6 Tips Memilih Mainan yang Aman dan Ramah Lingkungan

Selasa, 07 September 2021 | 14:19


Mainan merupakan sarana bagi anak-anak untuk mendapatkan hiburan dan edukasi. Namun para orang tua haruslah selektif dalam memilih mainan untuk anak. Tentunya mainan yang  dari segi kesehatan dan keamanan sangat diperlukan bagi anak-anak. Selain memperhatikan  aspek kesehatan dan keamanan, orang tua perlu juga memperhatikan mainan yang ramah bagi lingkungan. 

Kebanyakan mainan anak diproduksi dari bahan berdasar plastik. Alangkah baiknya jika produsen mainan membuat terobosan dengan menyediakan bahan baku yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang. 

Nah, untuk lebih jelasanya seputar mainan anak yang aman dan ramah lingkungan, di bawah ini akan dijelaskan beberapa cara mengetahui mainan yang aman bagi anak. Salah satunya dengan memperhatikan label Standar Nasional Indonesia (SNI).


Tips Memilih Mainan Anak
Ada beberapa cara mengetahui mainan anak yang aman bagi kesehatan anak dan ramah lingkungan 

1.    Perhatikan barcode SNI yang tertera pada mainan

SNI adalah sertifikat Standar Nasional Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Mainan yang telah memiliki barcode SNI dipastikan telah memenuhi standar dari pemerintah. 
Dalam menetapkan sertifikasi SNI mainan anak, BSN memiliki empat poin yang menjadi dasar penyusunan. Pertama, mainan wajib terbebas dari unsur kimia tertentu, Kedua,  bentuk yang berkaitan dengan keamanan mainan, Ketiga, kelistrikan untuk mainan yang menggunakan daya baterai, Keempat, kandungan pewarna zat Azo pada mainan anak berbahan kain.


Selain itu mainan yang telah bersertifikat SNI telah diuji beberapa aspek keamanannya.  Yakni aspek keamanan yang berhubungan dengan fisik dan mekanis. Kedua, aspek keamanan terkait sifat bahan mudah terbakar. Ketiga, keamanan soal migrasi unsur tertentu. Keempat, aspek keamanan dari mainan yang digunakan di dalam maupun di luar ruang seperti ayunan, seluncuran, dan mainan sejenisnya.

2.    Perhatikan apakah ada simbol atau logo daur ulang (recycle) 

Memilih mainan dengan bahan dasar yang bisa didaur ulang sangat disarankan. Seperti material kayu, bioplastik, wol, dan material alam organic lainnya. Lalu hindari mainan yang mengandung bebas PVC, timah, BPA, dan phtaletes.

Bahan utama mainan menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebaiknya Anda mencari dan memilih mainan dengan bahan dasar seperti kayu solid (tanpa proses yang mengandung bahan berbahaya untuk anak), tekstil organik seperti wol, kapas, felt, dan sebagainya. 

3.    Perhatikan label mainan

Mengecek label mainan sangat penting dilakukan. Tujuannya adalah mengetahui bahan apa saja yang dipakai dalam membuat mainan. Apalagi saat ini banyak mainan yang terbuat dari bahan plastik. Nah, Anda bisa mengecek apakah bahan plastik itu aman atau tidak dari label yang ada. Jika ada keterangan bahan yang digunakan dan telah dinyatakan aman, bolehlah Anda pertimbangkan untuk membeli mainan tersebut.

4.    Memilih mainan yang awet atau tahan lama

Mainan yang berkualitas tinggi memang sedikit lebih banyak merogoh kocek. Namun jika sang anak telah dewasa, mainan dapat diberikan kepada adik atau orang lain. Biasanya mainan yang awet dan tahan lama telah mendapatkan sertifikasi dan label keamanan.  

5.         Memilih Produk Lokal

Dengan memilih produk lokal, kita akan berkontribusi mengurangi pencemaran emisi gas buang. Sebaliknya jika memilih produk impor, semakin jauh produk impor tersebut berasal, maka semakin tinggi pula emisi gas buang yang dikeluarkan untuk mengirim mainan itu. Hal itu tentu tidak ramah lingkungan.


6.    Mainan Multifungsi


Memilih mainan multifungsi tentunya akan menghemat uang Anda karena tidak terlalu banyak membeli mainan. Contohnya mainan blok kayu. Selain ramah lingkungan, mainan multifungsi ini merangsang kreatifitas anak.

Layanan Sertifikasi Mainan Anak Sucofindo


Pemerintah mendukung penuh tentang keamanan pada produk mainan anak yang beredar di pasaran. Pemerintah pun sangat serius dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari mainan yang memiliki kandungan berbahaya serta tidak mememuhi standar keamanan. 


Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Kementerian Perindustrian. Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 29 Tahun 2018 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-Ind/PER/4/2013 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Secara Wajib. PT Sucofindo (Persero) memiliki layanan sertifikasi mainan anak. Pelaku Industri Kecil dan Menengah di bidang mainan anak bisa melakukan sertifikasi SNI di Sucofindo.

Adapun layanan sertifikasi SNI di Sucofindo memiliki beberapa tahapan yaitu : Pertama, Permohonan Sertifikasi SNI Mainan diajukan oleh Pemohon kepada Sucofindo dengan melampirkan spesifikasi produk. Kedua, melengkapi dan melampirkan persyaratan administrasi di Sucofindo.Ketiga tim Sucofindo akan mendatangi perusahan untuk mengambil sampling produk. Tim hanya mengambil sample untuk diuji, tidak semua produk. Kemudian sample akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Setelah dinyatakan lolos, Sucofindo akan mengeluarkan rekomendasi. Sertifikat SNI akan dikeluarkan oleh LSPRo Sucofindo. 

Ingin produk mainan mendapatkan sertifikat SNI? Anda dapat menghubungi customer service Sucofindo melalui email (customer.service@sucofindo.co.id), telepon (021-7983666 #11616, 1124) maupun chat di website Sucofindo.