ArtikelKonsultasi

Lingkungan yang Sehat itu Seperti Apa?

Lingkungan yang Sehat itu Seperti Apa?

Indikasi kesehatan lingkungan merupakan tanda atau petunjuk mengenai kondisi kondisi atau kesehatan lingkungan suatu wilayah. Dampak lingkungan terhadap kesehatan manusia dan ekosistem dapat terukur melalui indikasi ini. Beberapa contoh indikasinya adalah:

  1. Kualitas Udara: Kadar atau tingkat kandungan partikel-partikel udara seperti PM2.5, ozon, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan karbon monoksida. Indikator lainnya yang termasuk dalam tingkat polusi udara adalah munculnya bahan kimia beracun dan bau yang tidak biasa.
  2. Kualitas Air: Kadar bahan kimia di air seperti logam berat, pestisida, deterjen, dan bahan kimia lainnya. Kualitas air juga dapat dilihat dari kekeruhan, warna, dan bau.
  3. Kualitas Tanah: Indikasi ini termasuk bahan kimia beracun, logam berat, pestisida, dan kontaminan lainnya yang berada dalam kandungan tanah.
  4. Keberlanjutan lingkungan: Indikasi ini melihat bagaimana sumber daya alam masih dapat dibudidayakan untuk generasi mendatang, seperti tingkat deforestasi, degradasi lahan, dan pelestarian aneka ragam hayati.
  5. Satwa Liar: Status populasi dan habitat satwa liar, termasuk keberadaan spesies yang terancam punah atau terlindungi dapat menjadi indikasi kesehatan lingkungan.
  6. Penyakit Lingkungan: Melihat jumlah kasus penyakit yang berkaitan dengan lingkungan sekitar, seperti infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan oleh polusi karena kontaminasi air dan/atau tanah.
  7. Kualitas Pangan: Mulai dari tingkat pestisida atau bahan kimia lain pada makanan hingga keamanan pangan.
  8. Ketersediaan Air: Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan manusia dan lingkungan.
  9. Perubahan Iklim: Indikasi tingkat curah hujan, cuaca ekstrem, dan perubahan suhu rata-rata yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan ekosistem.
  10. Pengelolaan Limbah: Efisiensi pengelolaan limbah dan K3 dalam kegiatannya.

Dalam upaya melindungi kesehatan manusia dan menjaga lingkungan, memantau dan memahami indikasi kesehatan lingkungan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Dengan mengetahui indikasi-indikasi ini, tindakan preventif dan korektif dapat diambil untuk mengurangi risiko dan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.

Indikasi Kesehatan Lingkungan Area Pertambangan

Khususnya di area pertambangan, kesehatan lingkungan merupakan hal yang sangat penting untuk keberlanjutan kegiatan pertambangan, seperti memantau dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Area pertambangan memiliki beberapa indikasi kesehatan lingkungan yang meliputi:

  1. Kualitas Udara: Proses penggalian dan penggunaan mesin-mesin berat dapat menyebabkan pencemaran udara di area pertambangan jika dilakukan berlebihan, maka dari itu perlu selalu diperhatikan tingkat gas-gas beracun seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia.
  2. Kualitas Air: Air dapat terkontaminasi oleh limbah pertambangan akibat penggunaan bahan kimia dan proses pelarutan mineral. Indikasi kualitas air meliputi kandungan-kandungan logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang tercampur ke dalam air.
  3. Kualitas Tanah: Indikasi kualitas tanah meliputi kandungan logam berat, pH tanah, dan tingkat kesuburan tanah yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan.
  4. Kesehatan Masyarakat: Indikasi kesehatan manusia meliputi tingkat penyakit pernapasan, penyakit kulit, dan masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan eksposur terhadap polusi udara, air, atau tanah yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan.
  5. Pengelolaan Limbah: Untuk menghindari pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah di area pertambangan perlu diperhatikan. Indikasi pengelolaan limbah meliputi metode pembuangan dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan. Salah satu metode untuk mengukur pengelolaan limbah adalah dengan SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan)
  6. Kualitas Pangan: Kualitas dan keamanan pangan juga dapat terpengaruh akibat aktivitas tambang yang mencemari tanah, tanaman, dan hewan ternak.
  7. Perizinan dan Kepatuhan: Dengan regulasi dan peraturan yang sudah semakin ketat, kepatuhan perusahaan tambang terhadap hal ini dapat menjadi indikator sejauh mana kegiatan pertambangan memperhatikan aspek kesehatan dan keberlangsungan lingkungan.

Langkah-langkah preventif dan korektif dalam aktivitas tambang dapat diambil tidak hanya untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia, namun juga memastikan pertambangan beroperasi secara berkelanjutan dan lebih bertanggung jawab.

Risiko Lingkungan Tidak Sehat

Sebaliknya, jika area pertambangan tidak sehat, berbagai risiko dan dampak negatif dapat terjadi bagi lingkungan, masyarakat sekitar, dan pekerja di pertambangan. Beberapa risiko yang dapat muncul adalah:

  1. Pencemaran Udara: Polusi udara yang dapat disebabkan oleh debu aktivitas pertambangan dan penggunaan mesin-mesin berat. Gas beracun seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida berisiko tinggi bagi Kesehatan manusia dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Selain itu, pencemaran udara akibat emisi gas rumah kaca yang berlebihan dapat memiliki dampak memperburuk perubahan iklim secara global.
  2. Pencemaran Air: Sumber air yang diandalkan oleh masyarakat sekitar dapat tercemar karena kontaminasi air oleh logam berat dan bahan kimia lainnya akibat limbah pertambangan dan proses pelarutan mineral. Selain membahayakan bagi manusia, kontaminasi air juga dapat berisiko merusak ekosistem.
  3. Pencemaran Tanah: Tanah yang terkontaminasi dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena tanah yang menjadi tidak subur. Terlebih hal ini dapat menjadi racun bagi manusia dan hewan yang terpapar. Selain itu, aktivitas tambang yang tidak memperhatikan kesehatan lingkungan dapat mengakibatkan degradasi tanah.
  4. Kehilangan Habitat dan Keanekaragaman Hayati: Salah satu risiko yang terjadi jika terdapat pencemaran udara dan/atau tanah adalah flora dan fauna local dapat kehilangan habitat alaminya, yang kemudian mengakibatkan populasi dan keanekaragaman flora fauna menurun.
  5. Risiko Kesehatan Masyarakat: Salah satu risiko terbesar akibat aktivitas tambang yang tidak berkelanjutan dan bertanggung jawab adalah peningkatan risiko Kesehatan masyarakat sekitar. Penyakit pernapasan, penyakit kulit, dan masalah kesehatan lainnya dapat muncul.
  6. Kecelakaan dan Keamanan: Saat perusahaan pertambangan tidak memerdulikan atau menghiraukan perizinan dan peraturan yang berlaku, kecelakaan seperti keruntuhan, kebakaran, dan longsor tanah dapat berpotensi muncul yang tentunya membahayakan pekerjanya.

Baik bagi pelaku usaha pertambangan dan masyarakat, penting untuk selalu menjaga lingkungan area pertambangan. Upaya-upaya seperti mitigasi, pemantauan, dan reklamasi lingkungan yang efektif wajib untuk dilakukan untuk mendukung lingkungan yang sehat dan berkelanjutan serta untuk mengurangi risiko dan menjaga kesehatan manusia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan konsultasi dan Sektor Pertambangan Batubara. Anda  bisa membaca artikel kami di sini. Jika Anda dan perusahaan Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kami, hubungi dan konsultasikan hal tersebut di sini.

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini: