Sucofindo Raih Tiga Kategori dalam Indonesia Innovation Awards 2019

Jumat, 26 April 2019 | 10:03


Jakarta, 25 April 2019 PT Sucofindo (Persero) meraih tiga kategori penghargaan dalam acara puncak Indonesia Innovation Award (IIA) 2019. Acara yang bertempat di Grand Ballroom Fairmont Hotel ini diselenggarakan oleh majalah BISKOM dan APTIKNAS, didukung oleh Kemenristekdisti, dan bekerjasama dengan beberapa konsultan, asosiasi bisnis, & akademisi inovasi terkait.

Penghargaan pertama yang diraih adalah kategori Best Over All yang diserahkan oleh Hammam Riza, Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selanjutnya adalah kategori Best CEO untuk Direktur Utama PT Sucofindo, Bachder Djohan Buddin, yang diserahkan oleh Jumain Appe, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Kategori ketiga adalah Best Innovation on Consulting yang diserahkan oleh Syahrul Mubarak, Sekretaris Umum Badan Siber dan Sandi Negara.

“Tujuan yang ingin dicapai dari Indonesia Innovation Award 2019 adalah meningkatkan daya saing perusahaan, mendorong produktifitas dan efisiensi perusahaan serta menumbuhkembangkan budaya inovasi dan kreatifitas,” ujar Soegiharto Santoso selaku Ketua Panitia Penyelenggara IIA 2019.

Fokus penilaian Indonesia Innovation Award 2019 adalah pada kreativitas dan inovasi yang dilakukan dengan menggunakan bahan dasar lokal (TKDN) dan prospek bisnis ke depan. Penilaian menggunakan dua metode sekaligus, yaitu penilaian inovasi dan market research.

Dewan Juri menilai bahwa PT Sucofindo (Persero) layak untuk menerima penghargaan Indonesia Innovation Award on Best Innovation on Consulting 2019, karena perusahaan tersebut melakukan terobosan dalam hal inovasi, khususnya dalam Jasa Konsultasi dan Sertifikasi Greenport.

Sucofindo merupakan pionir dalam mengembangkan Greenport Concept di Indonesia. Dimana Sucofindo telah menerbitkan Sucofindo Greenport Guideline yang menjadi panduan implementasi Greenport di pelabuhan. Greenport Guideline juga sudah tercatat sebagai Hak Cipta di Ditjen HAKI, Kemenkumham.

Jasa konsultansi dan sertifikasi Sucofindo Greenport merupakan komitmen terhadap perlindungan lingkungan maritim yang merupakan terjemahan poros maritim dunia. Kondisi pelabuhan Indonesia saat ini perlu terus didorong untuk terus disesuaikan dengan kaidah pengelolaan pelabuhan mendukung pembangunan keberlanjutan.

Untuk menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah Greenport, Bachder Djohan Buddin mengatakan kriteria yang harus dipenuhi oleh pelabuhan adalah pengelolaan energi & limbah, pengendalian pencemaran air, udara, & sampah domestik serta pengendalian sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya), keanekaragaman hayati, dan tata guna lahan. Selain itu, aktivitas pelabuhan, seperti bongkar muat barang ekspor dan impor, lintas transportasi antara darat dan laut, dan juga reklamasi lahan, semuanya menjadi perhatian sehingga mendapatkan label Greenport.

Selain penyusunan Blueprint Greenport dan Greenport Awarding, Sucofindo menawarkan jasa lainnya dalam pengembangan implementasi Greenport.  Antara lain Pembuatan Rencana Teknis Implementasi Greenport, Audit Energi Pelabuhan, Port Reception Facility (PRF) Assessment, dan Pelatihan Greenport.

Sucofindo juga membuka layanan baru untuk sektor telekomunikasi dan industri 4.0 yang berkembang cepat. Dalam hal ini Sucofindo mengembangkan Laboratorium Pengujian untuk Sektor Telekomunikasi dan Informasi, yang diawali dengan Laboratorium pengujian Radio Frekuensi (RF) untuk produk Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet (HKT).

Selain itu, Sucofindo juga membentuk unit Sucofindo Technology yang menawarkan jasa pengelolaan Big Data, Internet of Things dan Enterprise Solution yang dikemas dalam berbagai model bisnis, termasuk dengan konsep Managed Services.

Sedangkan untuk aspek lingkungan dan sosial, PT SUCOFINDO (Persero) menyediakan layanan jasa CSR berbasis ISO 26000. Layanan jasa ini menyediakan jasa sertifikasi layanan CSR yang dilakukan untuk memastikan bantuan yang tepat guna dan tepat sasaran. Layanannya berupa social mapping, pendampingan kegiatan CSR, pelatihan ISO 26000, Community Satisfaction Index (CSI), dan penghitungan dampak CSR.

 

 

Mengenai SUCOFINDO

 

PT SUCOFINDO (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia. Sebagian besar sahamnya, yaitu 95 persen, dikuasai negara dan lima persen milik Societe Generale de Surveillance Holding SA (“SGS”). PT SUCOFINDO (Persero) sendiri berdiri pada 22 Oktober 1956.

 

Bisnis PT SUCOFINDO (Persero) bermula dari kegiatan perdagangan terutama komoditas pertanian, dan kelancaran arus barang dan pengamanan devisa negara dalam perdagangan ekspor-impor.

 

Seiring dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha, PT SUCOFINDO (Persero) melakukan langkah kreatif dan menawarkan inovasi jasa-jasa baru berbasis kompetensinya. Bisnis jasa pertama yang dimiliki PT SUCOFINDO (Persero) adalah cargo superintendence dan inspeksi.

 

Kemudian melalui studi analisis dan inovasi, PT SUCOFINDO (Persero) melakukan diversifikasi jasa sehingga lahirlah jasa-jasa warehousing dan forwarding, analytical laboratories, industrial and marine engineering, dan fumigation and industrial hygiene.

 

Keanekaragaman jasa-jasa PT SUCOFINDO (Persero) dikemas secara terpadu, jaringan kerja Laboratorium, cabang dan titik layanan di berbagai kota di Indonesia serta didukung oleh 2.646 tenaga Profesional yang ahli di bidangnya.

 

###

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

 

PT SUCOFINDO (Persero)

Iwan Eddy Himawanto

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan

Telepon               : +62 21 798 3666

Faksimili             : +62 21 798 3888

Email                    : iwaneddy@sucofindo.co.id

Informasi ini tersedia di www.sucofindo.co.id