Kemenaker Minta Pebisnis Terapkan SMK3 Dongkrak Produktivitas

Rabu, 13 Januari 2016 | 10:08


Dalam mengharapi Masyarakat Ekonomi Asean dan perdagangan internasional. Penerapan K3 adalah syarat utama yang berpengaruh pada nilai, kuantitas, dan kualitas produk serta jasa Kementerian Ketenagakerjaan meminta pelaku usaha untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk meningkatkan produktivitas.

“Penerapan SMK3 yang terintegrasi menjadi tuntutan utama dalam pemenuhan standar internasional terhadap produksi dan penjualan produk barnag dan jasa,” kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri, Selasa (12/1/2016).

Terlebih, dia menambahkan, dalam mengharapi Masyarakat Ekonomi Asean dan perdagangan internasional. Penerapan K3 adalah syarat utama yang berpengaruh pada nilai, kuantitas, dan kualitas produk serta jasa.

Selama ini, lanjut Hanif, pemerintah mengatur SMK3 dalam Pasal 87 Undang-undang No. 13/2003 dan diatur dalam pedoman penerapan SMK3 melalui Peraturan Pemerintah No 50/2012.

Apabila K3 terlaksana dengan baik, kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, biaya-biaya akibat kasus tersebut dapat dihindari.

Data dari Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada akhir 2015 menunjukkan sepanjang tahun lalu terjadi kecelakaan kerja mencapai 105.182 kasus, dengan korban meninggal dunia 2.375 orang.

oleh Ardhanareswari AHP
 
sumber http://industri.bisnis.com