Stabilkan Harga Gula, PPI Gelar Pasar Murah

Senin, 16 Mei 2016 | 07:55


PPI juga bersinergi dengan BUMN lain seperti Pos Indonesia, Bulog dan SucofindoPT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI kembali menggelar pasar murah gula kristal putih sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan penugasan dari pemerintah yaitu stabilisator harga dan pemegang stok Gula Kristal Putih nasional. Di Yogyakarta pasar murah rencananya akan dilaksanakan di 7 titik penjualan yaitu di Pasar Kranggan, Kantor Cabang PPI di Lempuyangan, Pasar Sleman, Pasar Honggosari Wonosari, Pasar Bantul dan Pasar Kulon Progo.

General Manager PPI Cabang Yogyakarta, Mona Octaviani Bambang mengatakan kegiatan pasar murah ini dilaksanakan secara nasional dimulai dari Bandung, Medan, Jakarta, Cirebon, Palembang dan diikuti kota-kota lainnya di Indonesia. PPI menggelar Pasar Murah khususnya untuk Gula Kristal putih dikarenakan setiap memasuki bulan puasa dan Lebaran, harga bahan-bahan pokok, termasuk gula mengalami kenaikan.

"Saat ini, harga gula kristal putih PPI untuk pulau Jawa dijual dengan kisaran harga Rp 11.500 sampai dengan Rp 12.000/Kg dan di luar Jawa antara Rp 12.000 sampai Rp 12.500/Kg. PPI sebagai stabilisator harga gula kristal putih melalui konsep benchmarking harga untuk seluruh Indonesia, kami siap menghadapi bulan Puasa dan Lebaran," tutur Mona kepada KR di Pasar Kranggan Yogyakarta, Sabtu (14/5).

Mona menyampaikan dalam menghadapi Puasa dan Lebaran, PPI akan mendistribusikan 190 ribu Ton gula kristal putih. Langkah ini dilakukan bertahap melalui seluruh jaringan perdagangan PPI baik melalui distributor, pelaksanaan pasar murah PPI dan distributor serta penyaluran melalui jaringan outlet/toko PPI sebanyak 6000 outlet/toko yang tersebar di seluruh Indonesia. PPI juga bersinergi dengan BUMN lain seperti Pos Indonesia, Bulog dan Sucofindo.

"PPI mengharapkan  dapat membantu masyarakat untuk mencukupi kebutuhannya akan gula dengan harga yang terjangkau. Gula pasir ini kami jual dengan harga Rp 12 ribu/Kg dimana setiap orang hanya bisa membeli maksimal 3 Kg," ujar Mona.

sumber http://www.krjogja.com