Kenalan dengan Sistem Proteksi Kebakaran Aktif!

Jumat, 16 September 2022 | 17:42


Kebakaran merupakan proses oksidasi yang melibatkan bahan bakar yang mudah terbakar, oksigen yang cukup, dan sumber energi atau panas. Kebakaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, tidak terkecuali di bangunan gedung. Kebakaran yang sering terjadi pada bangunan gedung akan berdampak kepada kerugian baik material maupun non material.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran terutama pada bangunan gedung, pemerintah telah mengaturnya dalam beberapa regulasi antara lain:

  1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung

  2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan

  3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan

  4. Permenaker No. INS.11/M/BW/1997 tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran

Dalam pembangunan gedung, sistem proteksi sudah dimulai perencanaannya saat gedung akan dibangun regulasi  telah mengatur untuk dibuatnya sistem proteksi pasif dan sistem proteksi aktif. Sistem proteksi pasif merupakan sistem proteksi kebakaran yang dipersiapkan sejak awal perencanaan bangunan gedung, seperti pemilihan bahan-bahan atau komponen konstruksi yang tahan api, pemilihan bahan interior yang mempunyai resistensi tahan terhadap api, partisi penghalang asap dan api, dan jalur evakuasi. Sedangkan sistem proteksi aktif merupakan sistem proteksi kebakaran yang terdiri dari sistem pendeteksi asap dan panas, sprinkler, hydrant, dan apar.

Nah SuperSCI, jadi semakin tahu ya? Bahwa sistem proteksi kebakaran terbagi dua yaitu sistem pasif dan aktif.

Fokus pada Sistem Perlindungan Kebakaran Aktif

Fungsi utama sistem proteksi kebakaran adalah untuk mendeteksi dan memadamkan api. Ada banyak metode deteksi kebakaran seperti deteksi api, deteksi asap, deteksi gas dan deteksi panas. Ini terutama tergantung pada jenis bahan bakar dan sumber panas di lokasi pemasangan. Sedangkan sistem perlindungan terhadap kebakaran adalah bertujuan untuk memadamkan nyala api, segitiga api menjadi dasar bagi semua metode pencegahan dan pemadaman kebakaran. Jika salah satu sisi segitiga api dihilangkan, api tidak akan ada muncul.

Sistem perlindungan aktif terbagi atas dua jenis, yaitu:

  1. Proteksi Kebakaran Aktif Manual : Alat pemadam api manual membutuhkan intervensi manusia untuk mengendalikan atau memadamkan api, misalnya melalui APAR (alat pemadam api ringan) atau selimut api (fire blanket).

  2. Proteksi Kebakaran Aktif Otomatis : Sistem secara otomatis mendeteksi dan memadamkan api, seperti sistem sprinkler dan sistem pemadam gas. Sistem sprinkler dan APAR membantu memperlambat pertumbuhan api sampai petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Sistem proteksi kebakaran yang sudah terpasang di dalam bangunan gedung diperlukan pengecekan berkala terhadap sistem proteksi kebakaran tersebut yang dibuktikan dengan terbitnya Surat Keterangan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Sucofindo didukung oleh pegawai yang profesional dan memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia siap membantu kebutuhan Bapak/Ibu dalam melakukan pemeriksaan proteksi kebakaran peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Butuh jasa Pemeriksaan Sistem Proteksi Kebakaran di gedung Anda? Hubungi kami melalui Whatsapp (08118910222) atau klik gambar di bawah ini!