WUJUDKAN INDUSTRI 4.0 DI BERBAGAI SEKTOR USAHA, SUCOFINDO LAYANI KONSULTANSI X INDUSTRY 4.0 & ASSESSEMENT READINESS INDEX (INDI 4.0)

Kamis, 04 Maret 2021 | 14:26


Webinar Awareness Industry 4.0 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi (APPARINDO)

Jakarta (02/03) – PT SUCOFINDO (Persero) melayani jasa baru terkait Industry 4.0 yaitu Konsultasi X 4.0 (Industry 4.0) dan asesmen Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan SUCOFINDO dalam mewujudkan penerapan Industri 4.0 di Indonesia yang selaras dengan program pemerintah yakni Program Making Indonesia 4.0.

Direktur Komersial 1 SUCOFINDO, Herliana Dewi menyampaikan bahwa, “SUCOFINDO berkontribusi secara aktif mendukung berbagai sektor industri di tanah air dalam mewujudkan Industri 4.0 sesuai dengan core jasa SUCOFINDO sebagai BUMN TIC (Testing, Inspection and Certification).”

Dalam mempersiapkan menuju Indonesia 4.0, SUCOFINDO telah menjajaki berbagai pengalaman di antaranya sebagai Konsultan Pengawas Perencanaan Transformasi Perusahaan, Pengembangan Sistem Big Data Analytics & Artificial Intelligence, Penyusunan Enterprise Architecture dan Roadmap Transformasi menuju Industri 4.0 di 5 Perusahaan Industri Manufaktur, Konsultansi Penerapan Lean Management System, Penyusunan IT Masterplan serta Asesmen Kesiapan INDI 4.0 di 12 BUMN pemimpin cluster.

Hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan SUCOFINDO terhadap arahan dari Kementerian BUMN sesuai dengan Surat Kementerian BUMN No. S-949/MBU/10/2020 Perihal Aspirasi Pemegang Saham/ Pemilik Modal atas kewajiban BUMN melakukan asesmen Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) untuk mengukur kesiapan dari setiap Perusahaan BUMN sudah bertransformasi menuju Industri 4.0, serta juga Peraturan Menteri Perindustrian No. 21 Tahun 2020, tanggal 11 Agustus 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri Dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0.

Herliana memaparkan bahwa, “Nanti perkembangan industry 4.0 yang cukup massif sangat memberikan manfaat bagi semua industri. Dengan kondisi tersebut SUCOFINDO telah menyiapkan kapabilitas personil yang ada terkait Assessment & Strategic Consulting Services Industry 4.0 untuk memenuhi kebutuhan setiap sektor industri dan jasa, dimana seluruh perusahaan BUMN diwajibkan untuk meimplementasi industry 4.0.”

Lebih lanjut Herliana memaparkan bahwa SUCOFINDO sebagai perusahaan BUMN berkontribusi pada Assessment Kesiapan INDI 4.0 untuk 12 BUMN di berbagai sektor. “Harapan kedepannya SUCOFINDO dapat membantu menerapkan transformasi bisnis/digital untuk meningkatkan daya saing secara global melalui implementasi Industry 4.0,” tutur Herliana.

Dengan perlunya kelanjutan terkait pemahaman dan perubahan menuju Industri 4.0, SUCOFINDO proaktif dalam memberikan edukasi mengenai persiapan menuju Industri 4.0 di berbagai sektor industri, salah satunya adalah pada industri jasa asuransi dan reasuransi, yaitu pada webinar Awareness Industry 4.0 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi (APPARINDO) (24/2).

Pada webinar kali ini Project Manager Industry 4.0 SUCOFINDO, Ahmad Osman menyampaikan bahwa Industry 4.0 akan memberi dampak perubahan sehingga dibutuhkan kesiapan kapabilitas organisasi dan sumber daya secara komprehensif untuk dapat menjadikan perusahaan adaptif, responsif dan agile.

Industry 4.0 akan mengubah tatanan dan struktur sektor industri serta landscape persaingan bisnis kedepan menjadi kian dinamis, sebagai akibat dari inovasi teknologi dan pertumbuhan yang kian eksponensial (exponential technology & growth). Transformasi kedepan yang akan terus selalu bergerak dan cepat tentunya harus dapat diantisipasi secara dini oleh setiap organisasi perusahaan melalui SDM di dalam nya guna dapat tetap dapat exist dalam persaingan,” ujar Osman.

Industry 4.0 dapat dikatakan sebagai bentuk industri di masa depan yang memanfaatkan berbagai jenis teknologi disruptive, pada kesempatan tersebut Osman menyampaikan pemanfaatan teknologi tersebut, yang diawali dengan strategi perusahaan dan peningkatan kapabilitas organisasi dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing suatu industri sekaligus mengubah bentuk atau model bisnis suatu industri yang ada saat ini menjadi lebih competitive.

“Sehingga dalam menjalankan operasional proses bisnis yang berbasis circular economy tersebut akan memiliki saling keterkaitan yang tinggi atau hyper connectivity baik secara internal maupun eksternal sehingga menjadi lebih efektif serta efisien dan tentunya akan saling terhubung dan berkolaborasi satu sama lain,” ungkap Osman.

Dalam menghadapi industry 4.0 SUCOFINDO memiliki kapabilitas dalam memberikan solusi kepada berbagai industri hal tersebut didukung melalui pendekatan strategis, system serta design thinking.

“Industry 4.0 akan mengubah organisasi, kultur, produk, teknologi sampai dengan operasional suatu perusahaan tidak terkecuali perusahaan jasa asuransi dan reasuransi. Sehingga dalam menyiapkan hal tersebut SUCOFINDO mampu melayani dalam membuka peluang dan menghadapi tantangan Industry 4.0,” tutur Osman.

Industry 4.0 tentu memberikan peluang dan tantangan bagi setiap industri, oleh karena itu, SUCOFINDO tak hentinya melakukan inovasi dengan salah satu jasa baru melalui pemanfaatan teknologi informasi dan yaitu jasa SPARING. 

Jasa SPARING merupakan solusi sistem pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus. Pemantauan dilakukan dalam jaringan infrastruktur dan sistem informasi yang dikembangkan PT SUCOFINDO (Persero).

Sistem ini memiliki kemampuan untuk melakukan pemantauan kualitas air limbah dengan sistem yang terintegrasi dan sesuai dengan persyaratan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) dan telah dinyatakan lulus uji konektifitas.

Dalam upaya mendukung pelaku usaha dan industri dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini PT SUCOFINDO (Persero) melayani beberapa jasa untuk melindungi pelaku usaha dan industri dari wabah COVID-19, seperti jasa monitoring kualitas udara dan lingkungan, jasa hygiene industri dan disinfektan monitoring.

Tentang SUCOFINDO

PT SUCOFINDO (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956. Sebagai BUMN, Pemerintah Indonesia merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 95 persen.

Bisnis SUCOFINDO bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan membantu pemerintah dalam menjamin kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara. Kemudian SUCOFINDO melakukan diversifikasi jasa di bidang, laboratorium analitis, keteknikan, audit, assessment, konsultansi, pelatihan dan berbagai kegiatan penunjang terkait, diantaranya di bidang pertanian, kehutanan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi baru dan  terbarukan, dan teknologi informasi.

SUCOFINDO memiliki 60 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh para ahli di berbagai bidang. Jaringan laboratorium yang luas menyediakan layanan dekat dengan pelanggan di seluruh Indonesia.

                                                                                                     -----                                                     

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

PT SUCOFINDO (Persero)

Humas

Telepon              : +62 21 798 3666

Faksimili            : +62 21 798 3888

Email                  : humas@sucofindo.co.id

Informasi ini tersedia di www.SUCOFINDO.co.id