Produk Perpipaan Kini Wajib Sertifikasi

Kamis, 19 Mei 2016 | 08:38


Keberadaan pipa penting sekali di dalam healthy buildingGuna meningkatkan daya saing produk perpipaan (plumbing) nasional, The International Association of Plumbing and Mechanical Official (IAPMO) bersama badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Puslitbang Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum mendirikan PT IAPMO Group Indonesia sebagai fasilitas pengujian produk plumbing  di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) IAPMO Russ Chaney mengatakan latar belakang pendirian laboratorium penguji ini dilatarbelakangi banyaknya produk plumbing seperti kloset, kran, pipa dan wastafel  tidak sesuai standar yang masuk ke pasar tanah air. Padahal, adanya standar nasional untuk produk plumbing turut berpengaruh pada kualitas air bersih yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

“Ini semua mengenai kesehatan dan keamanan masyarakat dalam menggunakan produk plumbing. Kita tidak ingin Indonesia menjadi penadah produk-produk plumbing dari luar negeri yang tidak sesuai standar. Sekarang kita punya teknologi untuk menguji itu,” ujarnya, Rabu (18/5/2016).

Dalam melakukan standarisasi, pihaknya bersama BSN dan Kementerian PUPR  telah menyusun SNI sistem plumbing pada Bangunan Gedung dengan Nomor SNI 8153:2015 yang telah disahkan pada Februari 2015. Standar inilah yang akan diterapkan pada seluruh produk plumbing untuk permukiman.

Kapuslitbang Pemukiman Kementerian PUPR Arief Sabaruan menyatakan stadarisasi ini merupakan upaya pemerintah dalam melaksanakan amanah undang-undang, khususnya UU 28/2002 tentang Bangunan Gedung. Pasal 16 UU 28/2012 menyatakan persyartan keandalan bangunan gedung meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

“Semua regulasinya telah disusun pemerintah. Spirit-nya untuk memajukan kesehatan masyarakat. Sekarang tinggal bagaimana implementasinya di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BSN Bambang Prasetya optimistis kerja sama ini akan berdampak baik pada daya saing insinyur ahli perpiaan Indonesia dalam era Masyarakat Ekonomi Asean. Pasalnya, dia menyatakan tidak semua negara di kawasan Asean telah memiliki laboratorium standarisasi produk plumbing.

“Dalam artian MEA ini akan sangat bagus sebab IAPMO akan membidik orang-orang Indonesia yang ahli dalam plumbing.Dengan itu orang Indonesia bisa isi tenaga ahli plumbing di Asean, ini tentu akan memperkuat posisi Indonesia,” ujarnya.

Di lain sisi, Chairperson of Green Building Indonesia Naning Adiwoso mengingatkan seluruh pihak untuk menyambut datangnya era healthy building pada 2020. Menurutnya, yang dimaksud dengan healthy building atau bangunan sehat adalah bangunan yang tidak hanya memenuhi kaidah ramah lingkungan, tetapi juga sekaligus memenuhi standar kesehatan penghuninya.

“Keberadaan pipa penting sekali di dalam healthy building. Tidak boleh ada kebocoran pipa. Berbagai unsur seperti kualitas udara, pengolahan sampah, dan konservasi air juga menjadi hal yang sangat diperhatikan,” ujarnya.

Dia menilai selama ini banyak produk plumbing impor yang dipasarkan ke Indonesia masih menggunakan bahan timbal yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu, dia berharap di samping menerbitkan regulasi dan standarisasi produk, pemerintah juga menerapkan fungsi pengawasan yang ketat bagi produk plumbing impor yang akan dipasarkan di tanah air.

sumber http://industri.bisnis.com