RI Minta Rencana Pajak Progresif CPO Dibatalkan, Prancis Merespon Positif

Senin, 15 Februari 2016 | 09:12


Rentang waktu yang ada akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk terus berkomunikasi dan melakukan lobi ke sejumah pihak, terutama Fraksi EkologiPemerintah Prancis memberikan respon positif terhadap permintaan Indonesia untuk membatalkan rencana pemberlakuan pajak progresif pada produk sawit.

Menteri Perdagangan Thomas T. Lembong mengatakan pertemuannya dengan Senator Fraksi Ekologi Prancis Ronan Dantec pada Kamis (11/2/2016), memberi harapan bagi kelangsungan akses pasar minyak kelapa sawit di Prancis maupun Uni Eropa.

Permintaan pemerintah Indonesia untuk pembatalan draf Amandemen yang mengatur rencana pajak tersebut, menurutnya, ditanggapi dengan sangat baik.

Selain pertemuan dengan Senator Fraksi Ekologi Prancis tersebut, Mendag juga bertemua dengan Rapporteur RUU Keanekaragaman Hayati Prancis, Jerome Bignon. Dalam pertemuan tersebut Jerome mengatakan bahwa rencana pemberlakuan pajak progresif yang hanya ditujukan pada minyak sawit tersebut masih dalam tahap pembahasan di parlemen.

Adapun, draf tersebut baru akan diputuskan oleh Majelis Nasional Prancis pada Maret 2016. Proses pengesahan draf amandemen masih akan melalui beberapa tahapan, di tingkat Komisi Lingkungan Hidup, selanjutnya ke Majelis Nasional.

“Rentang waktu yang ada akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk terus berkomunikasi dan melakukan lobi ke sejumah pihak, terutama Fraksi Ekologi,” kata Thomas dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Sabtu (13/2/2016).

Thomas menilai bahwa rencana pengenaan pajak progresif bukan solusi yang tepat untuk masalah lingkungan. Menurutnya, perlu adanya langkah kreatif untuk menjembatani kepentingan pelestarian hidup yang sejalan dengan perdagangan yang berkeadilan. Thomas juga meminta pemerintah Prancis untuk tetap menerapkan prinsip-prinsip WTO dalam menyusun kebijakannya.

Dirinya mengatakan akan terus meningkatkan komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Prancis, maupun dengan Parlemen Prancis melalui koridor bilateral Indonesia Prancis.

“Kita giatkan dialog kedua negara. Saya yakin kedua pihak akan mencapai titik temu,” ujar Thomas.

oleh  Muhammad Avisena
sumber http://industri.bisnis.com/