Kementrian Pariwisata Permudah Aturan Masuk Kapal Pesiar

Rabu, 30 September 2015 | 06:52


Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mencanangkan pendapatan lebih sektor pariwisata dari hasil perombakan dua aturan.Dua aturan tersebut yakni melonggarkan izin masuk kapal pesiar ke Indonesia dan pembebasan visa dari berbagai negara.

Hal tersebut diutarakan Arief saat menghadiri Seminar Pariwisata di hotel Grand Clarion, Makassar, Selasa (29/9/2015).

Turut hadir, Direktur Komersil II Sucofindo Sufrin, Kadis Pariwisata Sulsel Jufri Rahman, dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga.

Kata Arief, aturan masuk kapal pesiar ke wilayah teritori Indonesia dinilai cukup sulit bagi warga negara asing. Potensi wisata bahari Indonesia stagnan dan tidak ada pengembangan.

“Masuk di wilayah teritori Indonesia perlu laporan pemberitahuan selama tiga pekan sebelumnya. Padahal di negara lain hanya butuh waktu beberapa jam saja karena pemeriksaannya standar meliputi bea cukai, pemeriksanaan hewan, pemeriksaan tumbuhan dan lainnya,” kata Arief.

Padahal potensi pendatan setiap berlabuh kapal tersebut yakni Rp 1 miliar.

Saat ini hanya sekitar 750 kapal per tahun atau pendapatan Rp 750 miliar. Jika aturan ini dicabut maka proyeksi pendapatan bisa mencapai Rp 5 triliun dari 5.000 kunjungan kapal.

Makassar saat ini menyumbang 10 persen dari total penerimaan tersebut yakni 75 miliar dan diproyeksi Rp 500 miliar dari nasional. (*)


sumber http://makassar.tribunnews.com