Petani sawit diminta tidak gunakan bibit sembarangan

Kamis, 14 Januari 2016 | 09:16


Kalau ada yang jual bibit kelapa sawit dibawah Rp25 ribu, jangan dibeli, artinya kami menganjurkan supaya petani dan pelaku usaha perkebunan menggunakan bibit kelapa sawit yang memiliki sertifikasi dari balai sertifikasi benih rekomendasi pemerintah
Petani atau pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi diminta tidak menggunakan bibit sembarangan atau tidak memiliki hak cipta dari sumber benih kelapa sawit resmi.

"Karena kalau menggunakan bibit sawit yang tidak memiliki hak cipta nantinya akan merugikan petani itu sendiri karena produksinya  tidak maksimal," kata Kabid Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, Saduddin di Jambi, Selasa.

Menggunakan bibit kelapa sawit yang tidak memiliki sertifikasi mengakibatkan produksi menjadi rendah atau paling tinggi hanya 50 persen dan dalam siklus tanam selama 25 tahun.

"Satu siklus tanaman kelapa sawit itu produksinya selama 25 tahun dan dalam satu hektare jika dikonversikan dengan uang produksinya mencapai Rp400 juta, tapi kalau menggunakan bibit yang asal-asalan, paling hanya menghasilkan Rp200 juta," katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, menyiapkan bibit kelapa sawit mulai dari kecamba hingga siap tanam termasuk masa perawatannya membutuhkan biaya sekitar Rp25 ribu per batang.

"Kalau ada yang jual bibit kelapa sawit dibawah Rp25 ribu, jangan dibeli, artinya kami  menganjurkan supaya petani dan pelaku usaha perkebunan menggunakan bibit kelapa sawit yang memiliki sertifikasi dari balai sertifikasi benih rekomendasi pemerintah," katanya.

Menurutnya, petani kelapa sawit di Provinsi Jambi masih banyak yang menggunakan benih ilegal karena tidak mengatahui dan juga tergiur dengan harga murah.

"Masih banyak petani kelapa sawit yang menggunakan bibit ilegal hal itu dikarenakan petani itu sendiri tidak mengetahuinya," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi terhadap kelompok tani disejumlah kabupaten di Provinsi Jambi dan juga memfasilitasi waralaba antara penangkar dan sumber benih.

"Kami terus memberikan pemahaman kepada petani dan penangkar benih, dan petani bisa membeli bibit kelapa sawit di penangkar benih resmi. Untuk di Provinsi Jambi saat ini ada 10 penangkar benih yang dinyatakan resmi," katanya menambahkan. (Ant)

oleh Gresi Plasmanto

Sumber  http://jambi.antaranews.com/