COP 27: SUCOFINDO Siap Mendukung Implementasi Karbon Biru Indonesia berbasis Nature Based Solutions dengan Layanan Jasa Monitoring dan Audit

Sabtu, 19 November 2022 | 12:04


COP 27: SUCOFINDO Siap Mendukung Implementasi Karbon Biru Indonesia berbasis Nature Based Solutions dengan Layanan Jasa Monitoring dan Audit

JAKARTA, 19/11 - PT SUCOFINDO berpartisipasi aktif mendukung program Pemerintah Indonesia melakukan upaya mitigasi perubahan iklim melalui layanan jasa monitoring dan audit berbasis Nature Base Solutions (NBS). Hal ini sejalan dengan dokumen NDC (Nationally Determined Contribution) dan misi perhelatan Conference of The Parties ke-27 (COP 27), yang terlaksana di Mesir. Penerapan prinsip NBS juga sesuai dengan Peraturan Presiden No. 73 tahun 2012: Rencana Strategis Nasional Ekosistem Mangrove.

“Pada COP 27, SUCOFINDO mengusulkan penyediaan jasa monitoring dan audit. Layanan monitoring kami didukung oleh teknologi mutakhir dengan menggunakan pemindaian cepat. Nantinya, monitoring tersebut mampu memberikan gambaran akurat mengenai kondisi real lapangan proyek dengan light detection and ranging,” kata Direktur Komersial PT SUCOFINDO Darwin Abas.

Sedangkan untuk layanan audit, Darwin menambahkan bahwa PT SUCOFINDO memiliki layanan audit berbasis ISO 17029, ISO 14065:2020 dan ISO 14064-Series. “Layanan ini meliputi validasi dan/atau verifikasi informasi lingkungan hidup terkait perencanaan dan/atau kinerja keberhasilan kegiatan rehabilitasi dan/atau konservasi hutan dan mangrove,” kata Darwin.

Darwin optimis melalui layanan monitoring dan audit PT SUCOFINDO mampu mendukung klaim keberhasilan investasi proyek karbon biru berbasis NBS yang dilakukan oleh perusahaan BUMN dan Swasta. “Penerapan prinsip NBS dalam karbon biru mampu menjaga kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Darwin.

Selanjutnya, pada sesi talk show, Deputi Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hardiati turut menjelaskan target pengembangan proyek karbon biru Indonesia berbasis Nature Base Solutions (NBS). “Program rehabilitasi mangrove mampu memajukan kesejahteraan ekologi dan sosial ekonomi, serta memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim Nasional dan global. Indonesia menargetkan mampu merehabilitasi sebanyak 600.000 hektar kawasan mangrove dengan menggunakan 3 (tiga) pendekatan, yakni restorasi, intensifikasi, dan konservasi,” ujar Nani dalam paparannya.

Nani juga menambahkan bahwa proyek karbon biru sedang dikembangkan dengan mekanisme keuangan baru. Selain itu, beberapa investasi dan mekanisme kemitraan diperlukan selama periode tertentu untuk memastikan setiap aspek berjalan termasuk Monitoring, Reporting, dan Verification (MRV). Identifikasi dalam pengembangan kemitraan karbon biru telah dilakukan melalui: analisis dan penelitian valuasi ekonomi karbon mangrove; pengembangan kebijakan dan instrumen kunci untuk pembiayaan karbon biru; serta peningkatan kapasitas untuk penilaian karbon biru dan kesiapan pembiayaan karbon biru.

Direktur Regional Bank Dunia untuk Asia Timur Pasifik, Benoît Bosquet juga hadir dalam talk show tersebut. Benoît menyampaikan Indonesia merupakan rumah bagi stok karbon biru yang sangat besar, sehingga perlu intensifikasi upaya konservasi.

Selanjutnya, Benoît menyampaikan bahwa Bank Dunia bangga menjadi salah satu mitra Indonesia yang mendukung upaya restorasi, pelestarian, dan intensifikasi mangrove. “Bank Dunia berharap Indonesia dapat mencapai tujuan Nationally Determined Contribution (NDC), berkontribusi aktif dalam penanggulangan global dan meningkatkan penghidupan bagi masyarakat pesisir,” kata Benoît.

OPTIMALISASI DANA TJSL UNTUK PROGRAM IKLIM DAN LINGKUNGAN

Selain menginisiasi jasa monitoring dan audit untuk mendukung realisasi karbon biru, Direktur Komersial PT SUCOFINDO Darwin Abas memaparkan mengenai optimalisasi dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk program iklim dan lingkungan sebagai alternatif pembiayaan dan kemitraan, melalui paparan ESG Financing: TJSL funds trend and mainstreaming as alternative funding for environmental program on mangrove rehabilitation and/or conservation.

PT SUCOFINDO menganalisis potensi dana TJSL pada 15 perusahaan BUMN dan swasta di sektor perbankan dan non-perbankan selama 3 tahun terakhir (2019-2021) sebagaimana yang diungkap pada Laporan Keberlanjutan. Total dana TJSL yang terhimpun rata-rata sekitar 159 Juta USD setiap tahun.  Penggunaan dana TJSL untuk mendukung program lingkungan sekitar 17%.

Darwin menambahkan bahwa hal ini dapat ditingkatkan untuk program iklim dan lingkungan serta menjadikannya sebagai strategi Environmental, Social, and Government (ESG) perusahaan dalam mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia tahun 2030. Selain itu, diperlukan perbaikan perencanaan program mangrove dengan prinsip NBS (Nature Base Solutions) untuk meningkatkan kemanfaatan aspek sosial dan ekologi seperti penyerapan karbon dan ketahanan masyarakat.

“Ke depannya, SUCOFINDO sebagai Lembaga Pengujian, Inspeksi dan Sertifikasi menyambut kolaborasi berbagai pihak baik di Indonesia maupun internasional dalam upaya mempromosikan projek NBS, serta mengembangkan ekosistem karbon biru di Indonesia,” kata Darwin.

Sebelumnya, PT SUCOFINDO turut serta dalam perhelatan COP 26, yang terlaksana di Glassglow tahun 2021. PT SUCOFINDO memberi gagasan mengenai layanan Greenport dan Smartport. “Pada jasa ini SUCOFINDO memastikan pelabuhan untuk memenuhi Green Port Guideline dalam rangka pengembangan pelabuhan berkelanjutan (Sustainable Port / Eco Port), serta dalam layanan Smart port diharapkan pelabuhan dapat meningkatkan produktivias dan efisien dalam proses bisnis,” kata Kepala Strategic Business Unit Sertifikasi dan Eco Framework PT SUCOFINDO Budi Utomo.

Tentang SUCOFINDO

PT SUCOFINDO (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. Sebagai BUMN, Pemerintah Indonesia merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 95 persen

Bisnis SUCOFINDO bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Kemudian SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, assessment, konsultansi, pelatihan, dan berbagai kegiatan penunjang terkait, di antaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan  terbarukan, dan teknologi informasi.

SUCOFINDO memiliki 66 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. Jaringan laboratorium yang luas menyediakan layanan dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia.

                                                                                          -----                                                    

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

 

PT SUCOFINDO (Persero)

 

Email                   : humas@sucofindo.co.id

Telepon              : +62 21 798 3666

Faksimili            : +62 21 798 3888

Informasi ini tersedia di www.SUCOFINDO.co.id