Pentingnya Sertifikasi Mainan Anak

Rabu, 01 September 2021 | 11:06


Mainan anak yang beredar di pasaran sangat penting untuk dilihat standar kualitasnya. Dengan adanya sertifikat standar kualitas, mainan tersebut telah diuji coba dan dijamin aman bagi anak. Antara lain aman dari sisi bahan dasar, zat pewarna, bahan kimia, hingga aspek kelistrikan di dalam mainan.

Definisi mainan anak telah diatur secara tegas oleh pemerintah. Mainan yang dikategorikan mainan anak adalah setiap produk atau material yang dirancang atau dengan jelas diperuntukkan penggunaannya oleh anak dengan usia 14 tahun ke bawah. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 111/M-Ind/PER/12/2015, bahwa SNI mainan anak yang diwajibkan ini adalah mainan untuk umur 14 tahun ke bawah.

Pemerintah pun mendukung penuh standarisasi kualitas pada mainan anak yang beredar di pasaran. Pemerintah sangat serius dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari mainan yang memiliki kandungan berbahaya serta tidak mememuhi standar keamanan.

Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Kementerian Perindustrian. Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian 29 Tahun 2018 tentang perubahan ketiga atas  Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-Ind/PER/4/2013 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Secara Wajib.

Dengan adanya pemberlakuan SNI mainan secara wajib, pemerintah berharap memiliki kontrol terhadap mainan yang beredar dipasaran. Apalagi mainan yang beredar di pasaran bukan hanya produk lokal, juga mainan impor cukup marak dan membanjiri pasar dalam negeri. Untuk itu dengan adanya penerapan SNI bagi mainan anak, mainan impor akan secara selektif tersortir, mana yang layak dan tidak layak, aman dan tidak aman. Dengan kata lain mainan yang memenuhi standar sajalah yang bisa masuk ke Indonesia. Ini juga berlaku bagi mainan yang diproduksi oleh produsen dalam negeri.

Contoh Sertifikasi Mainan Anak (SNI)

Dikutip dari laman resmi Badan Standarisasi Nasional (BSN), ada lima jenis SNI berkenaan dengan keamanan dan keselamatan mainan anak. Aturan SNI tersebut yaitu :

(1) SNI ISO 8124-1:2010, Keamanan Mainan – Bagian 1: Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis,

(2) SNI ISO 8124-2:2010, Keamanan Mainan – Bagian 2: Sifat mudah terbakar,

(3) SNI ISO 8124-3:2010, Keamanan Mainan – Bagian 3: Migrasi unsur tertentu,

(4) SNI ISO 8124-4:2010, Keamanan Mainan – Bagian 4: Ayunan, seluncuran dan mainan aktivitas sejenis untuk pemakaian di dalam dan di luar lingkungan tempat tinggal, dan

 (5) SNI IEC 62115:2011, Mainan elektrik – Keamanan.

BSN selaku lembaga pemerintah yang mengurusi kegiatan standarisasi secara nasional memiliki empat poin penting dalam penyusunan SNI. Pertama, mainan wajib terbebas dari unsur kimia tertentu. Kedua, soal bentuk yang berkaitan dengan keamanan mainan. Ketiga, soal kelistrikan untuk mainan yang menggunakan daya baterai. Terakhir, soal kandungan pewarna zat Azo pada mainan anak berbahan kain.

Penerapan kebijakan SNI dilakukan juga karena maraknya mainan lokal dan impor yang mengandung logam berat. Di mana logam berat tertentu sangat berbahaya bagi kesehatam anak. Selain melindungi anak-anak dari logam berbahaya tertentu, penerapakan kebijakan SNI mendorong tumubuhnya daya saing industri mainan anak.

Penerapan SNI untuk mainan anak ini dapat meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan penerapan standar mutu tertentu, produsen mainan dalam negeri bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri dalam perdagangan internasional.

Tips Memilih Mainan Anak yang Aman

Pemerintah sangat serius memperhatikan keamanan dan kesehatan mainan anak. Terbukti dengan diterapkannya SNI pada mainan anak. Meskipun begitu, orang tua tetap perlu selektif memilih mainan untuk anak-anak mereka. Agar mainan yang akan digunakan oleh anak-anak terbebas dari bahaya zat kimia dan unsur logam berbahaya, serta aman dimainkam dari segi bentuk  atau pun dari segi kelistrikan, perlu keterlibatan orang tua dengan cara memilih mainan anak yang sesuai standar.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para orang saat membelikan mainan untuk anak. Berikut poin-poin yang harus diperhatikan:

1. Aman

Keamanan material mainan menjadi salah satu faktor yang penting. Pasalnya jika material mainan tidak aman, mainan tersebut bisa memicu penyakit. Sebab perlakuan anak pada mainan sangat beragam. Balita misalnya, sangat senang mengigit mainan. Bayangkan, jika bahan material mainan balita tersebut terbuat dari material yang tidak aman, atau mengandung zat kimia berbahaya, mainan tersebut dapat

Jadi orang tua perlu memastikan mainan anak tidak berbahaya, bahannya bermutu dan bersertifikat Standar Nasional Indonesia atau SNI.

2. Mainan Disesuaikan dengan Umur

Setalah memastikan mainan aman, perlu juga memperhatikan kesesuaian mainan tersebut dengan usia anak. Hindari mainan yang tidak sesuai dengan umur anak. Contohnya mainan edukatif biasanya disesuaikan dengan tingkatan umur tertentu. Dan mainan yang telah mengikuti standar kualitas akan memberikan keterangan usia anak yang akan menggunakan mainan tersebut. 

3. Pelajari Cara Memainkan

Sering terjadi, orang tua hanya membelikan mainan untuk anaknya, tanpa mengetahui cara memainkan mainan tersebut. Orang tua berharap anak dapat mengeksplorasi sendiri mainan tersebut. Cara tersebut sebenarnya tidak tepat. Orang tua seharusnya mengetahui cara memainkan mainan anak sehingga dapat memberi arahan soal bagaimana memainkan mainan sekaligus mengawasi penggunaanya. Nanti ada saatnya anak mengeksplor sendiri.

4. Sempatkan Waktu untuk Menemani

Orang tua sebaiknya menyempatkan waktu untuk menemani sang anak bermain. Orang tua juga bisa mengajari dan memperhatikan sang anak. Di waktu tersebut orang tua bisa mengetahui perkembangan motorik, kecerdasan, dan sikap sosial anak.

5. Menarik dan Memiliki Nilai Belajar

Sebaiknya orang tua memilih mainan yang menghibur dan mengedukasi. Contohnya memilih mainan yang melatih kemampuan motorik dan kecerdasan. Mainan khusus edukasi bisa berfungsi praktis karena dapat mengembangkan beberapa aspek tumbuh kembang anak hanya dengan memainkan satu alat.

Itulah poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh semua orang sebelum membelikan mainan anak. Bagi para produsen mainan anak, ingin produk mainan mendapatkan sertifikat SNI? Anda dapat menghubungi customer service Sucofindo melalui email (customer.service@sucofindo.co.id), telepon (021-7983666 #1116,1124) maupun chat di website Sucofindo.

 

 

Sumber:

Sumber: www.bsn.go.id

makassar.tribunnews.com/2018/01/23