LPG TIDAK BERWARNA DAN BERBAU, KENAPA TETAP TERCIUM SAAT BOCOR?

Jumat, 10 Desember 2021 | 08:28


Jakarta, 3/12Bisnis.com, Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan salah satu bahan bakar yang jamak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. LPG sejatinya tidak memiliki bau, tetapi kenapa tetap tercium saat bocor?

Technical Inspector For Oil & Gas SBU HMPM PT Sucofindo (Persero) Bramono Prabowo membagikan jawabannya saat menjadi pemateri pada Experts Talk Sucofindo, Jumat (3/12/2021).

Dia menjelaskan bahwa LPG adalah campuran hidrokarbon yang kompleks, serta dapat dicairkan pada tekanan tertentu. LPG juga diperoleh dari pemisahan gas alam hasil pengolahan kilang dari minyak bumi. Biasanya, dari 1 barel minyak bumi atau sekitar 159 liter minyak, hanya menghasilkan 5–6 liter LPG.

LPG, kata dia, didominasi oleh dua zat penting, yakni propana dan butana. Keduanya memiliki sifat tidak berwarna dan tidak berbau. Akan tetapi, sebelum digunakan masyarakat, LPG lebih dulu dicampur dengan zat ethyl mercaptan.

“Yang selama ini dijual di pasaran itu sudah dicampur atau diinjeksi dengan ethyl mercaptan, sehingga kalau bocor, terlebih dulu kita cium baunya dan bisa mendeteksi kebocoran,” katanya saat webinar, Jumat (3/12/2021).
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa bahan campuran itu memudahkan masyarakat mengetahui bila terjadi kebocoran. Secara khusus, dia memberikan sejumlah langkah keselamatan saat menangani penggunaan LPG, termasuk di rumah tangga.

Pertama, tidak menyalakan api, baik melalui korek maupun pemantik lainnya saat terjadi situasi tersebut. Kedua, LPG memiliki sifat lebih berat dari udara.
“Bila terjadi kebocoran, buka semua ventilasi dalam ruangan,” terangnya.

Kemudian, dia juga menyarankan agar menggunakan air sabun untuk mencari daerah tabung gas yang bocor, termasuk untuk memeriksa tangki. Dia melarang mencari kebocoran di tabung gas LPG dengan korek api.

Selain itu, dia juga melarang penanaman rumput maupun sampah di sekitar tangki. Pasalnya, apabila terjadi kebocoran, LPG akan akan berada di sela-sela rumput. Bila tidak berhati-hati, gas tersebut bisa tersulut saat korek dinyalakan, atau saat membakar sampah.

“Jangan biarkan rumput atau sampah tumbuh di dekat tangki penyimpanan,” terangnya.

 

Tentang SUCOFINDO

PT SUCOFINDO (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. Sebagai BUMN, Pemerintah Indonesia merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 95 persen.

Bisnis SUCOFINDO bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Kemudian SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, assessment, konsultansi, pelatihan, dan berbagai kegiatan penunjang terkait, di antaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan  terbarukan, dan teknologi informasi.

SUCOFINDO memiliki 66 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. Jaringan laboratorium yang luas menyediakan layanan dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia.

                                                                                                     -----

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

PT SUCOFINDO (Persero)

Divisi Sekretariat Perusahaan

Telepon              : +62 21 798 3666

Faksimili            : +62 21 798 3888

Email                  : humas@sucofindo.co.id

Informasi ini tersedia di www.SUCOFINDO.co.id