Data PKL dan UKM, Pemkot Bogor Tunjuk Sucofindo

Jumat, 19 Juni 2015 | 08:27


Untuk mengetahui dan melakukan pendataan terhadap keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pedagang kaki lima (PKL), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggandeng pihak ketiga, yaitu PT Sucofindo.Seperti diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Hidayat Yudha Priatna, Rabu (17/06/15), Pemkot Bogor sengaja menunjuk PT Sucofindo dengan anggaran yang dikucurkan mencapai sebesar Rp 265 juta.

“Pendataan itu akan dilaksanakan Sucofindo selama tiga bulan ke depan. Tujuan utamanya adalah untuk meng-up date data-data jumlah pelaku UKM dan PKL sehingga nantinya data-data itu akan menjadi valid," jelas Yudha.

Keterlibatan pihak ketiga itu, lanjutnya, untuk mendata secara profesional dan objektif. Apalagi, kata Yudha, data soal itu selalu berubah. Maka, melalui pendataan tersebut ke depannya Pemkot Bogor akan memiliki database yang akurat dan valid.

“Mereka (UKM dan PKL, red) ini akan diteliti dan didata secara detail. Mulai dari keberadaannya, kondisinya. Apabila ada UKM yang bangkrut ini seperti apa, kalau ada yang masih bertahan juga seperti apa kondisinya," terang Yudha.

Dengan data-data terbaru, hasil validasi dan kajian yang dilakukan Sucofindo tersebut, masih kata Yudha, nantinya dipastikan akan lebih valid, lengkap, dan terstruktur. Sehingga, data itu juga ke depannya bisa digunakan Pemkot Bogor untuk kepentingan apa pun dalam setiap kebijakan.

Sekadar informasi, Yudha menyebutkan bahwa data terakhir diketahui jumlah total pelaku UKM tercatat sebanyak 10.832. Sedangkan untuk jumlah PKL berjumlah 9.710 yang tersebar di 51 titik lokasi se-Kota Bogor.

Penulis : Donnie Andriawan
sumber http://www.heibogor.com