Dirut Sucofindo Ngaku tak Gentar Hadapi MEA

Jumat, 22 Januari 2016 | 09:57


MEA itu peluang bagi industri energi baru dan terbarukan. Memang kita belum tahu bagaimana policy-nya. Namun, Indonesia kan sudah berpengalaman dalam menjalin hubungan perdagangan internasional
Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin mengatakan, MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) menyimpan jutaan peluang. Jadi, aneh kalau ada pihak yang khawatir apalagi takut.

"MEA itu peluang bagi industri energi baru dan terbarukan. Memang kita belum tahu bagaimana policy-nya. Namun, Indonesia kan sudah berpengalaman dalam menjalin hubungan perdagangan internasional. Bagi Sucofindo, MEA adalah peluang," kata Bachder di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (21/01/2016).

Saat ini, lanjut Bachder, perkembangan High Technology di Indonesia sudah demikian pesat. Khususnya di sektor industri energi baru dan terbarukan (EBT). Dengan demikian, kompetisi dengan asing tidaklah perlu ditakutkan.

"Kita harus cari peluang dan tantanganya, Sucofindo telah siap baik sumber daya manusianya, maupun infrastruktur yang dimiliki Sucofindo, ini kan industri yang High Technology, jadi kita harus siap," paparnya.

 Vice President Sucofindo Soleh Rusyadi menambahkan, yang perlu dilakukan dunia usaha dalam menguasai pasar ASEAN adalah meningkatkan efisiensi, inovasi, dan kualitas produk.

"Bagaimana kita meningkatkan daya saing industri kita, bagaimana kita menempatakan laboratorium-laboratorium kita ditempat-tempat yang sesuai, seperti industri tambang, dan manufaktur," kata Soleh.

Disamping itu, yang harus dilakukan adalah memperluas jaringan di kawasan, meningkatkan promosi produk di kawasan, meningkatkan penguasaan bahasa asing personelnya, dan meningkatkan ketrampilan personelnya melalui pelatihan dan sertifikasi. [ipe]

oleh m fadil djailani

sumber http://m.inilah.com/