ArtikelKonsultasiKesehatanSustainability

Peran SROI dalam Sektor Kesehatan

SROI adalah singkatan dari Social Return on Investment yang merupakan pendekatan untuk mengukur nilai sosial dan dampak social dari suatu kegiatan atau proyek dengan cara yang mirip dengan cara mengukur laba atau investasi finansial (Return on Investment atau ROI) dalam konteks bisnis. Dalam konteks ini, fokus kegiatan tidak hanya pada finansial namun juga pada dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi yang dihasilkan oleh suatu inisiatif. Metode ini mengukur dampak non-finansial dan berupaya mengartikulasikan nilai-nilai tersebut dalam istilah finansial, sehingga memungkinkan para pemangku kepentingan untuk lebih memahami nilai dan efektivitas proyek dan/atau program social.

SROI memiliki penerapan luas, terutama di sektor sosial dan lingkungan. Misalnya, organisasi nirlaba dan program pembangunan sosial sering menggunakan praktik ini untuk menunjukkan nilai sosial dari aktivitas mereka dan membuktikan dampak positif yang dihasilkannya. Perlu diingat bahwa mengukur dampak sosial dengan SROI dapat menjadi tugas yang kompleks dan memerlukan kolaborasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan untuk memahami nilai dan dampak yang dihasilkan oleh sebuah inisiatif.

SROI

SROI di Sektor Kesehatan: Meningkatkan Layanan dan Kesejahteraan

Social Return on Investment merupakan alat pengukuran dampak yang semakin penting, terutama bila diterapkan di sektor Kesehatan. Dalam konteks ini, SROI bukan sekadar pengukuran finansial; hal ini memungkinkan pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk memahami dan mengukur nilai sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari investasi kesehatan. SROI memiliki banyak peran dan manfaat di bidang kesehatan yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan.

  1. Mengukur Efisiensi dan Efektivitas Program Kesehatan: SROI memainkan peran penting dalam mengukur sejauh mana program kesehatan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan mengidentifikasi nilai sosial yang dihasilkan, organisasi pelayanan kesehatan dapat menilai sejauh mana investasi mereka memberikan dampak yang diinginkan. Misalnya, program pencegahan penyakit atau kampanye vaksinasi dapat diukur tidak hanya dari segi kesehatan fisik tetapi juga dampak ekonomi dan sosialnya.
  2. Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan: Dengan mengadopsi SROI, organisasi pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan. Misalnya, melalui analisis SROI, organisasi kesehatan dapat menilai dampak program kesehatan masyarakat pada komunitas rentan dan memastikan bahwa layanan kesehatan lebih mudah diakses dan memberikan nilai maksimal.
  3. Menciptakan Perubahan Sosial Positif: SROI memungkinkan identifikasi dan pengukuran dampak sosial positif yang dihasilkan oleh layanan kesehatan. Dari peningkatan kesehatan mental hingga berkurangnya ketidakhadiran pekerja karena sakit, SROI memungkinkan pemangku kepentingan untuk melihat dampak yang tidak dapat diukur secara langsung melalui metrik kesehatan tradisional.
  4. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Pengukuran SROI di bidang kesehatan tidak hanya focus pada tingkat pemulihan fisik tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. SROI dapat menggambarkan bagaimana investasi kesehatan menghasilkan efek domino yang positif, seperti peningkatan produktivitas di tempat kerja atau penurunan angka kemiskinan karena peningkatan kesehatan.
  5. Mendukung Pengambilan Keputusan yang Berbasis Bukti: Analisis SROI memberikan bukti nyata mengenai dampak investasi kesehatan. Hal ini membantu para pengambil keputusan, baik di tingkat kebijakan atau manajerial, untuk membuat keputusan yang lebih tepat. SROI dapat memandu penentuan alokasi anggaran yang lebih efektif dan memastikan sumber daya digunakan seoptimal mungkin.
  6. Memahami Nilai Ekonomi dan Pencegahan: Seringkali, pelayanan kesehatan berfokus pada penyembuhan penyakit dibandingkan mencegahnya. Dengan SROI, organisasi pelayanan kesehatan dapat mengukur nilai ekonomi dari program pencegahan, memperkuat argumen bahwa investasi dalam pencegahan dapat lebih hemat biaya dalam jangka Panjang dibandingkan dengan biaya penyembuhan penyakit.
  7. Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Transparansi: SROI memerlukan keterlibatan pemangku kepentingan yang kuat, termasuk pasien, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat. Hal ini mendorong transparansi dan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat, menciptakan pemahaman bersama mengenai dampak dan nilai yang dihasilkan oleh program Kesehatan.
  8. Mengukur Dampak Program Kesehatan Masyarakat: SROI dapat menjadi instrumen yang sangat efektif dalam dampak program kesehatan masyarakat. Dalam konteks ini, program seperti kampanye penyuluhan, layanan skrining, atau program kesehatan reproduksi dapat dinilai lebih lanjut berdasarkan nilai sosial dan ekonomi yang dihasilkan.

Penerapan SROI pada sektor kesehatan memberikan manfaat besar dalam memahami nilai sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari investasi kesehatan. Hal ini membantu menciptakan visibilitas yang lebih baik, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan bahwa layanan kesehatan tidak hanya dilihat dari sudut pandang medis tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian, SROI tidak hanya sekadar alat pengukuran, namun juga alat strategis untuk meningkatkan layanan dan kesejahteraan di dunia layanan kesehatan yang terus berkembang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan konsultasi dan Sektor Kesehatan. Anda  bisa membaca artikel kami di sini. Jika Anda dan perusahaan Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kami, hubungi dan konsultasikan hal tersebut di sini.

Artikel Lainnya

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini:

Berita Terkait