Sucofindo Siap Memasuki Era MEA

Senin, 07 Desember 2015 | 13:22


Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di regional bersiap memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Begitu pula dengan Sucofindo yang mempersiapkan diri memasuki era MEA dengan melakukan investasi pada sejumlah teknologi dan layanan terbaru. Investasi ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing Sucofindo di Indonesia maupun di tingkat regional. Peningkatan layanan bisnis yang dilakukan Sucofindo antara lain dengan menerapkan sistem dan teknologi terbaru dalam layanan jasa pemastian.

Pertama, penggunaan teknologi baru Unmaned Aerial Vehicle (UAV), dengan nilai investasi sebesar 3,7 miliar, teknologi ini dapat digunakan di sektor Agrikultur,  Pertambangan, Minyak & Gas, Properti dan Kehutanan. Melalui teknologi ini Sucofindo dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi kegiatan survei dan mapping untuk Environment Management, Infrastructure & Facillity, Urban & Regional Planning dan Land Administration.

Kedua, guna membantu meningkatkan ketahanan energi nasional, Sucofindo menyediakan jasa layanan survey and seismic data acquisition, dengan nilai investasi sebesar 2,9 juta US$. Teknologi ini sangat dibutuhkan dalam mencari sumber baru migas. Kemudian, Sucofindo memiliki laboratorium mineral processing di Indonesia guna mendukung pertumbuhan industri smelter di Indonesia. Layanan ini sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan peningkatan nilai tambah produk pertambangan di tanah air.

Ketiga, untuk membantu peningkatan nilai tambah produk strategis lainnya, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, Sucofindo telah melakukan investasi untuk peralatan pengujian CPO dan turunannya.

Dan terakhir, dalam rangka melindungi konsumen Indonesia dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar regional dan Internasional, Sucofindo telah memperlebar jasa sertifikasi produk baik yang berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun standar Internasional lainnya.

Sucofindo telah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional), untuk melakukan sebanyak 140 sertifikasi produk, termasuk untuk beberapa produk wajib SNI yang diberlakukan tahun 2015 ini, yaitu peralatan rumah tangga seperti Kompor Gas dan selang kompor elpiji, makanan minuman seperti Kopi instan, Minyak Goreng Sawit, Biscuit, serta beberapa produk kimia.

PT Sucofindo (Persero) sebagai salah satu perusahaan BUMN menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan peluang yang terbuka dalam perdagangan antara Negara di tingkat regional maupun global. MEA saat ini menjadi isu penting di tengah sejumlah tantangan ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Sebab itu, Sucofindo meyakinkan para pelanggan, bahwa Sucofindo dapat menjadi mitra mereka dalam menjalani peluang dan tantangan bisnis pada tahun depan, khususnya pada perdagangan antar Negara ASEAN.

Guna meningkatkan loyalitas pelanggan, Sucofindo menggelar Loyalty Program dalam bentuk Customer Gathering dan Talkshow dengan tema “Kolaborasi Bersama Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN”, Kamis, 3 Desember 2015.

Dalam acara ini, Sucofindo memberikan apresiasi kepada pelanggan dengan kategori The Most Loyal Customer. Sebanyak Sembilan perusahaan mendapatkan penghargaan dari Sucofindo karena dinilai memiliki loyalitas tinggi untuk menjadi bagian dari bisnis Sucofindo.

Sembilan perusahaan itu adalah Adaro Indonesia, VICO, Pertamina, Crystal Delcam, BP Berau, Freeport, Conoco Philips, Indonesia Power, dan CNOOC.

Adapun sebanyak lima perusahaan memperoleh penghargaan sebagai The Valuable Customer, yakni  Pertamina EP, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, PLN, Total E&P Indonesie, dan Chevron.

Tentang Sucofindo

PT Sucofindo (Persero) adalah perusahaan inspeksi pertama di Indonesia dan didirikan pada tanggal 22 Oktober 1956.  Merupakan perusahaan BUMN, dimana Pemerintah Indonesia merupakan pemegang saham utama dengan kepemilikan 95 persen, sedangkan 5 persen dimiliki oleh SGS SA Geneva Swiss.

Bisnis Sucofindo bermula dari jasa pemeriksaan dan pengawasan di bidang perdagangan terutama komoditas pertanian serta membantu pemerintah dalam menjamin kelancaraan arus barang dan pengamanan devisa negara. Kemudian Sucofindo melakukan diversifikasi jasa di bidang pergudangan dan forwarding, laboratorium analitis, teknik industri dan kelautan , fumigasi dan kebersihan industri.

Saat ini Sucofindo telah mengembangkan jasa di bidang inspeksi, audit, pengujian dan analisa, sertifikasi, konsultansi dan pelatihan dan berbagai kegiatan penunjang terkait, diantaranya di bidang pertanian, kehutanan, perkebunan, migas, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, kelautan, perikanan, transportasi, energi terbarukan, pariwisata, pemerintahan dan sistem informasi.

Sucofindo berada di 60 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, dikelola secara terpadu dan didukung oleh ahli di bidangnya .  Sucofindo memiliki 45 laboratorium terintegrasi, 28 kantor cabang dan 35 unit layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Di beberapa titik, Sucofindo juga menyediakan layanan mobile laboratory, untuk memperluas jangkauan layanan sampai ke pelosok. Sucofindo bahkan mendirikan dedicated laboratory untuk di site pelanggan bertujuan mempermudah pelayanan.Sucofindo juga memperluas layanan Sucofindo hingga ke luar negeri.  Pada 2015 ini Sucofindo meresmikan cabang Luar Negeri di Seoul, Korea Selatan.


Media Kontak :
Noval Tajudin, VP Divisi Sekper,0813 1562 4444