ArtikelSertifikasiPengujianSafety

Keamanan Pangan Dimulai dari Proses: Sistem yang Tidak Bisa Ditawar

Apa yang Dimaksud dengan Keamanan Pangan?

Keamanan pangan adalah upaya memastikan makanan aman dikonsumsi dan bebas dari risiko biologis, kimia, maupun fisik yang dapat membahayakan kesehatan.

Apakah Keamanan Pangan Hanya Ditentukan oleh Bahan Baku?

Tidak. Bahan baku yang baik tetap bisa menghasilkan produk berisiko jika proses produksi, penyimpanan, dan distribusinya tidak terkontrol dengan baik.

Keamanan Pangan Dimulai dari Proses

Dalam industri pangan, keamanan tidak cukup dijaga di tahap akhir. Justru, proses produksi yang terkontrol sejak awal menjadi faktor utama dalam mencegah kontaminasi dan menjaga mutu produk.

Kesalahan kecil seperti sanitasi yang kurang baik, suhu penyimpanan yang tidak sesuai, atau penanganan bahan yang tidak higienis dapat menimbulkan risiko yang tidak selalu terlihat secara kasat mata. Karena itu, pendekatan berbasis proses menjadi kunci utama dalam sistem keamanan pangan.

Apa Itu Food Safety System?

Food Safety System adalah sistem pengendalian yang dirancang untuk memastikan pangan diproduksi secara aman, konsisten, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Sistem ini mencakup:

  • Prosedur produksi yang terstandar
  • Pengendalian risiko kontaminasi
  • Pemantauan proses secara berkala
  • Kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan

Dua sistem yang umum diterapkan dalam Food Safety System adalah Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Mengapa Food Safety System Tidak Bisa Ditawar?

1. Risiko Kontaminasi Tidak Selalu Terlihat

Banyak bahaya pangan, seperti bakteri atau residu kimia, tidak dapat dideteksi hanya dengan melihat produk. Tanpa sistem yang jelas, risiko ini dapat luput dari pengawasan.

2. Proses Menentukan Keamanan Produk

Bahan baku berkualitas tinggi tidak akan menjamin produk aman jika proses pengolahannya tidak higienis atau tidak sesuai standar.

3. Kepercayaan Konsumen Bergantung pada Keamanan

Di era keterbukaan informasi, satu kasus keamanan pangan dapat berdampak besar pada reputasi perusahaan dan kepercayaan pasar.

Peran GMP dan HACCP dalam Keamanan Pangan

Good Manufacturing Practices (GMP) berfungsi sebagai dasar pengelolaan proses produksi pangan yang higienis dan konsisten. GMP mencakup pengaturan fasilitas, peralatan, tenaga kerja, dan dokumentasi proses.

Sementara itu, HACCP berfokus pada identifikasi potensi bahaya dan pengendalian titik kritis dalam proses produksi. Pendekatan ini bersifat pencegahan, sehingga risiko dapat dikendalikan sebelum berdampak pada produk akhir.

Kombinasi GMP dan HACCP membantu pelaku usaha membangun sistem keamanan pangan yang efektif dan berkelanjutan.

Manfaat Food Safety System bagi Pelaku Usaha

Penerapan Food Safety System memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Menjamin keamanan dan mutu produk pangan
  • Memenuhi persyaratan regulasi dan standar pasar
  • Mengurangi risiko penarikan produk
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis

Peran SUCOFINDO dalam Mendukung Keamanan Pangan

Sebagai lembaga independen di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), SUCOFINDO mendukung penerapan Food Safety System melalui layanan pengujian laboratorium, inspeksi, serta audit dan sertifikasi GMP dan HACCP.

Pendekatan berbasis proses ini membantu pelaku usaha memastikan keamanan pangan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Keamanan pangan dimulai dari sistem yang tepat. SUCOFINDO hadir untuk mendukung audit, pengujian, dan sertifikasi keamanan pangan.

Artikel Lainnya

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini:

Berita Terkait