Uji HKT antara peningkatan daya saing dan perlindungan konsumen pada Era Revolusi Industri 4.0

Rabu, 24 April 2019 | 11:43


Sucofindo membangun Laboratorium Uji Radio Frekuensi (RF) Perangkat Telekomunikasi untuk memastikan produk dari segi kualitas, keamanan, dan kesehatan.

Indonesia saat ini menjadi pasar yang menggiurkan bagi produsen perangkat telekomunikasi seperti Handphone, Komputer, dan Tablet (HKT). Apalagi untuk produk handphone, Indonesia menjadi ladang bisnis para produsen global untuk mendapatkan keuntungan besar. Berbagai produk handphone dari Tiongkok, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat pun masuk ke pasar Indonesia.

Melansir data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, terdapat 24 perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet dalam negeri. Menurut laporan Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia tumbuh dari 55 juta orang pada 2015 menjadi 100 juta pada 2018. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah di tahun 2019 dan seterusnya. 

Hal ini membawa Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Dengan begitu besarnya peluang tersebut, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah bertekad mendorong keberlanjutan industri telematika dalam negeri, antara lain diterbitkannya Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2017 tentang Kententuan dan Tata Cara penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Tablet.

Dalam situs resmi kemenkominfo, Indonesia disebut sebagai raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur. Pasalnya penduduk Indonesia mencapai 250 juta, dengan pengguna aktif smartphone di Indonesia baru mencapai 100 juta orang.

Tiongkok, menjadi negara pengguna aktif smartphone terbesar di dunia, pada 2018 diperkirakan mencapai 574 juta jiwa pengguna. Dengan jumlah itu Tiongkok menjadi negara yang memiliki pendapatan terbesar kedua dunia dari sektor ekonomi online/digital setelah Amerika Serikat. Dengan iklim positif itu, tak heran di Tiongkok muncul retail raksasa Alibaba yang mampu bersaing dengan Amazone dari Amerika Serikat.

Akan tetapi kepemilikan smartphone bukan menjadi satu-satunya syarat agar perkembangan teknologi digial berjalan cepat. DBS Group Reserach dalam risetnya, Sink or Swim-Businees Impcat of Digital Technology, menyimpulkan, apabila penetrasi teknolgi digital sangat dalam dan penggunaannya meluas, dampak teknologi digital akan semakin dirasakan, utamanya di sektor bisnis.

India menjadi contoh penetrasi internet yang belum dalam. Meskipun India adalah pengguna smartphone terbanyak nomor tiga di dunia. Bahkan India diprediksi akan menyalip Amerika di posisi kedua. Akan tetapi belaja online di India tidak melebihi 1 persen dari total penjualan pada 2013.

Indonesia sendiri tidak jauh berbeda dengan India. Akan tetapi Indonesia kini mulai dilirik investor yang berminat melakukan pendanaan di industri digital. Kini Indonesia memiliki empat pilar startup unicorn seperti GoJek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Sejumlah perusahaan rintisan alias startup banyak yang tumbuh.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam acara sambutan pembukaan Pameran Inovasi Berbasis Teknologi Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2018 menyebutkan bahwa dalam empat tahun terakhir pertumbuhan startup meningkat pesat. Menurut data Kemenristekdikti, tahun 2018 ada 956 startup yang kini dikelolanya, lebih besar dari target awal yang hanya mencapai 850.

Perlu nya Uji HKT Oleh Produsen dan Importir

 

Besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia menuntut infrastruktur yang baik, termasuk dari alat perangkat telekomunikasi, Handphone, Komputer, dan Tablet (HKT). Pemerintah sejak tahun 2015 sudah menerapkan standar perangkat dan/atau alat telekomunikasi yang berasis teknologi Long Term Evolution “LTE” wajib memenuhi standart teknis yang diwajibkan oleh pemerintah republik Indonesia, dalam hal ini kementerian komunikasi dan informatika serta kementerian perindustrian. Penyediaan perangkat dan/atau alat HKT yang aman untuk konsumen harus memenuhi standar teknis yang di syarat sesuai regulasi yang diterapkan pemerintah. Untuk itu produsen dan importir produk HKT di Indonesia perlu menguji kelayakan perangkat telekomunikasi tersebut.

Konsumen produk HKT memerlukan kepastian keamanan produk sesuai dengan teknis yang disyaratkan oleh pemerimtah. Sebab itu produsen dan importir sebaiknya melakukan pengujian HKT sebelum produknya dipasarkan diwilayah negara kesatuan Republik Indonesia

Selain itu, dengan adanya pengujian HKT, produsen bisa meningkatkan ekspor produk dan membantu membentuk daya saya saing pengusaha HKT di Indonesia. Karena semakin tinggi daya saing maka akan menghasilkan produk yang semakin berkuallitas. Untuk itu para produsen HKT bisa terlebih dulu melakukan uji kualitas, keamanan, dan kelayakan untuk bisa bersaing di pasar yang kian kompetitif.

Saat ini pemerintah memiliki beberapa regulasi terkait pengujian HKT. Pengujian untuk perangkat telekomunikasi yang terhubung dengan WLAN mengacu kepada regulasi Perdirjen No 9/DIRJEN/2005. Selain itu, pengujian koneksi Bluetooth mengacu kepada regulasi Permenkominfo No.28 tahun 2015.

Lalu, pengujian perangkat yang terhubung dengan 4G LTE akan mengacu kepada regulasi Permenkominfo No 27 tahun 2015, dan pengujian perangkat untuk GSM dan Wifi mengacu kepada regulasi Perdirjen No 370/DIRJEN/2010 dan ECDMA sesuai regulasi Perdirjen No 173/DIRJEN SDPPI.

Layanan Pengujian HKT Sucofindo

Merespon perkembangan pesatnya arus Teknologi Informasi dan Komunikasi di era Revolusi Industri 4.0, PT Sucofindo (Persero) melakukan terobosan. Di antaranya menyediakan layanan baru yang berkaitan dengan pengujian perangkat telekomunikasi. Sebab, perangkat telekomunikasi, handphone, komputer, dan tablet (HKT) menjadi bagian yang terpisahkan dari masyarakat di era digital.

Sucofindo pun membangun Laboratorium Uji Radio Frekuensi (RF) Perangkat Telekomunikasi yang diresmikan pada 25 Desember 2018. Laboratorium Uji Radio Frekuensi Perangkat Telekomunikasi akan memastikan produk dari segi kualitas, keamanan, dan kesehatan.

Selain itu, sesuai dengan apa yang dipaparkan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo-RI, DR.IR Ismail MT, Kominfo mendukung upaya Sucofindo membangun laboratorium pengujian perangkat telekomunikasi. Dengan harapan, Sucofindo dapat membantu perlindungan konsumen HKT di Indonesia dan membantu daya saing produk pengusaha HKT di Indonesia. Dengan demikian, akan mendorong ekspor perangkat HKT dan mempermudah pengusaha mendapatkan akses pengujian di dalam negeri.

Laboratorium Uji Radio Frekuensi (RF) adalah langkah awal Sucofindo dalam membangun Laboratorium Telekomunikasi dan Informasi. Laboratorium RF digunakan untuk menguji produk Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet (HKT).

Sementara itu, Direktur Utama Sucofindo, Bachder Djohan Buddin mengatakan bahwa saat ini Sucofindo telah memiliki fasilitas pengujian radio frekuensi dan Electrical safety untuk Handphone, Komputer, dan Tablet (HKT) untuk dapat mendukung pelaksanaan Permen 23 tahun 2006 tentang Sertifikasi Perangkat Telekomuniaksi Pesawat Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Para produsen dan importir HKT yang ingin menggunakan jasa pengujian laboratorium HKT dapat menghubungi customer service Sucofindo melalui email (customer.service@sucofindo.co.id), telepon (021-7983666 #1116, 1124) maupun chat di website Sucofindo.