Indonesia Berpeluang Jadi Basis Produksi Industri

Senin, 11 Mei 2015 | 14:12


ndonesia tidak perlu takut menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015. Sebab, peluang negeri ini menjadi basis produksi industri sangat besar.Vice President PT Sucofindo (Persero) Soleh Rusyadi mengatakan, saat ini ekspor Indonesia menguasai 25% pasar ASEAN. Masih lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara lain. Karena itu, pemberlakuan MEA yang berarti penerapan tarif bea masuk 0% di negara-negara ASEAN akan menjadikan Indonesia memiliki peluang lebih luas menguasai pasar ASEAN.

“Indonesia berpeluang menjadi basis produksi industri di samping berpeluang menguasai pasar tenaga kerja,” ujarnya dalam diskusi publik bertema Menimbang Daya Saing Industri Indonesia dalam ASEAN Economic Community di Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Soleh meyakini, Indonesia berpeluang memperluas penguasaan pasar jasa unggulan, seperti konstruksi, kesehatan, komunikasi, dan pariwisata.

Hal yang perlu dilakukan dunia usaha dalam menguasai pasar ASEAN pada saat pemberlakukan MEA, lanjut Soleh, adalah meningkatkan efisiesi, inovasi, dan kualitas produk. Di samping itu, yang harus dilakukan adalah memperluas jaringan, meningkatkan promosi produk di kawasan, meningkatkan penguasaan bahasa asing personelnya, dan meningkatkan keterampilan personel melalui pelatihan dan sertifikasi.

Sementara terhadap BUMN, Soleh mengingatkan, perlu memperluas jaringan bisnis lewat kerja sama teknis, menambah laboratorium dan modernisasi alat. Selanjutnya, memperluas cakupan akreditasi sebagai lembaga inspeksi, lembaga uji, dan badan Sertifikasi, memperbanyak kerja sama peningkatan peningkatan kompetensi dengan Perguruan Tinggi (PT) serta pusat-pusat keunggulan lain.

oleh Neneng Zubaidah
sumber http://ekbis.sindonews.com