Lebih Aman dengan Bengkel Tersertifikasi

Selasa, 22 Juni 2021 | 10:05


Memiliki kendaraan pribadi yang selalu dalam kondisi baik, tentu menjadi harapan kita semua. Anda  tentu tidak ingin kendaraan Anda bermasalah ketika di perjalanan. Jika terjadi, tentu akan sangat mengganggu bahkan bisa saja merugikan Anda dari sisi waktu dan biaya.

Untuk itu, penting bagi kita untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum digunakan. Selain itu, lebih penting lagi jika kita memeriksakan kendaraan secara rutin ke bengkel, untuk sekedar mengganti oli, dan memastikan bahwa setiap komponen berfungsi sebagaimana mestinya.

Ingat, jangan tunggu hingga kendaraan mengalami kerusakan untuk diperiksakan ke bengkel. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Namun, pastikan juga bahwa kendaraan Anda memang akan ditangani oleh bengkel atau mekanik yang tepat dan kredibel.

Sertifikasi bengkel

Bengkel itu ibarat dokter, semakin lama jam terbangnya maka tingkat kepercayaannya juga semakin tinggi. Tetapi, terkadang pengalaman saja bukan jaminan bahwa service yang diberikan cocok dengan kendaraan kita.

Sehingga, salah satu cara praktis dalam menilai kualitas sebuah bengkel adalah dengan memastikan apakah bengkel tersebut telah lolos uji dan memiliki sertifikasi dari Lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikasi bengkel.

Perlu Anda ketahui, sebetulnya pemerintah telah mewajibkan setiap bengkel yang beroperasi yang memalui uji standar untuk kemudian mendapatkan sertifikat, sebelum beroparasi. Namun, tidak semua bengkel yang beropareasi telah memenuhi standar dan memiliki sertifikat dari Lembaga yang berwenang mengeluarkannya.

Dengan begitu, jika tidak jeli ketika memilih bengkel, nasib buruk akan membawa Anda pada bengkel yang belum jelas standar pelayanannya. Risikonya, tentu pada tindakan yang mereka berikan pada kendaraan Anda.

Klasifikasi Bengkel

Berdasarkan klasifikasi yang dibuat pemerintah, ada tiga kelas bengkel yang perlu anda ketahui. Pertama bengkel tipe A, yang mampu melakukan berbagai jenis perawatan berkala perbaikan kecil, perbaikan besar, perbaikan chassis dan body.

Kedua, bengkel tipe B, yang memiliki kemampuan hanya melakukan perawatan berkala, perbaikan kecil dan perbaikan besar. Atau juga termasuk perbaikan chassis dan body. Ketiga, bengkel tipe C yang hanya mampu melakukan perawatan berkala dan perbaikan  kecil.

Sertifikat bengkel akan diberikan sesuai dengan kemampuan bengkel tersebut. Selain itu, bengkel yang akan naik kelas tipe harus kembali melalui uji standar kembali.

Lalu, apa sebenarnya yang diuji dari sebuah bengkel pada saat disertifikasi? Salah satu unsur penilaian yang dilakukan adalah terkait dengan kualifikasi mekanik yang dipekerjakan di setiap bengkel.

Berdasarkan penilaian yang dilakukan, setiap mekanik akan dikelompokkan sesuai dengan kemampuan atau skill masing-masing. Ada tiga tingkatan mekanik yaitu, mekanik junior, mekanik senior dan mekanik tingkat master.

Keberadaan mekanik ini sangat vital dalam usaha bengkel. Karena bagaimanapun, yang akan memperbaiki dan memeriksa kendaraan di bengkel adalah mekanik. Mekanik ini nantinya yang akan mendiagnosa masalah di dalam kendaraan, dan kemudian memberikan saran “penyembuhannya”.

Atau kalau dalam konteks service rutin, kualitas mekanik sangat menentukan apakah ada masalah dalam kendaraan kita atau tidak. Sehingga deteksi dini bisa dilakukan dan kendaraan Anda bisa selamat dari risiko rusak mendadak di tengah jalan.

Aspek lain yang diuji adalah apakah suatu bengkel telah mempergunakan teknologi dan peralatan yang sesuai dengan standar atau tidak. Keberadaan teknologi dan peralatan sangat penting untuk memastikan bahwa selain ditangani oleh mekanik yang handal juga didukung oleh teknologi yang sesuai.

Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan perlindungan karena bisa dipastikan bengkel tersebut akan didukung oleh teknologi yang sesuai.

Aspek ketiga yang diuji adalah sistem manajerial, untuk memastikan bahwa bengkel yang beroperasi didukung oleh organisasi yang baik dan tanggung ajwab dari masing-masing pihak yang terlibat dalam struktur tersebut. Termasuk juga prosedur dalam menerapkan manajemen mutu.

Perlu Anda ketahui, bahwa pelaksanaan pemberian sertufikasi ini akan selalu diawasai, agar bengkel benar-benar melaksanakan standar yang ditetapkan dalam sertifikasi.

Jadi, mulai sekarang pilihlah bengkel yang benar-benar terjamin kualitasnya yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan instansi yang berwenang. Salah satu lembaga yang melakukan sertifikasi kepada bengkel tersebut adalah PT Sucofindo, perusahaan sertifikasi dan jasa pemastian yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia.