Masalah Gula Bikin Industri Kecil di Daerah Menjerit

Jumat, 05 Juni 2015 | 13:50


Industri kecil makanan dan minuman di daerah sudah menjerit karena kesulitan mendapatkan gula rafinasi alias gula untuk industri. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur, mengatakan bahwa persoalan itu diakibatkan masalah sektor gula nasional.Ini kan persoalan ritual tahun ke tahun, karena persoalan gula tidak seimbang antara supply dan demand. Demand banyak, produksi sedikit. Selalu terjadi masalah di lapangan, apalagi ada jenis gula, rafinasi dan kristal putih (konsumsi). Gula rafinasi merembes karena kurang gula kristal putih," ujar Natsir di Kantor Kadin, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Dia menuturkan, merembesnya gula industri tersebut diperparah karena penyerapan gula industri selama ini hanya dinikmati industri besar. Sementara itu industri kecil, kesulitan mendapatkan gula rafinasi.

Permasalahan supply dan demand itu kata dia diakibatkan produksi gula nasional masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan membuat 10 pabrik gula agar mampu mengurangi impor gula rafinasi. Sayangnya, hingga saat ini, pembuatan pabrik gula tersebut masih menemui masalah klasik yaitu masalah lahan. "Kalau satu pabrik kapasitasnya 10.000 tcd (ton cane per day) kira-kita butuh 16.000 hektar. Jadi kalau 10 pabrik gula ya 160.000 hektar. Investasi bisa sampai 500 sampai 700 juta dollar AS," kata dia.

Penulis    : Yoga Sukmana

sumber http://bisniskeuangan.kompas.com