Investor SPAM Seriusi Peluang di Balikpapan

Kamis, 27 April 2017 | 15:23


Siap Bangun Bendungan hingga Pembangkit ListrikKetersediaan menjadi salah satu masalah utama di Balikpapan. Tidak hanya untuk warga, kebutuhan tersebut juga mendesak bagi industri. Peluang ini pun coba ditangkap PT Arsari Tirta Pradana (ATP), yang menyatakan minatnya menggarap proyek bendungan, sistem pengolahan air minum (SPAM), dan pembangkit listrik untuk Kota Minyak.


Direktur PT ATP Mora Siregar mengungkapkan, rencana investasi mereka awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur air dan listrik PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU). Dia menjelaskan, PT ATP merupakan jaringan usaha dari Arsari Group.


Saat ini, PT ITCIKU memiliki hak guna bangunan (HGB) yang berlokasi di Penajam Paser Utara (PPU). Serta memiliki hak penguasaan hutan (HPH) seluas 173 ribu hektare. Lokasi ini berhubungan dengan tiga lokasi sekaligus, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Paser Penajam Utara, dan Kutai Barat.


“Di lokasi HGB itu akan dibangun pabrik tapioka terbesar di Asia Tenggara, pabrik pupuk, dan pabrik gula aren untuk membuat etanol. Tentu kegiatan industri ini akan memerlukan air dan listrik. Maka dari itu, kami berencana membangun SPAM untuk memenuhi kebutuhan itu,” ucapnya dalam pertemuan di Balikpapan, Kamis (20/4) malam.


Tidak hanya itu, lanjut Mora, untuk jangka panjangnya PT ITCIKU berencana membangun tempat pemeliharaan sapi dan hewan domestik lain, serta pembangunan pariwisata alam untuk konservasi hewan liar. Alumnus Huddersfield University Inggris itu mengatakan, SPAM akan dibangun pada lokasi HPH tersebut.


Dimulai dari bendungan atau danau buatan seluas 19.177 hektare. Bendungan tersebut dapat memutar turbin dan menghasilkan tenaga listrik berkapasitas sekitar 6 megawatt. Lalu, air dari bendungan tersebut mengalami pengolahan menjadi air bersih dan air minum. Volume air mencapai 1,481,195 meter kubik.


“Kapasitas aliran air dari bendungan sebesar 4.550 liter per detik. Namun kebutuhan internal kami untuk industri PT ITCIKU hanya sekitar 600 liter per detik. Ada sisa hampir sebanyak 4.000 liter yang bisa digunakan untuk keperluan lain,” katanya.


Sejauh ini, PT ATP berencana mendistribusikan air tersebut ke Pertamina Balikpapan, sebesar 850 liter per detik. Kemudian untuk PDAM Balikpapan sebanyak 650 liter per detik. Mora menyebut, kedua calon konsumennya itu sudah mengungkapkan ketertarikan memanfaatkan air dari SPAM tersebut.


“Masih ada sekitar 2.500 liter per detik yang mungkin akan kami alirkan ke Kawasan Industri Kariangau. Soal kapasitas listrik yang dihasilkan dari kegiatan SPAM ini, kami berencana menggunakannya sendiri untuk kebutuhan pabrik, dan sisanya dijual ke PLN,” tutur dia.


Lebih terperinci, Mora juga mengungkapkan bahwa PT ATP akan membangun terowongan sepanjang 2 kilometer dari bendungan tersebut. Terowongan ini berfungsi sebagai aliran air. Selanjutnya air akan masuk dalam instalasi pengelolaan air (IPA) dan reservoir utama dengan kapasitas 200 ribu meter kubik. Serta proses teknis lainnya hingga menghasilkan air bersih.


“Jalur pipa distribusi dari bendungan itu menyeberangi Teluk Balikpapan, desainnya masuk ke laut sampai ke posisi jalan di dekat Jembatan Pulau Balang. Jadi, aliran ini nanti akan melewati Kariangau. Mungkin butuh investasi besar di pipa karena panjang dari Kariangau sampai pusat kota Balikpapan sekitar 17 kilometer,” jelasnya.


Dia mengatakan, PT ATP juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat memanfaatkan air bersih dari sistem ini, tidak hanya perusahaan yang berada di lingkungan Kariangau.


PT ATP, kata dia, menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) air. Soal kualitas air minum mengikuti standar Permenkes No 492 Tahun 2010 dan akan diperiksa secara berkala di Sucofindo Balikpapan. Lalu, kuantitas air didistribusikan melalui pipa transmisi ke Kariangau dengan pipa diameter 1.000 milimeter. Serta kontinuitas air terjamin selama 24 Jam dalam sehari.


“Tahun ini kami masih menyelesaikan beragam perizinan misalnya amdal, studi kelayakan, detail engineering design (DED). Kami berharap, 2018 mendatang sudah siap melakukan pembangunan,” imbuhnya.


Sementara itu, Senior Manager Humas dan Legal PT ITCIKU Syahrudin Said mengungkapkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap kajian agar mendapatkan gambaran berapa besar kebutuhan air untuk industri di Kariangau. “Gambaran tersebut dapat menjadi perhitungan dan proyeksi rencana pembangunan SPAM. Jadi, yang kami bangun nanti sudah sesuai kebutuhan,” tutupnya.


Sumber : http://kaltim.prokal.co