Peluang Ekspor Komoditi Pangan Indonesia

Senin, 22 Agustus 2016 | 13:33


HACCP sendiri merupakan sistem keamananan pangan melalui pendekatan sistematis untuk menghilangkan bahaya keamanan pangan
Menghadapi kondisi pasar bebas ASEAN, Indonesia berpeluang dalam mengekspor terutama dalam produk pangan. “Produk pangan di Indonesia memiliki kesempatan untuk diekspor dan mampu bersaing dengan produk luar,” kata Koordinator SBU KSP PT Sucofindo Syaeful Bahrie di Jakarta (23/8).

Kondisi tersebut dipahami Syaeful dengan analisis berdasarkan penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang telah berlaku di Indonesia.

Sistem HACPP sendiri pun merupakan salah satu syarat utama dalam Standar pangan internasional (Standard Codex). “Jika perusahaan pangan di Indonesia secara keseluruhan menerapkan sistem ini, dipastikan mampu meningkatkan daya saing industri pangan,” kata Syaeful.

HACCP sendiri merupakan sistem keamananan pangan melalui pendekatan sistematis untuk menghilangkan bahaya keamanan pangan. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan industri pangan di Indonesia. “Sistem HACCP memberi penjaminan terhadap mutu dan keamanan produk,” tambahnya.

Oleh karena itu, PT Sucofindo selaku penyedia jasa audit dan pelaksana training memperkenalkan sistem keamanan pangan melalui pendekatan sistematis, yaitu HACCP.

“Sistem HACCP mampu menghilangkan bahaya keamanan pangan dan menerapkan kendali mutu dalam memastikan keamanan produk,” kata Syaeful.
Sistem itu pun diyakini dapat memastikan akuntabilitas, transparansi dan konsistensi,dan perbaikan berkelanjutan.