Pengujian dan Analisis

Fumigasi? Ini Proses, Manfaat dan Industri yang Membutuhkan!

Cegah, Obati, Sterilkan Kuman dan Penyakit dengan Fumigasi

Pada industri tertentu, keberadaan hama benar-benar mengganggu karena dapat menghilangkan profit. Pembasmian hama atau fumigasi perlu dilakukan secara berkala oleh perusahaan. Dengan begitu, hama atau hewan yang tidak diinginkan keberadaannya akan dapat dibasmi secara menyeluruh dan cepat. 

Namun, sebelum melakukan pembasmian, ada baiknya untuk Anda mengetahui dulu arti dari fumigation. Untuk mengetahui hal tersebut, sebaiknya jangan lewatkan pembahasannya dalam artikel satu ini!

Apa Itu Fumigasi? 

Fumigation berarti pengasapan yang dilakukan menggunakan gas fumigan untuk mematikan hama atau hewan yang dapat merusak produk. Biasanya, ini dilakukan di industri pertanian untuk menjaga agar hasil panen tetap sempurna dan tidak ada yang rusak karena hama. 

Awalnya, istilah fumigation diambil dari kata fume yang artinya asap dan mitigation yang artinya mencegah atau mengendalikan risiko. 

Teknik fumigation dinilai lebih efektif daripada penggunaan aerosol biasa, lantaran mampu menjangkau ke semua sudut, termasuk celah kecil yang ada di dalam ruangan. Biasanya, hama yang dibasmi dengan cara fumigation adalah tikus, rayap, semut, ngengat, kecoa, kutu, dan jamur.

Bagaimana Proses Fumigasi?

Dalam proses fumigation, ada tahapan yang harus dilakukan agar hasilnya sesuai yang diharapkan yaitu: 

1. Tahap Pertama

Memilih gas fumigan apa yang akan digunakan. Bahan ini penting, karena itu konsultasikan dengan ahlinya sebelum melakukan pembelian. 

2. Tahap Kedua 

Pada tahap ini, Anda harus menyiapkan bahan maupun peralatan yang akan digunakan, menetapkan personil yang akan melakukan fumigation, merancang rencana kerja, serta melakukan survei ke lokasi secara langsung. 

3. Tahap Ketiga

Pada tahap ini, personil yang bertugas sedang berada di lokasi untuk survei. Mereka harus mengenakan wearpack untuk menjaga keamanan diri selama proses fumigation dan mengecek setiap detail lingkungan. Mulai dari pengecekan ventilasi udara, memastikan lantai kedap gas, serta menjauhkan orang-orang dari area yang akan diterapkan fumigation

4. Tahap Keempat

Pada tahap ini, petugas sudah mulai menyiapkan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk proses fumigation di lokasi langsung. Mulai dari pemasangan jalur untuk pasokan gas, pemasangan sheet, hingga peletakan tanda peringatan. 

5. Tahap Kelima

Tahap ini sudah memasuki proses fumigation menggunakan gas fumigan yang sudah disiapkan sebelumnya. Petugas akan melakukan pelepasan gas, pemantauan, serta pembebasan gas. 

6. Tahap Keenam

Terakhir, tahap yang harus dilakukan adalah evaluasi. Petugas akan memeriksa apakah ada kesalahan selama proses fumigation dan mengecek apa masih ada serangga yang hidup. 

Manfaat Fumigasi

Begitu fumigation dilakukan, ada manfaat yang dapat Anda rasakan. Nah, di bawah ini merupakan masing-maisng manfaat tersebut: 

1. Menurunkan Risiko Penurunan Nilai

Dengan fumigation yang membasmi hama atau serangga yang ada di gudang, kargo, kontainer, atau silo bisa mengurangi risiko terjadinya penurunan nilai komoditas yang tersimpan di dalamnya. Masa penyimpanan komoditas pun akan lebih panjang setelah dilakukan fumigation

2. Memenuhi Persyaratan Ekspor Komoditas

Bagi perusahaan yang mengekspor produknya, fumigation begitu penting karena ini merupakan standar dalam phytosanitary yang ditetapkan negara-negara tujuan ekspor. Fumigation memastikan jika komoditas sudah bebas dari hama atau serangga yang merusak. Anda akan memperoleh sertifikat fumigation setelah proses selesai. 

3. Melindungi Peralatan dari Kerusakan

Fumigation begitu penting untuk alat transportasi seperti kapal, kereta api, pesawat, dan bus. Pasalnya, ini bisa melindungi komponen di dalamnya dari kerusakan karena adanya hama perusak. Nah, jika Anda tidak menginginkan kerusakan pada peralatan, Anda dapat melakukan fumigation bersama Sucofindo.

4 Lokasi yang Sangat Membutuhkan Fumigasi

Selain rumah, fumigation juga perlu di lakukan di tempat-tempat industri. Berikut merupakan diantaranya:

1. Kapal

Fumigation dilakukan untuk membunuh tikus atau serangga yang selalu berada di badan kapal. Ini juga bentuk pemenuhan standar pelayaran dan kegiatan ekspor impor.

2. Gudang

Ruangan ini selalu digunakan untuk menyimpan barang-barang hasil produksi. Fumigation bisa menjaga agar gudang terhindar dari hama perusak. 

3. Kontainer

Hampir serupa dengan kapal, kontainer juga perlu memiliki sertifikat fumigation agar bisa memasuki suatu negara. 

4. Ruang Arsip

Dokumen kertas rawan untuk terkena rayap, kutu, ngengat, atau bahkan jamur. Maka, fumigation perlu dilakukan untuk menjaga kualitas buku agar tetap baik dan bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. 

Dampak Negatif Jika Perusahaan Tidak Melakukan Fumigasi

Setelah mengetahui manfaat dari proses fumigation, kini Anda juga perlu mengetahui dampak apa yang didapatkan apabila tidak melakukan proses fumigation. Dampak tersebut adalah: 

1. Merusak Bangunan

Hama atau serangga bisa merusak bangunan bila Anda tidak merawatnya. Contoh, rayap akan menggerogoti kayu dan membuat bangunan rapuh. Umur bangungan juga akan relatif pendek karena hama ini. Salah satu cara merawat bangunan adalah melakukan fumigasi.

2. Merusak Instalasi Listrik

Hama yang dibiarkan akan dapat mengganggu instalasi listrik atau saluran pipa. Ini bisa memicu bahaya yang lebih besar, seperti terjadinya konsleting yang bisa mengakibatkan kebakaran. 

3. Menurunkan Nilai Komoditas

Hama atau serangga yang tidak dibasmi bisa mengurangi nilai komoditas. Akibatnya, perusahaan bisa mengalami kerugian dan kehilangan profit. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai  layanan pengujian dan analisis dan sektor pertanian. Anda  bisa membaca artikel kami di sini. Jika Anda dan perusahaan Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kami, hubungi dan konsultasikan hal tersebut di sini.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: