Mau ekspor kayu? Jangan lupa siapkan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK)

Senin, 08 Agustus 2022 | 11:54


SuperSCI, tau gak sih apa itu SVLK?

SVLK merupakan sistem pelacakan yang disusun secara multi stakeholder untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia. Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dikembangkan untuk mendorong implementasi peraturan pemerintah yang berlaku terkait perdagangan dan peredaran hasil hutan yang legal di Indonesia dan mulai berlaku sejak 1 September 2009.

Adapun pihak-pihak terkait SVLK antara lain:

  1. Kementerian Kehutanan dalam hal ini  sebagai pembuat kebijakan, fungsi pembinaan, menetapkan LP-PHPL atau LV-LK, unit pengelola informasi VLK

  2. Komite Akreditasi Nasional, yaitu sebegai badan akreditasi terhadap LP-PHPL dan LV-LK

  3. LP-PHPL & LV-LK yaitu melakukan penilaian kinerja PHPL dan/atau melakukan verifikasi legalitas kayu berdasarkan sistem dan standar yang telah ditetapkan pemerintah

  4. Auditee (Unit Management), yaitu pemegang izin atau pada hutan hak yang berkewajiban memiliki sertifikat PHPL (S-PHPL) atau Sertifikat Legalitas Kayu (S-LK)

  5. Pemantau Independen; masyarakat madani baik perorangan atau lembaga yang berbadan hukum Indonesia, yang menjalankan fungsi pemantauan terkait dengan pelayanan publik di bidang kehutanan seperti penerbitan S-PHPL/S-LK

Kenapa SVLK diperlukan?

Gini SuperSCI, Sistem verifikasi legalitas kayu diterapkan di Indonesia untuk memastikan agar semua produk kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia memiliki status legalitas yang meyakinkan. Konsumen di luar negeri pun tidak perlu lagi meragukan legalitas kayu yang berasal dari Indonesia. Unit manajemen hutan tidak khawatir hasil kayunya diragukan keabsahannya. Industri berbahan kayu yakin akan legalitas sumber bahan baku kayunya sehingga lebih mudah meyakinkan para pembelinya di luar negeri.

Apa Manfaat SVLK?

SVLK membangun suatu alat verifikasi legalitas yang kredibel, efisien dan adil sebagai salah satu upaya megatasi persoalan pembalakan liar, kemudian SVLK juga memberi kepastian bagi pasar di Eropa, Amerika, Jepang, dan negara-negara tetangga bahwa kayu dan produk kayu yang diproduksi oleh Indonesia merupakan produk yang legal dan berasal dari sumber yang legal serta dapat memperbaiki administrasi tata usaha kayu hutan secara efektif.

Tujuanya SVLK apa sih?

Beberapa tujuan dari SVLK diantaranya:

  • Membangun suatu alat verifikasi legalitas yang kredibel, efisien dan adil sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan pembalakan liar.

  • Memperbaiki tata kepemerintahan (governance) kehutanan Indonesia dan untuk meningkatkan daya saing produk kehutanan Indonesia.

  • Meningkatkan daya saing produk perkayuan Indonesia

  • Mereduksi praktek illegal logging dan illegal trading

  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

SVLK mempunyai 3 prinsip, yaitu:

  1. Tata Kelola Kehutanan yang baik (Governance)

  2. Keterwakilan (Representative)

  3. Transparansi/keterbukaan (Credibility)

Untuk Sucofindo sendiri adalah sebagai LP-PHPL & LV-LK tentunya sudah terakreditasi oleh KAN, jadi jika SuperSCI ingin mengetahui lebih jauh dan berkonsultasi terkait SVLK dapat menghubungi kami yah. Sucofindo memiliki 80 titik layanan di seluruh Indonesia, jadi semakin dekat dengan SuperSCI.

Butuh jasa SVLK? Hubungi kami melalui Whatsapp (08118910222) atau klik gambar di bawah ini!