Ekonomi Lesu, Hotel Ini Raih Bintang Empat

Rabu, 30 September 2015 | 13:38


Di tengah ekonomi yang tak begitu baik. Hotel Grand Zuri Palembang justru terus kepakkan sayap bisnisnya. Kini, hotel ini naik tingkat dengan menyandang status bintang empat. Itu didapat setelah penerimaan sertifikat bintang empat secara resmi dari Sucofindo dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Selasa (29/9).General Manager Hotel Grand Zuri, John Johan Tisera mengatakan, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Ada audit dengan tes dan penilaian yang dilakukan Sucofindo.  “Ini tantangan berarti dan berharga untuk kami,” katanya di Hotel Grand Zuri Palembang.
 
Ada 3 poin utama penilaian. Rinciannya produk, pelayanan, dan pengelolaan. Dari sana ada 280 item yang dites. Oleh karena itu, banya perbaikan dilakukan pihaknya seperti renovasi penampilan kamar, interor, wallpaper, dan lainnya.
 
“Kita juga akan meningkatkan pelayanan untuk tamu,” tegasnya.
 
Nah, syarat untuk menyandang  bintang empat, minimal 7, 28. Sedangkan Grand Zuri memperoleh nilai 7,30. Oleh karena itu, secara resmi kini Grand Zuri menambah total Hotel Bintang 4 di Sumsel.
 
“Optimis dapat bersaing karena punya strategi tersendiri untuk pertahankan klien,” cetusnya.
 
Akan meningkatnya pelayanan juga akan dikuti perubahan harga. Sebab, sudah menjadi aturan dari PHRI.  Namun, John yakin pihaknya dapat meningkatkan okupansi. Dimana, rata-rata setahun mencapai angka 71 persen. “Justru karena ekonomi lesu kita jangan semakin terpuruk, namun harus bangkit,” ucapnya.
 
Kepala Cabang Sucofindo Palembang, Agus Sutoyo menyatakan, pihaknya sudah melakukan audit selama dua hari di Hotel Grand Zuri Palembang. “Semuanya  kita periksa, dan hasilnya kita koordinasikan dengan pihak hotel,” bebernya. Alhasil, berdasarkan penilaian yang ada Grand Zuri memang layak raih bintang empat.
 
Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin menambahkan,  pihaknya berharap dengan perubahan sertifikasi tersebut. Grand Zuri tetap mampu menjaga tamu yang ada. Walaupun nanti akan banyak pesaing-pesaing baru. “Memang bisnis hotel sekarang berkurang 20 persen, namun, berbagai upaya dilakukan dengan menekan biaya yang ada,” pungkasnya. (rip)

sumber http://sumeks.co.id