SUFRIN HANNAN: Indonesia Bisa Jadi Produsen Halal Terbesar

Senin, 17 Oktober 2016 | 07:12


Sebagai produsen dan pasar halal terbesar, Indonesia bisa berbincara di panggung internasionalPersoalan sertifikasi halal belakangan ini makin mendapat sorotan. Itulah sebabnya Universitas Padjadjaran Bandung menggelar konferensi internasional tentang inovasi halal dengan pembicara dari Singapura, Malaysia, Jepang, dan Indonesia untuk menjawab persoalan tersebut.

Sebagai produsen dan pasar halal terbesar, Indonesia bisa berbincara di panggung internasional. Namun dibutuhkan inovasi baik secara kelembagaan maupun proses sertifikasi.

Untuk mengetahui inovasi halal itu lebih dalam, Bisnis mewawancarai salah satu pembicaranya, yaitu Direktur PT Sucofindo (Persero) Sufrin Hannan. Berikut petikannya:

Bagaimana pandangan Anda tentang serifikasi halal yang kini menjadi sorotan?

Saya yakin sekali seluruh umat Islam saat ini memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengkonsumsi produk halal. Itulah sebabnya sertifikasi halal menjadi jaminan bagi mereka untuk mengkonsumsi atau tidak mengkonsumsi. Sektor terbesar dalam sertifikasi halal di Indonesia adalah makanan yaitu mencapai 61%, disusul farmasi 26%, kosmetik 11% dan lainnya 2%.

Bisa digambarkan sertifikasi halal di dunia pada umumnya?

Jika mencermati beberapa penelitian atau survei pasar, terutama di pasar produk halal, bisa dilihat bahwa pasar global untuk produk halal terus tumbuh dan berkembang.

Situasi ini didorong oleh meningkatnya konsumsi di negara muslim besar seperti Indonesia. Itulah sebabnya kami memberikan perhatian khusus. Kehalalan makanan adalah hal yang sangat penting bagi umat manusia.

Sebagai muslim, halal adalah suatu keharusan. Di samping itu, Islam juga mengharuskan dalam memilih makanan di samping halal adalah toyiban. Toyiban itu membantu konsumen untuk memastikan bahwa makanan mempengaruhi status kesehatan mereka. Kesadaran menggunakan kosmetik dan produk farmasi yang memenuhi persyaratan halal sekarang makin meningkat.

Bisa dijelaskan segmen kehalalan suatu produk kan terus berkembang sehingga perlu inovasi?

Jika dilihat dari berbagai studi, halal tidak hanya berlaku pada makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi juga berkembang menjadi beberapa segmen.

Saat ini gaya hidup halal menjadi kebutuhan setiap muslim di semua aspek kehidupan. Jadi, tidak hanya makanan. Lihat saja sekarang tumbuh konsep syariah di perbankan, pariwisata hingga gaya busana. Jadi inovasi standar halal perlu dikembangkan untuk semua segmen, di samping makanan.Ini tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terkait di industri halal.

Sebagai pasar halal terbesar di dunia, apa yang harus Indonesia lakukan?

Sebagai populasi muslim terbesar, Indonesia juga bisa menjadi produsen halal terbesar di dunia. Selain negara muslim, pasar halal juga mulai tumbuh di negara nonmuslim.

Situasi ini terjadi karena volume perjalanan dan urbanisasi muslim di dunia makin meningkat. Karena Islam sangat luas di seluruh dunia, diperlukan suatu pedoman yang dapat diakui oleh semua negara, apakah standar atau pedoman yang terkait dengan produk halal.

Apa saja persyaratan dasar dari produk halal?

Semua aspek harus dicermati, mulai dari proses, pengemasan, distribusi dan penyimpanan perlu dipastikan kehalalannya. Di setiap negara terus mengembangkan standar halal dan sistem sertifiasinya. Kini yang diperlukan adalah menyelaraskan standar antarnegara, termasuk regulasi teknis sehingga meningkatkan kesetaraan sistem sertifikasi.

Bagaiman tentang kesiapan Indonesia?

Pada 2014, Indonesia telah mengeluarkan UU Halal baru. Kami mendukung upaya  mempercepat pelaksanaan peraturan ini sehingga membuat lebih efisien, meningkatkan daya saing produk dan layanan. Indonesia telah memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sebagai amanat dari UU No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal yang dibentuk oleh pemerintah sehingga bisa berbicara di dunia internasional.

BPJPH berada di bawah naungan Kementerian Agama yang pembentukannya diatur dalam Perpres No. 83/2015 tentang Kementerian Agama. Perpres itu ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2015.

Berdasarkan Perpres tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal berfungsi melakukan penyusunan kebijakan teknis dan rencana dan program di bidang penyelenggaraan jaminan produk halal.

Badan tersebut juga menjadi pelaksanaan penyelenggaraan jaminan produk halal, pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan jaminan produk halal, dan pelaksanaan administrasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Persoalan halal ini merupakan bisnis yang menggiurkan sehingga menjadi rebutan?

Pasar produk makanan halal pasarnya sangat besar yaitu mencapai US$1.128 miliar yang merupakan 17% dari pasar global, disusul oleh sektor finansial US$1.814 miliar. Indonesia merupakan konsumen terbesar untuk produk halal disusul oleh Turki, Pakistan, Mesir, Bangladesh, Iran, Saudi Arabia, Nigeria, Rusia dan India.

Bagaimana kesiapan Sucofindo mengenai sertifikasi halal ini?

Masalah halal di Indonesia banyak sekali yang harus dianalisis. Sucofindo menjadi lembaga yang bisa menguji dan menganalisis, juga memberikann pelatihan secara integrasi.

Dengan pengalaman 60 tahun, kami mampu memberikan training, investigasi, analisis maupun pengujian. Jadi membahas persoalan halal harus terintegrasi mulai dari pertumbuhan pasar, persyaratan dan standar, verifikasi rantai pasok hingga skema sertifikasi.

sumber http://industri.bisnis.com