Konsultasi

Manfaat CSR dan Mengukur Keberhasilannya dengan SROI

Pahami Apa Itu SROI dalam Mengukur Keberhasilan CSR

CSR atau Corporate Social Responsibility merupakan program khusus dari perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial bagi masyarakat, lingkungan maupun konsumen. Banyak aspek yang digunakan untuk mengukur keberhasilan CSR, salah satu metode pengukuran keberhasilan CSR ialah dengan metode Social Return on Investment (SROI).

Bentuk dari CSR banyak sekali variasinya, yang mana tergantung dari jenis perusahaan dan dampaknya terhadap masyarakat itu sendiri. Pada artikel ini akan dijelaskan berbagai manfaat CSR serta pengukur keberhasilan CSR dengan metode khusus.

4 Manfaat CSR Perusahaan

Pendapat berbagai ahli mengenai CSR salah satunya adalah suatu kegiatan sosial perusahaan yang mana menjadi bukti tanggung jawab perusahaan itu sendiri. Salah satu aspek yang dipertanggung jawabkan adalah perhatian kepada peningkatan profit, masyarakat dan komunitas sekitar.

Untuk mengerti tentang CSR dan pengaplikasiannya, lebih jelas apabila dibahas mengenai berbagai manfaatnya. Berikut ini 4 manfaat CSR perusahaan baik bagi perusahaan atau masyarakat itu sendiri:

1. Peningkatan Citra Perusahaan

Manfaat utama adanya CSR perusahaan adalah untuk meningkatkan citra perusahaan itu sendiri. Sebuah citra perusahaan yang paling utama memang dari produk yang dihasilkan, namun dengan adanya CSR ini tentu perusahaan dapat menarik perhatian masyarakat lebih luas lagi.

Misal, peningkatan citra karena CSR ini dapat meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap suatu produk perusahaan tertentu. Maka dari itu, jika program CSR tidak dilakukan oleh perusahaan, bayangkan respons masyarakat sekitar terhadap perusahaan tersebut.

2. Tercipta Lingkungan Sosial yang Baik

Terciptanya lingkungan sosial yang baik menjadi manfaat CSR yang kedua, yang mana tingkat keberhasilannya nanti akan dibahas dan diukur dengan metode SROI. Perlu diketahui bahwa perlu adanya mutualisme antara perusahaan dan masyarakat.

Mutualisme ini yang nantinya akan tercipta lingkungan sosial yang baik dan berpengaruh pada keberhasilan bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang. Pasalnya, tidak sedikit perusahaan yang pasti diprotes masyarakat sekitar karena tidak memiliki dampak positif.

3. Mengurangi Risiko Bisnis

Manfaat ketiga dari CSR adalah mengurangi risiko bisnis. Apabila ekspektasi dari berbagai stakeholder tidak dapat dipenuhi oleh perusahaan, tentu akan berisiko mengancam kerjasama yang mutual dari berbagai stakeholder. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk melakukan CSR.

Perusahaan wajib mengalokasikan biaya atau anggaran untuk melakukan CSR dan pemenuhan ekspektasi banyak pihak. Karena, biaya melakukan CSR lebih rendah daripada biaya harus menanggung kerugian akibat risiko bisnis.

4. Peningkatan Akses Sumber Daya

Terakhir, CSR dapat meningkatkan akses sumber daya untuk pemenuhan produksi suatu perusahaan. Apabila perusahaan melakukan CSR, maka kesempatan untuk menemukan sumber daya baru yang bermanfaat bagi peningkatan produksi perusahaan akan semakin tinggi.

Contohnya saja, perusahaan dapat mengambil sumber daya manusia sekitar yang kompeten dan terbaik untuk bergabung dengan perusahaan. Tentu hal ini akan meningkatkan kualitas dan keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

Cara Mengukur Keberhasilan CSR dengan SROI

Jika CSR sudah dipahami, maka hal selanjutnya yang perlu diketahui adalah Social Return on Investment. Metode satu ini merupakan kerangka kerja yang bertujuan untuk mengukur dan memperhitungkan konsep dan nilai dari CSR itu sendiri.

Metode SROI ini bukan serta merta tentang uang, tapi soal nilai yang diwujudkan sebuah perusahaan CSR. Maka dari itu, cara mengukur keberhasilan CSR dengan kajian ini dapat dilakukan dengan 2 jenis SROI, yaitu:

1. Jenis Pengukuran Secara Evaluatif

Cara mengukur keberhasilan CSR dengan pengukuran evaluative artinya berdasarkan hasil aktual dan data yang dikumpulkan selama periode waktu tertentu. Pada praktiknya, biasanya perusahaan melakukan CSR selama periode 1 tahun. Lalu, ukuran keberhasilan CSR tersebut dievaluasi setelah selesai dilakukan.

2. Jenis Pengukuran Secara Prakiraan atau Forecast

Kedua, perusahaan dapat melakukan pengukuran secara prakiraan atau forecast. Tujuannya untuk memprediksi seberapa besar nilai sosial yang akan terwujud. Biasanya, perusahaan membuat forecast atau perkiraan dalam jangka waktu 1-5 tahun ke depan.

Inilah 7 Prinsip Social Return on Investment!

Perusahaan sudah melakukan CSR dan mengukur keberhasilannya dengan metode SROI. Selanjutnya, hal yang harus dipahami adalah adalah prinsip-prinsip SROI. Berikut ini 7 prinsip yang harus dipahami sebuah perusahaan ketika ingin melakukan CSR:

1. Libatkan Stakeholder

Prinsip pertama adalah melibatkan stakeholders di sekitar perusahaan. Stakeholder ini baik internal maupun eksternal, stakeholder internal yaitu pemegang saham, pemilik bisnis, dan para karyawan. Sedangkan stakeholder eksternal ialah konsumen, supplier, pesaing, investor, pemerintah, komunitas lokal, media, hingga masyarakat secara umum.. 

Setiap program CSR tentu diharapkan dapat dirasakan manfaatnya bagi penerima program. Sehingga, melibatkan stakeholder ini dapat menjadi kunci vital untuk terciptanya CSR yang sukses dan mutual jangka panjang. Selain itu, pengetahuan dan informasi tentang perubahan yang terjadi dan dikonversike dalam rupiah. 

2. Pahami Perubahan Apa yang Terjadi

Kedua adalah memahami perubahan yang ada dan tidak hanya diterima begitu saja. Perubahan tersebut dapat dievaluasi oleh perusahaan agar dapat menjadi modal untuk program CSR yang lebih sukses dan dirasakan manfaatnya oleh stakeholders.

3. Menghargai Sifat Penting

Artinya, CSR suatu perusahaan wajib memiliki prinsip financial proxy yang jelas. Hal tersebut berkaitan dengan peningkatan upah, peningkatan produksi dan penghematan biaya. Menggunakan metode SROI dapat membantu perusahaan untuk memperhatikan aspek tersebut.

4. Fokus Pada Hal yang Penting

Perusahaan harus menunjukkan dan berprinsip bahwa ketika CSR digalakkan, harus ada bukti perubahan dan dampak yang positif. Lebih baik lagi jika perusahaan mampu untuk menunjukkan dampak yang terukur.

5. Jangan Klaim Berlebihan

CSR yang berhasil adalah membuat perusahaan memiliki citra terbaik di mata masyarakat, salah satunya tidak overclaim. Semua kegiatan CSR wajib yang dapat dipertanggungjawabkan dan memperhatikan berbagai pertimbangan dan kontribusi berbagai pihak.

6. Transparan

Prinsip berikutnya adalah transparan yang mana artinya CSR yang dibentuk suatu perusahaan wajib untuk menunjukkan dasar perubahan. Selain itu juga wajib memperhitungkan dampak dengan jujur dan kredibel. Jika perusahan transparan, maka citra di mata masyarakat dan stakeholder akan semakin baik.

7. Selalu Verifikasi Hasil

Prinsip terakhir adalah selalu memverifikasi hasil yang mana dengan cara memberikan jaminan tentang tanggung jawab perusahaan. Tanggung jawab tersebut dapat berupa pelaksana studi Social Return on Investment yang tujuannya untuk menghilangkan subjektivitas.

Kegiatan CSR sangat amat berguna dan bermanfaat bagi perusahaan maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya. Aspek yang dapat mengukur keberhasilan CSR suatu perusahaan adalah Social Return on Investment yang memiliki berbagai prinsip positif.

Di dalam pengaplikasiannya, perusahaan yang ingin melakukan CSR dapat menggunakan jasa lembaga terpercaya seperti SUCOFINDO. Berbagai fasilitas terbaik telah dimiliki agar proses CSR perusahaan dapat tepat sasaran. Selain fasilitas konsultasi SROI, SUCOFINDO juga memiliki layanan lain yang tidak kalah penting.

Layanan tersebut merupakan penghitungan SROI yang dapat membantu perusahaan untuk mengukur keberhasilan CSR yang dilakukannya. Dibantu dengan berbagai tenaga ahli, perusahaan tidak perlu khawatir tentang dampak CSR dalam masyarakat.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: