KonsultasiKonsultasi

Apa Perbedaan AMDAL, UKL-UPL dan SPPL?

Definisi AMDAL, UKL-UPL dan SPPL

Apakah Anda masih merasa bingung dengan perbedaan AMDAL, UKL-UPL, dan SPPL? Ketiga istilah ini seharusnya sudah sangat familiar bagi para pemilik perusahaan. Mari kita telaah kembali pengertian dan perbedaan masing-masing kategori tersebut.

  1. AMDAL
    AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan adalah kajian mengenai dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan  yang direncanakan pada  lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Dokumen AMDAL sendiri wajib disusun oleh penyelenggara usaha dan/atau kegiatan yang termasuk dalam daftar wajib AMDAL (sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi AMDAL). AMDAL terdiri dari Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).
  2. UKL-UPL
    Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan yang kemudian disingkat menjadi UKL-UPL merupakan panduan pengelolaan lingkungan bagi seluruh penyelenggara suatu usaha dan/atau kegiatan. Namun, skala usaha dan/atau kegiatan yang diwajibkan UKL-UPL relatif kecil dan dianggap tidak memiliki dampak terhadap lingkungan yang besar. Jika kegiatan tidak tercantum dalam daftar wajib AMDAL, maka kegiatan tersebut tergolong dalam UKL-UPL. Namun, dampak lingkungan yang dapat terjadi tetap perlu dikelola untuk menjamin terlaksananya pengelolaan lingkungan yang baik.
  3. SPPL
    SPPL merupakan kependekan dari Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup. SPPL merupakan kesanggupan dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha dan/ atau kegiatannya di luar Usaha dan/atau kegiatan yang wajib amdal atau UKL-UPL. Biasanya dokumen SPPL hanya terdiri dari satu sampai dua lembar (berupa surat pernyataan) hal ini tetap disebut sebagai dokumen lingkungan.

Ketiga istilah ini merupakan jenis dokumen yang harus diajukan untuk mendapatkan Izin Lingkungan (sesuai dengan jenis kegiatan atau usaha yang dilakukan). Untuk mengetahui kategori apa saja yang wajib AMDAL dapat mengkaji kembali sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi AMDAL. Prosedur ini merupakan upaya untuk mencegah atau mengurangi dampak buruk dari usaha dan/atau kegiatan kepada lingkungan hidup di sekitarnya.

Pengendalian Lingkungan
Pengendalian Lingkungan

Tujuan dan Manfaat

Selain definisi dan persyaratannya, AMDAL, UKL-UPL dan SPPL juga memiliki tujuan dan manfaatnya masing-masing yang tentunya dapat memudahkan pelaku usaha.

  1. AMDAL
    Analisis yang dilakukan dapat memberikan masukan supaya setiap perencanaan dilakukan berdasarkankelestarian lingkungan. Kajian demi kajian menjadi acuan penting agar pembangunan tidak merusak atau menyebabkan kerusakan di suatu hari nanti. Izin usaha maupun kegiatan bisa dikeluarkan oleh pihak yang bertanggung jawab setelah melihat apakah kondisinya memungkinkan untuk dilakukan atau tidak. Jika sudah mendapatkan izin maka tidak akan terjadi permasalahan. Pembangunan wilayah dapat memberikan kepuasan bagi orang yang tinggal di sekitarnya. Hal ini menjadi bentuk kebanggaan karena infrastruktur bertambah. Namun, semua itu harus memenuhi analisis lingkungan terlebih dahulu agar tidak menyebabkan kerugian. Terakhir, tujuan membuat analisis dengan bantuan Sucofindo adalah untuk menghasilkan dokumentasi legal dan ilmiah. Ketika harus dihadapkan pada hukum maka salah satu tujuan AMDAL ini dapat menjadi bukti absah serta kuat.
  2. UKL-UPL
    Tujuan dari UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) adalah untuk memastikan bahwa suatu kegiatan atau proyek memiliki dampak yang minimal terhadap lingkungan. UKL-UPL bertujuan untuk mendorong perusahaan atau pelaku usaha untuk mengimplementasikan upaya pengelolaan lingkungan secara proaktif dan memantau dampak lingkungan dari kegiatan mereka. Melalui implementasi ini, perusahaan diharapkan dapat mengurangi dampak negatif kegiatan mereka terhadap lingkungan sekitar. Ini termasuk pengelolaan limbah, penghematan energi, dan penggunaan sumber daya yang efisien. Melalui penerapan UKL-UPL, perusahaan dapat memastikan bahwa kegiatan mereka berkelanjutan secara lingkungan. Dengan mengurangi dampak negatif dan memperhatikan aspek lingkungan, perusahaan dapat membangun pondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis mereka.
  3. SPPL
    SPKPLH digunakan untuk menegaskan komitmen pelaku usaha atau proyek dalam mengelola lingkungan hidup dengan bertanggung jawab dan sering kali menjadi persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha atau proyek sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku. Dengan menyatakan kesanggupan dalam SPKPLH, pelaku usaha atau proyek berkomitmen untuk mengurangi risiko lingkungan yang terkait dengan kegiatan mereka. SPKPLH membantu memastikan bahwa pelaku usaha atau proyek memiliki kesadaran dan komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan konsultasi dan Sektor Pengelolaan Sampah. Anda  bisa membaca artikel kami di sini. Jika Anda dan perusahaan Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kami, hubungi dan konsultasikan hal tersebut di sini.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: