Eco Driving, Trik Berkendara Hemat BBM

Senin, 21 Juni 2021 | 10:44


Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah salah satu permasalahan struktural yang dihadapi oleh banyak negara, terutama negara pengimpor BBM seperti Indonesia. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2018 defisit neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia menyentuh angka US$ 12.403,8 juta,  tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Selain dipengaruhi oleh jumlah konsumsi, angka tersebut juga dampak dari kenaikan harga komoditas di sepanjang tahun. Tingginya impor BBM ini berdampak pada terkurasnya kantong negara untuk mensubsidi sebagian BBM yang dibeli masyarakat.

Oleh sebabnya, beberapa negara sudah mulai mengurangi konsumsi BBM agar perekonomian mereka lebih stabil. Namun demikian, masalah ini bukan hanya persoalan pemerintah dalam mengelola kocek negara saja. Pada dasarnya konsumsi BBM adalah masalah hajat hidup orang banyak, termasuk kita semua. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pengeluaran masyarakat untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menjadi penyumbang inflasi terbesar ketiga sepanjang tahun 2018.

Dengan kata lain, pengeluaran masyarakat untuk BBM memiliki porsi yang cukup besar. Sehingga jika pengeluaran untuk BBM bisa ditekan, maka masyarakat bisa memiliki ruang yang cukup besar dalam anggaran rumah tangganya. Apalagi, pertumbuhan kepemilikan kendaraan di kalangan milenial saat ini cukup tinggi. Sehingga penting bagi generasi milenial untuk memahami betapa berartinya ketersediaan BBM yang digunakan pada kendaraan mereka.

Eco Driving

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi BBM oleh masyarakat. Selain dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan kendaraan umum, termasuk menggunakan promo dan cashback dari penyedia aplikasi transportasi online, masyarakat juga bisa menjalankan pola berkendara hijau atau eco driving.

Berikut ini adalah beberapa Teknik berkendara yang bisa meredam gas buang kendaraan Anda sehingga bisa menekan penggunaan BBM:[1]

  1. Teknik Memindahkan Perseneling

Agar gas buang tidak terlalu banyak, jangan tunggu mesin meraung saat memindahkan perseneling mobil ke posisi yang lebih tinggi. Pindahkan perseneling secepat mungkin, karena kendaraan berbahan bakar bensin atau gas perlu melakukan perpindahan transmisi sebelum 2500 Rpm. Sementara kendaraan bermesin disel perlu melakukan transmisi sebelum putaran 2000 Rpm.

  1. Kecepatan Konstan

Dalam berkendara Anda boleh saja melaju pelan atau sedikit lebih kencang. Namun pastikan kecepatan tersebut konstan atau tetap. Kecepatan yang tidak teratur akan menyebabkan penggunaan BBM lebih banyak sehingga boros, karena kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi atau kecepatan tinggi.

  1. Hindari Akselerasi

Pengereman atau akselerasi yang tidak perlu akan meningkatkan penggunaan energi, oleh karenanya hindari akselerasi yang ekstrem, kecuali jika terpaksa. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa melaju pada jarak aman dengan kendaraan yang ada di depan.

  1. Mengerem dengan perlahan

Hindari pengereman mendadak. Ketika anda akan berhenti lakukan dengan perlahan dan lembut . Untuk menyiasatinya Anda bisa menekan pedal kopling sehngga mesin akan berada di putaran idealnya.

  1. Mengemudi di Tanjakan

Saat menanjak, pastikan perpindahan perseneniling dengan tepat dan manfaatkan kecepatan kendaraan untuk menaiki tanjakan. Saat menanjak, tenaga mesin yang diperlukan akan lebih besar dibandingkan mendatar.

  1. Mengemudi di Belokan

Saat akan berbelok kurangi kecepatan, usahakan tanpa pengereman atau menurunkan transmisi. Karena bila melakukan akselerasi dan pengereman mendadak ketika putaran musin tinggi akan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

  1. Perhatikan Beban

Setiap beban kendaraan bertambah 100 kg, makan akan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 7%. Oleh karenanya kurangi beban yang tidak perlu.

  1. Perhatikan Tekanan Ban

Tekanan ban yang tidak sesuai akan meningkatkan tekanan gesek sehingga berdampak kurang baik pada saat pengereman.

  1. Service berkala di bengkel tersertifikasi

Service kendaraan Anda secara berkala secara lengkap dan benar, mulai dari membersihkan saringan udara, hingga uji emisi. Hal ini akan menghemat bahan bakar yang digunakan. Service kendaraan Anda di bengkel yang terpercaya dan resmi dan telah memiliki sertifikasi sebagai bengkel yang berkualitas untuk memastikan hasilnya optimal. Salah satunya sertifikat sebagai bengkel yang memiliki layanan berstandard nasional dan internasional dari Sucofindo (Persero).

Sebagai perusahaan jasa pemastian bidang otomotif, PT Sucofindo juga mendukung perilaku eco-diriving di kalangan pengendara di Indonesia. Dengan eco-driving, kita dapat menghemat energi sekaligus menjalankan perilaku berkendara yang aman.

Perusahaan Anda ingin mendapatkan layanan otomotif dari Sucofindo? Anda dapat menghubungi Sucofindo melalui telpon (021–7983666), email (customer.service@sucofindo.co.id), maupun chat di website Sucofindo.