Kadin meluncurkan program

Rabu, 09 Januari 2019 | 09:43


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di era digital, usaha usaha mikro kecil menengah (UMKM) membutuhkan perhatian, khususnya pada pengetahuan sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem bisnis. Pasar tidak hanya membutuhkan produk dan jasa berkualitas, tetapi juga teknologi.

Atas dasar itu, KONTAN bersama Elex Media dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin Indonesia) bekerjasama meluncurkan program nasional untuk UKM dan UMKM bertajuk "Menerobos Pasar ke China", Kamis (3/12). Program ini menjadi program nasional bagi Kadin sepanjang 2019 dengan dua tahap pelaksanaan.

Pertama, program inkubasi para entrepreneur dari wakil-wakil daerah. Kedua, program pelatihan di berbagai daerah di Indonesia tentang perangkat dan pengetahuan digital, tentang pasar China, serta kewirausahaan (entrepreneurship) dan kepemimpinan (leadership).

Dalam pelatihan juga masih ada materi tentang serba-serbi ekspor-impor, pengetahuan akses permodalan, dasar-dasar standardisasi mutu, marketing, penulisan (copy writing) bisnis, serta kemampuan komunikasi dan negosiasi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo mengatakan, program nasional ini setidaknya akan melibatkan Kadin daerah di 34 provinsi. Kolaborasi dengan KONTAN, media ekonomi Grup of Media Kompas Gramedia, serta penerbit Elex Media, Group of Retail Publishing Kompas Gramedia, kata Eddy, tidak hanya akan membuka kesadaran tentang pentingnya keberadaan UKM dan UMKM bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga secara konkret memberdayakan pengusaha kecil.

“Yang lebih penting lagi, membuka peluang pasar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Eddy, Kamis (3/12).


Program ini bersifat full package program, atau pelatihan aplikatif yang diperuntukkan bagi pengusaha Indonesia, khususnya UMKM dan pemerintah daerah, agar dapat memasarkan produk dan jasanya secara langsung kepada konsumen China. Strategi dasarnya adalah menggunakan media pemasaran melalui platform sosial media yang  paling banyak digunakan masyarakat China, yaitu WeChat.

Selama ini masyarakat atau pelaku usaha masih terfokus pada penggunaan sosial media mainstream seperti Facebook, Google, Instagram, atau Whatsapp, padahal media ini tidak banyak digunakan di China.
 

Berita Selengkapnya : Kontan.co.id