Timor-Leste Bekerjasama Dengan SUCOFINDO Untuk Melindungi Konsumennya

Rabu, 09 November 2016 | 09:34


Kami mendapat kepercayaan Pemerintah Timor-Leste untuk melakukan pendampingan dan bimbingan teknis dalam implementasi program nasional perlindungan konsumen
Dili- SUCOFINDO sebagai BUMN di bidang inspeksi, pengujian dan sertifikasi, siap mendukung implementasi perlindungan konsumen di Timor-Leste, dan bekerjasama perihal pengembangan laboratorium nasional dan infrastruktur standar, serta jasa pemastian di Timor-Leste.

“Kami mendapat kepercayaan Pemerintah Timor-Leste untuk melakukan pendampingan dan bimbingan teknis dalam implementasi program nasional perlindungan konsumen,” ujar Direktur Komersial 2 PT SUCOFINDO (Persero) Sufrin Hannan, usai menjadi pembicara dalam Seminar Perlindungan Konsumen yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Lingkungan Republik Demokratik Timor-Leste di Dili, Senin (7/11).

Seminar yang dibuka oleh Menteri Perdagangan, Industri, dan Lingkungan Republik Demokratik Timor-Leste DR Constâncio da Conceição Pinto itu dihadiri sejumlah aparatur negara, pengusaha nasional, akademisi, serta perwakilan KBRI di Timor-Leste.

Constâncio menjelaskan, bahwa “Pemerintah Timor-Leste telah menerbitkan Undang Undang Perlindungan Konsumen pada bulan Juli lalu, kami ingin secepatnya mengimplementasikan Undang Undang No 8 Tahun 2016 tentang Perlindungan Konsumen,” ujarnya. Undang-undang itu mengatur pemastian hak-hak konsumen, fair trade, penciptaan iklim persaingan usaha yang sehat, dan penyediaan informasi yang akurat tentang produk yang beredar di pasar.

Negara berpenduduk 1,2 juta orang itu mengandalkan perdagangan bebas sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestiknya. Barang-barang kebutuhan pokok didatangkan diantaranya dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brazil, dan China.  Disparitas harga dan variasi mutu barang yang beredar menyebabkan Pemerintah Timor Leste memandang perlindungan konsumen sebagai hal yang mendesak.

“Menjadi penting bagi kami untuk segera memiliki suatu skema perlindungan konsumen,” tegasnya. Timor-Leste perlu secepatnya membangun infrastruktur standar nasional untuk mendukung penerapan regulasi tersebut. Untuk itu pihaknya telah bekerjasama dengan kementerian dan lembaga di Indonesia, di antaranya Kementerian Perdagangan RI, Badan POM, BSN, serta terakhir dengan SUCOFINDO, jelasnya.

Pada hari itu, juga telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan, Industri dan Lingkungan Timor-Leste dengan SUCOFINDO, yang di antaranya mencakup pendampingan dan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan kapasitas Aparatur Pemerintah dan Pelaku Usaha dalam mendukung Program Nasional Perlindungan Konsumen.

“Dengan adanya dukungan dari SUCOFINDO sebagai lembaga pemastian yang dipercaya, kami lebih yakin dapat segera mengimplementasikan skema perlindungan konsumen yang sesuai di Timor-Leste,” ujar Constâncio.

Sufrin Hannan mengaku senang mendapat kesempatan membantu pengembangan infrastruktur mutu di Timor-Leste. “Sebagai lembaga inspeksi, pengujian, dan sertifikasi yang telah beroperasi 60 tahun, kami telah berpengalaman membangun dan mengelola 46 laboratorium di Indonesia. Kami pun siap mendukung pengembangan kapasitas pengujian nasional di Timor Leste,” ujarnya.
 
Sementara itu Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Lingkungan Timor Leste, Filipus Nino Pereira mengatakan. pihaknya terus berkoordinasi dengan Dewan Menteri untuk menyusun peraturan turunan Undang-undang Perlindungan Konsumen agar skema perlindungan konsumen dapat segera diimplementasikan di Timor-Leste. Jelasnya.