Ketika Bekerja dan Mengasuh Harus Berjalan Bersama
Bagi banyak orang tua, bekerja dan mengasuh anak adalah dua tanggung jawab yang harus berjalan beriringan. Di tengah meningkatnya partisipasi orang tua di dunia kerja, kebutuhan akan taman asuh yang aman, layak, dan terpercaya menjadi semakin krusial.
Namun, keamanan anak di taman asuh tidak cukup dijamin oleh niat baik semata. Ia membutuhkan sistem pengelolaan, standar yang jelas, serta evaluasi berkelanjutan.
Risiko Nyata di Balik Operasional Taman Asuh
Taman asuh merupakan lingkungan dengan tingkat kerentanan tinggi. Tanpa tata kelola yang baik, berbagai risiko dapat muncul, antara lain:
- fasilitas yang belum sepenuhnya ramah anak
- sanitasi dan kebersihan lingkungan yang tidak konsisten
- pengelolaan pangan dan gizi anak yang belum terstandar
- kesiapan tenaga pengasuh dalam kondisi darurat
- absennya mekanisme monitoring dan evaluasi rutin
Risiko-risiko ini sering kali tidak terlihat langsung, tetapi berdampak besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan anak.
TAMASYA: Pendekatan Sistematis untuk Keamanan Anak
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) merupakan pendekatan yang menempatkan keamanan dan kesejahteraan anak sebagai bagian dari tata kelola yang terstruktur dan terukur.
TAMASYA mendorong taman asuh untuk memperhatikan secara menyeluruh:
- keselamatan fasilitas dan lingkungan fisik
- kesehatan lingkungan dan sanitasi
- pengelolaan pangan dan gizi anak
- kesiapan dan kompetensi pengasuh
- kepatuhan terhadap ketentuan dan standar yang berlaku
Dengan pendekatan ini, taman asuh tidak diposisikan hanya sebagai tempat penitipan, tetapi sebagai ruang tumbuh kembang anak yang aman dan bertanggung jawab.
Pentingnya Verifikasi Independen dalam TAMASYA
Agar prinsip TAMASYA diterapkan secara konsisten, diperlukan verifikasi independen yang objektif dan berbasis data.
Verifikasi berfungsi untuk:
- menilai kesesuaian fasilitas dan proses pengasuhan
- mengidentifikasi potensi risiko sejak dini
- memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan
- memastikan penerapan standar berjalan nyata, bukan administratif
Pendekatan ini membantu pengelola taman asuh membangun kepercayaan orang tua dan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.
TAMASYA dalam Perspektif ESG (Social)
Keamanan anak di taman asuh merupakan bagian penting dari pilar Social (S) dalam ESG.
Pengelolaan taman asuh yang baik berkontribusi pada:
- perlindungan hak dan keselamatan anak
- dukungan terhadap kesejahteraan keluarga pekerja
- peningkatan kualitas layanan sosial
- penguatan kepercayaan publik terhadap institusi
Dengan demikian, TAMASYA tidak hanya berdampak pada keluarga, tetapi juga pada ketahanan sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Keterkaitan TAMASYA dengan PROPER EMAS
Dalam konteks PROPER EMAS, keberlanjutan tidak hanya diukur dari aspek lingkungan, tetapi juga dari tanggung jawab sosial dan tata kelola.
Pengelolaan taman asuh yang memenuhi prinsip TAMASYA mencerminkan:
- komitmen nyata terhadap aspek sosial di luar kepatuhan minimum
- pengelolaan risiko sosial secara proaktif
- kontribusi terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya
- penerapan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi
Pendekatan ini sejalan dengan semangat PROPER EMAS, yaitu melampaui kepatuhan dan membangun dampak berkelanjutan.
Peran SUCOFINDO dalam Mendukung TAMASYA
Sebagai penyedia layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC), SUCOFINDO mendukung implementasi TAMASYA melalui:
- evaluasi dan verifikasi fasilitas taman asuh
- pengujian aspek kesehatan dan lingkungan
- penilaian kesesuaian terhadap standar yang berlaku
- rekomendasi perbaikan berbasis data dan independen
Melalui peran ini, SUCOFINDO membantu memastikan taman asuh dikelola secara aman, transparan, dan bertanggung jawab.
Ketika orang tua bekerja, rasa tenang hanya hadir jika anak berada di lingkungan yang benar-benar aman. TAMASYA menunjukkan bahwa keamanan anak bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem, standar, dan verifikasi yang konsisten.
Karena menjaga anak hari ini berarti menjaga kualitas sumber daya manusia di masa depan.








