ArtikelPengujian dan AnalisisSertifikasiInspeksi dan audit

EFSA: Memahami Standar Keamanan Pangan Uni Eropa untuk Industri Indonesia

Menembus Pasar Uni Eropa Dimulai dari Kepatuhan terhadap Standar Keamanan Pangan

Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan mendorong berbagai negara menerapkan standar yang semakin ketat, termasuk Uni Eropa. Bagi pelaku industri yang ingin memasarkan produk pangan maupun kemasan pangan ke kawasan tersebut, pemenuhan persyaratan keamanan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan menjadi prasyarat untuk dapat bersaing di pasar global.

Salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam sistem keamanan pangan Uni Eropa adalah European Food Safety Authority (EFSA). Melalui kajian ilmiah yang independen, EFSA menjadi rujukan dalam penyusunan berbagai regulasi terkait keamanan pangan, bahan kontak pangan (food contact materials), hingga proses daur ulang plastik yang digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. (European Food Safety Authority)

Bagi industri Indonesia, khususnya sektor pangan dan kemasan, memahami peran EFSA menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Apa Itu EFSA?

European Food Safety Authority (EFSA) merupakan badan ilmiah independen Uni Eropa yang didirikan pada tahun 2002 untuk memberikan penilaian risiko (risk assessment) terhadap isu-isu yang berkaitan dengan keamanan pangan.

Berbeda dengan lembaga regulator yang menerbitkan izin edar, EFSA tidak memberikan persetujuan terhadap suatu produk. Tugas utamanya adalah melakukan evaluasi ilmiah berdasarkan data dan bukti yang tersedia, kemudian memberikan rekomendasi kepada Komisi Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa sebagai dasar penyusunan kebijakan keamanan pangan. (European Food Safety Authority)

Ruang lingkup kajian EFSA meliputi:

  • Keamanan pangan dan pakan (food and feed safety)
  • Nutrisi
  • Bahan tambahan pangan (food additives)
  • Kontaminan kimia maupun biologis
  • Residu pestisida
  • Kesehatan tanaman dan hewan
  • Material yang bersentuhan dengan pangan (food contact materials)
  • Proses daur ulang plastik untuk kemasan pangan

Pendekatan berbasis sains inilah yang menjadikan standar Uni Eropa dikenal sebagai salah satu standar keamanan pangan paling ketat di dunia.

Mengapa EFSA Penting bagi Industri Indonesia?

Uni Eropa merupakan salah satu tujuan ekspor utama bagi berbagai komoditas Indonesia, seperti kopi, kakao, hasil perikanan, rempah-rempah, produk pangan olahan, hingga kemasan pangan.

Agar produk dapat diterima di pasar tersebut, perusahaan harus mampu menunjukkan bahwa produk maupun proses produksinya memenuhi persyaratan keamanan yang berlaku.

Memahami standar yang digunakan EFSA memberikan berbagai manfaat bagi pelaku industri, antara lain:

  • meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi internasional;
  • memperkuat kepercayaan pembeli dan mitra bisnis;
  • meminimalkan risiko penolakan produk ekspor;
  • meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

EFSA dan rPET: Menilai Proses, Bukan Produknya

Salah satu topik yang semakin mendapat perhatian adalah penggunaan recycled Polyethylene Terephthalate (rPET) sebagai bahan baku kemasan pangan.

Masih banyak yang beranggapan bahwa EFSA memberikan persetujuan terhadap produk rPET. Padahal, EFSA tidak mengevaluasi produk rPET yang telah jadi, melainkan menilai keamanan proses daur ulang yang digunakan untuk menghasilkan material tersebut.

Dalam evaluasinya, EFSA menilai apakah suatu proses daur ulang mampu:

  • menggunakan Suitable Recycling Technology;
  • menghilangkan kontaminan hingga berada pada tingkat yang aman;
  • menggunakan bahan baku PET pascakonsumsi yang sesuai untuk aplikasi pangan;
  • menerapkan sistem pengendalian mutu secara konsisten;
  • menghasilkan material yang aman digunakan sebagai food contact material.

Apabila proses tersebut memenuhi persyaratan ilmiah, hasil evaluasi EFSA menjadi dasar bagi otoritas Uni Eropa dalam proses otorisasi sesuai regulasi yang berlaku. Dengan demikian, yang dinilai bukanlah merek atau produk rPET, melainkan kapabilitas proses daur ulangnya dalam menghasilkan material yang aman untuk kontak dengan pangan. (EFSA Journal)

Peran SUCOFINDO dalam Mendukung Verifikasi Proses rPET Indonesia

Dalam mendukung pengembangan industri daur ulang plastik nasional, PT SUCOFINDO (PERSERO) melalui koordinasi dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berperan melakukan verifikasi kesesuaian proses produksi rPET pada fasilitas daur ulang di Indonesia.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa proses produksi telah memenuhi persyaratan teknis yang dibutuhkan sebagai bagian dari dokumen pendukung dalam pengajuan evaluasi kepada EFSA.

Ruang lingkup verifikasi yang dilakukan meliputi:

  • Verifikasi teknologi daur ulang, termasuk memastikan teknologi yang digunakan merupakan Suitable Recycling Technology yang sesuai untuk menghasilkan rPET food grade.
  • Verifikasi bahan baku (input material), yaitu memastikan material yang diproses berasal dari kemasan bekas makanan dan minuman (post-consumer food-grade PET) sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Verifikasi penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) guna memastikan proses produksi dijalankan secara konsisten dan terkendali.
  • Verifikasi implementasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan meminimalkan potensi bahaya yang dapat memengaruhi keamanan material hasil daur ulang.

Hasil verifikasi tersebut menjadi salah satu dokumen pendukung yang dapat digunakan oleh pelaku industri dalam melengkapi proses pengajuan evaluasi kepada EFSA. Verifikasi yang dilakukan secara independen memberikan keyakinan bahwa proses produksi telah memenuhi persyaratan teknis yang relevan sehingga mendukung proses penilaian sesuai ketentuan Uni Eropa. (EFSA Journal)

Layanan SUCOFINDO Mendukung Industri Pangan dan Kemasan

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification, and Consulting (TICC), SUCOFINDO menyediakan layanan yang membantu industri memenuhi berbagai persyaratan mutu dan keamanan, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Layanan tersebut meliputi:

Pengujian Laboratorium

Pengujian terhadap berbagai parameter keamanan dan mutu, seperti:

  • cemaran mikrobiologi;
  • logam berat;
  • residu pestisida;
  • kandungan nutrisi;
  • parameter kimia dan fisika;
  • serta pengujian lain sesuai standar dan regulasi yang berlaku.

1. Inspeksi dan Verifikasi

Layanan inspeksi dan verifikasi membantu memastikan bahan baku, proses produksi, fasilitas, hingga rantai pasok memenuhi persyaratan teknis dan standar mutu.

2. Sertifikasi

SUCOFINDO juga menyediakan berbagai layanan sertifikasi sistem manajemen maupun sertifikasi produk yang mendukung peningkatan daya saing industri.

3. Konsultansi

Melalui layanan konsultansi, SUCOFINDO membantu perusahaan meningkatkan sistem pengendalian mutu, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesiapan menghadapi persyaratan pasar global.

Mendukung Industri Indonesia Menuju Pasar Global

Keamanan pangan dan keamanan material kontak pangan kini menjadi bagian penting dalam perdagangan internasional. Memahami peran EFSA serta menerapkan proses produksi yang memenuhi standar internasional akan membantu industri meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas peluang ekspor.

Melalui kompetensi di bidang Testing, Inspection, Certification, and Consulting (TICC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen mendukung industri nasional dalam memastikan kualitas, keamanan, dan kepatuhan proses produksi terhadap berbagai standar internasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing produk Indonesia, termasuk produk berbasis recycled PET (rPET), sehingga mampu bersaing di pasar global dengan tetap mengedepankan aspek keamanan pangan dan keberlanjutan.

Artikel Lainnya

Suka dengan apa yang Anda baca?
Bagikan berita ini:

Berita Terkait