Tidak Uji Pangan Akan Dikenakan Sanksi? Simak Hal Berikut Mengenai Pengujian Makanan!

Selasa, 08 November 2022 | 14:22


Kasus keracunan makanan di Indonesia sering dijumpai karena kurangnya kepedulian dalam menyikapi Keamanan Pangan. Sebenarnya hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2012 mengenai Pangan yang menyatakan Keamanan Pangan merupakan sebuah kondisi yang diperlukan untuk mencegah pangan dari pencemaran yang membuat kesehatan manusia terganggu serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Namun dewasa ini, masyarakat telah cukup kritis dalam memilih mutu pangan yang dikonsumsi. Mereka lebih memperhatikan produk pangan yang dikonsumsi dapat berdampak baik pada kesehatannya. Masyarakat telah cukup waspada dalam memilih makanan yang utuh, aman, sehat, dan bergizi sehingga kepedulian akan pengaturan pangan sangat dibutuhkan demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam mengkonsumsi pangan. 

Adapun beberapa tuntutan manusia terhadap pangan sesuai dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Semakin tinggi  tingkat kesejahteraan semakin kompleks tuntutan yang diajukan. Secara umum tuntutan manusia tersebut sebagai berikut: 

  1. Food Secure (jumlah) 

  2. Food Safety (kesehatan) 

  3. Food Nutrition (aktivitas) 

  4. Food Palatability (cita rasa) 

  5. Food Functionality (kebugaran) 

Dinyatakan pula dalam Undang-Undang  Nomor  8  Tahun  1999  tentang  Perlindungan  Konsumen yang menyatakan pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar. Produsen dilarang memakai bahan berbahaya dalam pangan sebagaimana tertuang pada Pasal  13 dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2013 dan Nomor 43 tahun 2013 dan bagi produsen yang melanggar akan mendapatkan  sanksi administrasi  yang  meliputi:  

  1. Peringatan  tertulis;

  2. Penghentian  sementara  kegiatan;

  3. Rekomendasi  pencabutan  izin; 

  4. Pencabutan  izin  usaha;

  5. Tindakan  lain  sesuai dengan peraturan perundangan-undangan.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, sebaiknya perusahaan kamu sebagai produsen pangan dapat melakukan pengujian makanan sesuai dengan baku mutu bahan dan produk pangan yang aman bagi konsumen. Sekarang saatnya kamu mempercayakan pengujian pangan kepada Laboratorium SUCOFINDO!

Kami akan memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi syarat dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan konsumen sehingga mengurangi mengurangi risiko ditariknya produk dari pasar yang dapat mengakibatkan pengeluaran biaya yang besar, kami juga akan memelihara reputasi perusahaan di mata pelanggan karena produk yang beredar memenuhi standar keamanan, serta akan memastikan bahwa produk memenuhi kualitas dan regulasi yang berlaku, baik nasional maupun internasional.

Analisa produk pangan yang ditawarkan SUCOFINDO meliputi:

  1. Analisa Kimia Nutrisi;

  2. Analisa Bahan Tambahan Pangan;

  3. Analisa Cemaran Pangan;

  4. Analisa Zat/Bahan Terlarang.

Apa sih yang kamu dapatkan jika melakukan pengujian di SUCOFINDO? Kami akan melakukan pengujian sesuai dengan regulasi nasional dan internasional atau persyaratan internal customer seperti pengujian bahan baku sebelum proses produksi, pengujian selama produksi, pengujian produk jadi (finished product). Dipastikan kami akan menganalisa kandungan produk dan pengujian fisik, mekanik, serta safety produk sampai penerbitan laporan atau sertifikat.

Tertarik melakukan pengujian pangan perusahaan kamu kepada kami? Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jasa ini? Silakan menghubungi Customer Service (08118910222) kami melalui Whatsapp atau klik gambar di bawah ini, ya!

Author: FD