Tindak Tegas Pengelola SPBU Nakal

Rabu, 08 Juni 2016 | 08:17


BUMN itu juga akan bekerja sama dengan lembaga lain di luar Pertamina untuk memperketat pengawasan. Adapun lembaga tersebut seperti halnya Sucofindo selain SUV yang sebelumnya telah diajak sebagai mitra oleh PertaminaSejumlah pihak mendesak tindakan tegas kepada pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kedapatan melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran pada tanki kendaraan konsumen. Sebab, tindakan tersebut telah merugikan konsumen.

Pengamat energi dari Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menegaskan praktik kecurangan dengan menggunakan alat kecil yang dipasang dan dikendalikan dengan remote control dari jarak jauh merupakan kejahatan besar. Karenanya, praktik nakal tersebut perlu ditindak tegas.

“Ini tergolong praktik yang canggih, sebelumnya ada praktik nakal tetapi tidak secanggih ini, karena itu harus ditindak tegas,” tegasnya di Jakarta, Selasa (7/6).

Pernyaatan Zofyano tersebut menyoroti kecurangan yang dilakukan oleh pengelola SPBU di Jalan Veteran, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan yang menggunakan teknologi canggih. Akibat dari praktik nakal tersebut konsumen akhirnya dirugikan dan nama baik Pertamina juga ikut dikorbankan.

Menurutnya, pelaku yang telah ditangkap kepolisian harus dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, bukan hanya UU Metrologi Legal. Soalnya, jika tidak menggunakan UU Perlindungan Konsumen, sanksi yang diberikan akan ringan. UU Konsumen memberikan sanksi tegas berupa pidana, dan dinilai pantas diberikan karena ini sudah termasuk kejahatan berat.

Kemudian, Pertamina diminta segera mencabut izin pengelola SPBU dimaksud. Itu untuk menimbulkan efek jera, serta menjadi peringatan bagi pengelola SPBU lainnya agar tidak melakukan praktik nakal.

Direktur Pemasaran PT. Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan perseroan akan memperbanyak segel pada tutup takaran yang terdapat di dispenser. Itu dimaksudkan untuk mengantisipasi agar kecurangan serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

Selain dengan memperbanyak segel, BUMN itu juga akan bekerja sama dengan lembaga lain di luar Pertamina untuk memperketat pengawasan. Adapun lembaga tersebut seperti halnya Sucofindo selain SUV yang sebelumnya telah diajak sebagai mitra oleh Pertamina.

Skema lain yakni dengan cara mysterious customers atau pengawas yang menyamar sebagai konsumen. Itu dimaksudkan agar perusahaan tersebut mendapatkan informasi dan fakta utuh dan otentik menyangkut distribusi BBM oleh SPBU. Selain itu, Pertamina akan menggunakan Teknologi Informatika serta bekerja sama dengan vendor pompa BBM.

Modus Canggih

Seperti diketahui, kepolisian berhasil membongkar kecurangan oleh pengelola SPBU di Jalan Veteran, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan pada Kamis pekan lalu. Itu terjadi setelah kepolisian menangkap basah kecurangan oleh pengelola SPBU.

Kepolisian menduga pelaku menggunakan modus mengurangi takaran volume BBM dari mesin dispenser BBM ke kendaraan. Pengelola menggunakan alat kecil yang dipasang dan dilengkapi dengan sensor jarak jauh yang dapat memainkan takaran yang dikeluarkan melalui dispenser tadi.

Adapun sensor dalam alat kecil dimaksud terhubung dengan kotak berukuran 15x10x5 centi meter (cm). ers/E-10

sumber http://www.koran-jakarta.com