Bersaing di MEA Kadisperindag: Produk UMKM Harus Penuhi SNI

Jumat, 15 Januari 2016 | 08:01


Kebanyakan UMKM kita masih mengandalkan operasional produksi secara sederhana dan tradisional, sehingga biaya produksinya pun tinggi jugaUsaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Riau akan mendapat sokongan dana di tahun 2016, jika pelaku usaha tersebut telah memenuhi legalitas yang diminta sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 64 Tahun 2015 tentang syarat dan ketentuan pemberian dana hibah.

''Tahun 2016 ini kami alokasikan Rp3,5 miliar untuk membantu UMKM,'' papar Kepala Disperindag Riau, Muhammad Firdaus kepada GoRiau.com, Rabu (13/1/2016) di Pekanbaru.

Dana tersebut diharapkan dapat membantu permodalan UMKM yang ada di Riau, terutama dalam hal produksi. Menurutnya, harga jual yang tinggi disebabkan membengkaknya biaya produksi karena belum menggunakan teknologi mesin.

''Kebanyakan UMKM kita masih mengandalkan operasional produksi secara sederhana dan tradisional, sehingga biaya produksinya pun tinggi juga,'' jelasnya.

Hibah mesin yang direncanakan Disperindag Riau ini pun dimaksudkan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan, karena pelaku usaha juga dituntut untuk mengemas produk sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

''Produk UMKM di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) harus memenuhi SNI. Kalau sudah SNI, pembeli pun tidak akan ragu lagi,'' tegas Firdaus. (dri)

sumber PEMPROV. RIAU

http://www.riausatu.com