Realisasi Impor Gula Capai 2,64 JutaTon

Jumat, 27 November 2015 | 15:17


Realisasi impor gula mentah (raw sugar) untuk tahun 2015 mencapai 2,64 juta ton terhitung hingga 12 November 2015, dari total izin impor yang dikeluarkan sebanyak 3,10 juta ton. Sponsored"Izin impor gula mentah yang telah diterbitkan sebesar 3,10 juta ton, atau setara dengan 2,92 ton gula rafinasi, dimana tercatat hingga 12 November 2015 realisasi mencapai 2,64 juta ton gula mentah," kata Menteri Perdagangan,, Thomas Lembong, saat melakukan rapat kerja dengan DPR, di Jakarta, Kamis (26/11/2015).
 
Thomas mengatakan, seluruh izin impor yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan tersebut berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian yang melakukan perhitungan kebutuhan gula mentah untuk industri rafinasi yang dipergunakan untuk memasok industri makanan minuman.
 
Menurut Thomas, jumlah impor gula mentah tersebut lebih kecil dari alokasi impor tahun 2015 yang telah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Desember 2014 lalu yakni sebesar 3,13 juta ton atau setara dengan 2,94 juta ton gula rafinasi.
 
Alokasi tersebut, lanjut Thomas yang kerap disapa Tom itu, juga telah dihitung berdasarkan hasil survey kebutuhan bahan baku gula rafinasi yang dilakukan oleh PT Sucofindo atas penugasan Kementerian Perindustrian dengan memperkirakan kenaikan kebutuhan kurang lebih sebanyak enam persen.
 
"Total izin impor gula mentah sebagai bahan baku industri MSG telah diterbitkan sebesar 451 ribu ton, dengan realisasi per 12 November 2015 sebanyak 316 ribu ton," ujar Tom.
 
Tom menambahkan, izin impor yang dikeluarkan tersebut berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian dan diberikan kepada empat industri Monosodium Glutamate untuk dipergunakan sebagai bahan baku produksi dalam membuat penyedap rasa.
 
Dalam proses penerbitan izin impor, lanjut Tom, Kementerian Perdagangan secara intensif berkoordinasi dengan kementerian teknis lainnya. Dan untuk keputusan yang bersifat strategis, dibahas dan disepakati dalam Rapat Koordinasi di kantor Menteri Koordinator Perekonomian bersama dengan kementerian lembaga terkait.


sumber http://ekonomi.rimanews.com