi sirkular hanya dapat berjalan bila rantai pasok daur ulang transparan, sektor informal diberdayakan, dan penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) ditegakkan,” ujarnya. Ia menambahkan, teknologi pengelolaan sampah sejatinya telah tersedia, namun faktor krusial yang perlu diperkuat adalah tata kelola, pendanaan, serta regulasi yang konsisten agar ekosistem daur ulang dapat tumbuh secara sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Layanan Industri, PT SUCOFINDO (PERSERO), Budi Utomo, menegaskan bahwa SUCOFINDO turut berperan aktif dalam mendukung tata kelola pengelolaan sampah melalui layanan Testing, Inspection, Certification (TIC). “Melalui sertifikasi insinerator berbasis SNI, Verifikasi Ekolabel, hingga pelatihan berbasis SKKNI, SUCOFINDO dapat memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau,”jelas Budi.
“Dengan jaringan laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia, kami siap mendukung pengelolaan sampah yang aman, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
ENSIA 2025 hadir sebagai katalis untuk menghubungkan berbagai pihak dalam mendorong transformasi menuju ekonomi sirkular nasional. “SUCOFINDO percaya bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan masa depan Indonesia yang lebih hijau,” tutup Budi Utomo.
Tentang SUCOFINDO
PT SUCOFINDO (PERSERO) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. PT SUCOFINDO (PERSERO) saat ini tergabung menjadi bagian holding BUMN Jasa Survei atau ID Survey bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) sebagai induk, serta PT Surveyor Indonesia.
Bisnis PT SUCOFINDO (PERSERO) bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Seiring waktu PT SUCOFINDO (PERSERO) melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, sertifikasi, assessment, konsultansi, pelatihan, dan berbagai kegiatan penunjang terkait, di antaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan terbarukan, dan teknologi informasi. PT SUCOFINDO (PERSERO) memiliki 67 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. jaringan 75 laboratorium yang tersebar luas menghadirkan solusi yang cepat, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan di seluruh penjuru tanah air
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
PT SUCOFINDO (PERSERO)
Divisi Sekretariat Perusahaan
Telepon : +62 21 798 3666
Faksimili : +62 21 798 3888
Email : humas@sucofindo.co.id
Informasi ini tersedia di www.SUCOFINDO.co.id





