Industri Kabel Tunggu Realisasi Proyek Listrik

Senin, 18 Mei 2015 | 09:16


Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia menyatakan realisasi serapan kabel listrik dalam negeri pada kuartal I/2015 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya berkisar 50%-70% dari total produksi nasional.Noval Jamalullail, Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel), mengatakan lemahnya konsumsi dalam negeri seiring dengan belum dimulainya pembangunan pembangkit listrik yang didanai APBN, serta peralihan anggaran pembangunan dari APBN menjadi anggaran PLN.
 
Anggaran pembangkit listrik itu ada dua, berasal dari APBN dan PLN . Tahun ini pembiayaan dari APBN untuk pembangkit listrik di kurangi, sehingga PLN masih melakukan peralihan pembiayaan untuk post yang ditinggalkan APBN, tuturnya belum lama ini.
 
Proses peralihan anggaran yang memakan waktu cukup panjang ini, menurutnya berakibat pada turunnya penggunaan kabel listrik untuk proyek pemerintah. Sementara di sisi lain, serapan kabel listrik dari sektor swasta seperti proyek retail dan properti juga mengalami penurunan.
 
Dia mengatakan pengusaha berharap proses peralihan anggaran dari APBN menjadi dana PLN dapat segera selesai pada kuartal II/2015, sehingga pembangunan yang terjadi pada kuartal berikutnya dapat menutupi perlambatan konsumsi pada dua kuartal sebelumnya.
 
Selain itu, pengusaha juga menunggu realisasi program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Megawatt untuk periode 2015-2019 yang hingga saat ini belum dilakukan. Jika proyek ini berjalan, maka jumlah permintaan kabel listrik akan meningkat drastis.
 
Menurutnya, proyek pembangkit listrik yang dibagi wewenangnya kepada PLN dengan kapasitas 10.000 MW maupun pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP) dengan kapasitas pembangkit 25.000 MW ini belum ada realisasinya.
 
Jika proyek ini berjalan permintaan kabel listrik akan melonjak dari segi jaringan transmisi dan distribusi untuk lima tahun ke depan. Kontraktor dalam negeri juga sudah menyatakan kesiapan mengerjakan proyek tersebut, tuturnya.

oleh Muhammad Abdi Amna

sumber http://industri.bisnis.com