Hadir di Rapimnas Sucofindo, Menperin: SNI Itu Wajib

Senin, 24 Oktober 2016 | 07:21


Karya nyata Sucofindo untuk Kemenperin telah dilakukan dengan membina atau memberikan pelatihan secara gratis
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri Rapimnas PT Sucofindo (Persero). Airlangga mengatakan SNI wajib bagi produk untuk daya saing dan menjaga kualitas produk.

"Saya melihat Sucofindo untuk mendorong standarisasi industri, banyak permintaan industri dan eksportir daerah, Sucofindo itu hadir untuk memberikan SNI karena nggak ada industri tanpa standar," kata Airlangga, di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016).

Banyak masyarakat merasa dipersulit dengan adanya SNI. Namun menurut Airlangga standar tersebut menjadikan proteksi terhadap produk sehingga bisa berdaya saing.

"Kalau masalah industri dipersoalkan mempersulit orang berusaha ini sesuatu pilihan yang tidak tepat dimana SNI sebetulnya memproteksi terhadap konsumen dan standarisasi di persaingan usaha yang sukses, dapat menumnbuhkan meningkatkan demand dan pasar," kata Airlangga.

"SNI mem-protect persaingan yang nggak sehat baik di dalam dan luar, sekaligus menjadi kekuatan dalam menghasilkan barang yang lebih baik, pemahaman ini belum ada di publik, kami masih ada keluhan kenapa SNI menjadi wajib, yang namanya standar harus wajib," imbuhnya.

Ia mengatakan standar tersebut diharapkan dapat menjadikan industri lebih tangguh, sehat, adil, berbasis teknologi dan berdaya saing tinggi. Hal tersebut telah masuk dalam rencana induk pembangunan industri 2013-2025

Seperti diketahui Kementerian Perindustrian dan PT Sucofindo (Persero) sedang berupaya memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
Upaya penerapan SNI ini dilakukan guna menjamin kualitas produk yang dihasilkan sehingga daya saingnya meningkat.

Dalam upaya pengembangan IKM mainan anak, beberapa kegiatan nyata telah dilakukan Ditjen IKM Kemenperin, antara lain melakukan sosialisasi dan fasilitasi SNI mainan anak di Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya pada tahun 2014 yang melibatkan 130 IKM, dimana sebanyak 31 IKM mendapatkan fasilitas sertifikasi SNI.

Hadir dalam Rapimnas ini Direktur Utama PT. Sucofindo (Persero), Bachder Djohan Buddin. Hadir dalam rapimnas ini kepala cabang dari 36 kantor.

Bachder mengatakan Sucofindo telah melakukan pelatihan gratis untuk mendukung sertifikasi untuk IKM.

"Karya nyata Sucofindo untuk Kemenperin telah dilakukan dengan membina atau memberikan pelatihan secara gratis yamg terkahir di Solo dengan melaksanakan dengan UKM untuk sertifikasi dalam era persaingan bebas," ujar Bachder.

sumber https://finance.detik.com